Arsip

Archive for Agustus, 2012

Ketua KPUD Pinrang Didesak Mundur

31 Agustus 2012 1 komentar

PINRANG, CAKRAWALA – Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pinrang, Jamaluddin dan empat komisioner lainnya didesak menanggalkan jabatan.

Tuntutan itu datang dari Komunitas Masyarakat Pinrang (Kompi) Bersatu dan Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa (FK-BEM) Lasinrang saat menggelar unjuk rasa, di depan Kantor KPUD Pinrang, Kamis, 2 Agustus kemarin.

“Ketua KPUD dan anggota­nya gagal dalam rekruitmen PPK dan PPS,” tuding Ketua Umum Kompi Bersatu, Sultan.

Dia mengatakan, salah seorang peserta seleksi PPK dan PPS bulan lalu digugurkan tanpa sebab. Padahal peserta tersebut sudah dinyatakan lolos dalam verivikasi berkas dan telah diumumkan. “Ini salah satu permainan KPUD,” katanya.

Alasan KPUD, sebut Sultan, karena peserta itu dianggap terlibat langsung pengurus partai politik. Padahal ketua pengurus parpol sudah me­nyatakan tidak terlibat dalam kepengurusan parpol. “Surat pernyataan itu dibubuhi ma­terai,” katanya.

Ketua KPUD Pinrang Jamaluddin sendiri menyatakan kesiapannya mundur jika apa yang dilakukannya dianggap keluar dari ketentuan. “Tanpa ditanya saya akan mundur, jika ada yang tidak sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Terkait peserta PPK dan PPS yang terlibat partai politik, Jamaluddin mengaku memegang bukti. “Tapi rekruimen yang kami lakukan sudah sesuai dengan aturan berlaku dan transparansi serta obyektif,”tandasnya.

Menurut Jamaluddin, keputusan menganulir peserta tersebut tidak bisa lagi dirubah karena merupakan keputusan pleno. Terlebih pihaknya siap mempertanggungjawabkan keputusan itu. “Kami mempersilahkan peserta yang merasa dirugikan untuk melaporkan kepihak yang berwajib,”ujarnya. (tir)

Sumber: http://cakrawalaberita.com

 

 

 

Dianggap Curang, KPUD Didemo

PINRANG,UPEKS–Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa (FK-BEM) dan Komunitas Masyarakat Pinrang (KOMPI) Bersatu, mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pinrang. Aksi yang diwarnai orasi dan pembakaran ban bekas di depan kantor KPUD tersebut mendapat pengawalan ekstra ketat dari aparat Polres Pinrang. Dalam orasinya, peserta aksi menuntut KPUD Pinrang untuk melakukan seleksi ulang perekrutan PPK/PPS serta pencopotan Jamaluddin sebagai ketua KPUD.

Proses perekrutan PPK/PPS yang dilakukan KPU beberapa waktu yang lalu dianggap sarat dengan kecurangan. Kecurangan ini didasari adanya aksi sepihak dari KPUD Pinrang yang membatalkan kelulusan Baharuddin, tanpa disertai alasan dan pembuktian akurat. Mereka menilai, KPUD telah seenaknya membatalkan kelulusan Baharuddin dengan alasan adanya laporan/sanggahan dari masyarakat terkait keterlibatannya dalam kepengurusan salah satu partai politik (Partai Matahari Bangsa).

Ketua KPUD Pinrang, Jamaluddin dalam keterangannya sesaat sebelum menemui peserta aksi, mengakui adanya permasalahan tersebut. Kelulusan Baharuddin terpaksa dibatalkan pihaknya dalam sebuah keputusan rapat pleno disebabkan karena yang bersangkutan terbukti pernah aktif sebagai sekertaris Majelis Taa’la (Pembina) pada Partai Matahari Bangsa (PMB) dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Berdasarkan inilah, pihaknya membatalkan kelulusan Baharuddin dua hari menjelang pelantikannya sebagai PPK/PPS kecamatan Mattiro Bulu.

“Dari hasil pemeriksaan dan klarifikasi saksi-saksi terkait, laporan/sanggahan masyarakat tersebut terbukti. Olehnya, kelulusan Baharuddin terpaksa kami batalkan dan ini sudah sesuai dengan aturan dalam pasal 41 UU No.15 tahun 2011,” ungkapnya. Namun semua jawaban itu ditolak oleh peserta aksi. Mereka menganggap jawaban Jamaluddin terkesan mengada-ngada. Aksi mulai memanas saat massa tetap ngotot untuk dipenuhi keinginan serta tuntutannya.

Namun dengan tegas Jamaluddin menyatakan, keputusan pembatalan ini tidak mungkin berubah atau dianulir karena telah melalui rapat pleno. Satu-satunya jalan untuk merubah atau menganulir keputusan ini melalui ketetapan pengadilan. Olehnya Jamaluddin menghimbau kepada yang bersangkutan atau pihak-pihak lainnya yang merasa tidak puas akan keputusan ini agar menempuh jalur hukum dan pihaknya siap mempertanggungjawabkan keputusan tersebut hingga ke tingkatan hukum apapun.

Sementara itu, mantan ketua Majelis Taa’la PMB, A Syamiluddin yang dimintai keterangannya mengakui, kalau dirinya sudah beberapa kali dihubungi serta diklarifikasi pihak KPUD maupun Baharuddin terkait masalah ini. KPUD memintanya untuk bersedia menandatangani pernyataan yang membenarkan keterlibatan Baharuddin dalam Majelis Taa’la PMB, tetapi hal ini ditolaknya. A Syamiluddin hanya membenarkan, saat dirinya menjabat sebagai ketua Majeliis Taa’la PMB, sekretarisnya betul bernama Baharuddin.

Namun untuk memastikan apakah Baharuddin sekretarisnya adalah orang yang sama dengan Baharuddin yang lulus sebagai PPK/PPS kecamatan Mattiro Bulu, ia menyerahkan kembali sepenuhnya permasalahan ini ke pihak KPUD untuk melakukan cek serta pencocokan data dari keduanya. (clu/jar)

Sumber : http://www.ujungpandangekspres.co

 

 

 

STIKES Baramuli: Ajak Masyarakat Soppeng Hidup Sehat

27 Agustus 2012 4 komentar

Pinrang, PR News-Sebanyak 163 mahasiswa program S1 Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Baramuli, Pinrang KKN Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan (PPM BK) di Kecamatan Liliriau dan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.Para mahasiswa sudah berada di lokasi sejak 12 Maret dan berakhir pada 14 Mei 2012. Selama berada di lokasi mahasiswa didampingi dosen pembimbing yang berjumlah 12 orang. Mereka antaralain Sudirman, Abdullah dan Ketua LPPM STIKes Baramuli Pinrang, Asbudi SKM.

Selama KKN mahasiswa melakukan penyuluhan tentang hidup sehat, kesehatan lingkungan serta membuat jamban percontohan bagi warga desa. Mahasiswa juga mempelopori pembentukan kader posyandu dengan kerjasama warga setempat serta aparat bidang kesehatan yang bertugas di lokasi tersebut.

Tradisi akademik KKN ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Mahasiswa tingkat akhir yang akan merampungkan jenjang studi diwajibkan mengikuti KKN. Sebab program tersebut merupakan salah satu syarat mata kuliah sebelum ujian skripsi.

Sumber : http://www.pr-newsonline.com

 

 

 

STIKES BARAMULI MENERIMA MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2012-2013

27 Agustus 2012 5 komentar

 

Kategori:STIKES BARAMULI

FK BEM LASINRANG PINRANG

27 Agustus 2012 5 komentar

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum, Wr.Wb
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Ilahi Rabbi, karena atas berkah dan Inayah-Nya Jualah penyusunan “Buku Panduan Organisasi FK-BEM Lasinrang”dapat selesai walau dalam bentuk yang sangat sederhana. Shalawat dan Salam senantiasa tercurah kepada Muhammad Nabi akhir zaman , pembawa ummat manusia dari alam jahiliyah yang penuh dengan kebohongan dan keterbelakangan menuju alam imaniah dan ilmiah.

Buku panduan organisasi ini yang berisi anggaran dasar, anggaran rumah tangga, pedoman umum program kerja, struktur kepengurusan, surat ketetapan dan rancangan program kerja, di mana kehadirannya bisa menjadi referensi buat kawan-kawan yang tergabung dalam komunitas FK-BEM Lasinrang merupakan panduan berdasarkan hasil kesepakatan bersama pada musyawarah tertinggi yaitu MUBES. Proses pembuatan buku ini melibatkan beberapa elemen, terutama kepada kawan-kawan pengurus FK-BEM Lasinrang yang memberikan atensi dan dedikasinya.

Dimana hasil kesepakatan pengurus memproklamerkan sebuah tujuan FK-BEM Lasinrang adalah terbinanya mahasiswa yang sadar akan tanggungjawab dalam mewujudkan cita-cita tri darma perguruan tinggi yang di Ridhoi Tuhan yang Maha Esa.
Terselesainya buku panduan ini berkat kerjasama berbagai elemen dan yang lain, karenanya itu kami haturkan banyak tarima kasih. Berbagai sumber saran tetap dibutuhkan untuk langkah penyempurnaan.

Mulailah dari sekarang …….!!!
Ada pepatah mengatakan,“Perjalanan ribuan kilometer dimulai dengan langkah pertama.” Inilah langkah pertama untuk mulai berjuang kawan. Akhirnya, teruslah berjuang karena jalan panjang sudah terbentang dihadapan kita semua.
Salam Perjuangan dan Rapatkan Barisan !!!
Billahi Taufik Walhidayah
Wassalamu Alaikum Wr.Wb.

Pinrang, 19 Agustus 2010
PENGURUS
FK-BEM LASINRANG
PERIODE 2009-2011

BAHARUDDIN
Ketua Umum

VISI, MISI DAN TUJUAN
FORUM KOMUNIKASI
BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA LASINRANG
(FK-BEM LASINRANG)

VISI
Dikenal sebagai lembaga kemahasiswaan yang mandiri, kreatif, inovatif dan profesional serta dapat diperhitungkan baik di tingkat lokal maupun di tingkat regional.

MISI

Melakukan pembenahan – pembenahan interen organisasi.
Menjalin silaturahmi dan memperat tali persaudaraan yang harmonis antar mahasiswa.
Menjalin kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah.
Melakukan kegiatan-kegiatan pengabdian pada masyarakat.
Mengembangkan hubungan keluar dengan organisasi di luar FK-BEM Lasinrang.

TUJUAN
Terbinanya mahasiswa yang sadar akan tanggung jawab dalam mewujudkan cita-cita tri darma perguruan tinggi yang di Ridhoi Tuhan Yang Maha Esa.

PRASASTI KESEPAKATAN

Kami dari segenap pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Kabupaten Pinrang dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab menyatakan kebulatan tekad untuk menghimpun pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Pinrang dalam satu wadah komunikasi dan perjuangan yaitu Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa Lasinrang (FK-BEM Lasinrang) yang bertujuan terbinanya mahasiswa yang sadar akan tanggung jawab dalam mewujudkan cita-cita Tri Dharma Perguruan Tinggi di Ridhoi Tuhan Yang Maha Esa.

Pembentukan Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa Lasinrang (FK-BEM Lasinrang) tidak lain untuk mewujudkan fungsi mahasiswa itu sendiri yaitu Agen Of Changes, Social Of Control dan Moral Of Force yang menjadi landasan dalam setiap gerakan yang dilakukan oleh Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa Lasinrang (FK-BEM Lasinrang) baik secara internal dan eksternal organisasi. Tentunya fungsi mahasiswa tersebut dapat terwujud atas dasar kesadaran dari pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang terhimpun dalam Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa Lasinrang (FK-BEM Lasinrang) melalui gerakan terpimpin yang bersifat konstruktif yang berskala universal untuk menjadi solidaritas yang dapat di Ridhoi Allah SWT.
Demikian kesepakatan ini kami buat untuk menjadi rekomendasi dalam pembentukan Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa Lasinrang (FK-BEM Lasinrang).

YANG MEMBUAT KESEPAKATAN

PRESMA STKIP COKROAMINOTO    ZULKIFLI SUBANGKIT
PRESMA STT-BARAMULI                   HARMOKO
PRESMA STAI DDI                                 MUH.NASIR
PRESMA STIK BARAMULI                 AHMAD NUR USMAN
PRESMA STKIP DDI                               MUH. YUSUF
PRESMA STIK NUSANTARA              HJ. MASYITA KHAERANY.A

GAMBARAN UMUM MUBES I
FORUM KOMUNIKASI
BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA LASINRANG
(FK-BEM LASINRANG) PERIODE 2009-2011

Perjalanan tonggak gerakan pemuda dan mahasiswa Se-Indonesia dimulai sejak tahun 1908 dimana para kaum intelektualitas sudah menggantikan posisi kaum agamais, dimana sejak tahun 1927 para pemuda yang notabenenya adalah kaum pelajar dan mahasiswa telah memproklamerkan diri melalui sebuah forum akbar yang diikuti oleh seluruh perwakilan pemuda Se- Indonesia yang mana lebih dikenal dengan sumpah pemuda pertama tepatnya pada tanggal 27 Oktober 1927 dan berlanjut pada tanggal 28 Oktober 1928 dengan sumpah pemuda ke dua yang telah menggambil sebuah konkulusi kesepakatan berbangsa satu, berbahasa satu dan bertanah air yang satu yaitu Negara Indonesia.

Mengingat sejarah gerakan pemuda dan mahasiswa tersebut yang telah menorehkan beberapa variabel gerakan signifikan baik berupa ide-ide cemerlang maupun berupa material yang tentunya berorientasi menuju kampus cerah . Dimana pergerakan mahasiswa lahir dan berkembang di dalam kawasan civitas akademika masing-masing yang merupakan pencerminan keperhatinan atas realitas yang terjadi ditengah-tengah masyarakat yang dapat menjatuhkan harkat dan martabat bangsa Indonesia dimata Dunia.

Berangkat dari sanalah , kami mahasiswa yang ada dalam ruang lingkup Perguruan Tinggi Kabupaten Pinrang ingin menorehkan sebuah gerakan terpimpin yang pragmatis dan konstruktif bersifat universal yang tidak lain untuk dapat menjalin solidaritas antara mahasiswa dimana peran dan fungsi mahasiswa sebagai Agen of changes , social of control dan Moral of Force baik External maupun Internal Organisasi.Rounded Rectangle: 8 Adapun agenda acara yang telah disepakati oleh peserta Musyawarah Besar (MUBES) I yaitu Pembahasan agenda acara,Tata tertib Mubes, Pembahasan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) ,Pedoman Umum Program Kerja (PUPK), Rekomendasi FK-BEM Lasinrang Periode 2009-2011 dan Kriteria Formatur dan Mekanisme Pemilihan Ketua Formatur. Adapun yang menjadi kompetitor di saat berlangsung pemilihan ketua formature Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa Lasinrang (FK-BEM LASINRANG) yaitu saudara Baharuddin (STKIP Cokroaminoto) dan Haruna (STT-Baramuli Pinrang) dimana hasil pemilihan telah diberikan tanggung jawab kepada saudara Baharuddin untuk mempimpin Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa Lasinrang (FK-BEM LASINRANG) Periode 2009-2011.

menyatukan gerakan yaitu Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa Lasinrang (FK-BEM LASINRANG). Dengan itu hasil kesepakatan/keputusan panitia pelaksana Musyawarah Besar (MUBES) I di selenggarakan MUBES I di Aula STAI DDI/STKIP DDI Pinrang pada hari jumat, 11 desember 2009 sampai minggu, 13 Desember 2009 yang dibuka oleh Drs. H. Arsyad yang mewakili Bapak Bupati Pinrang dan turut serta dihadiri oleh Bapak H. Hatta. P. Biri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pinrang telah membawakan sambutan dalam kegiatan tersebut. Yang dihadiri oleh institusi antara lain STKIP Cokroaminoto Pinrang, STT-Baramuli Pinrang, STAI DDI Pinrang, STIK Baramuli Pinrang, STKIP DDI Pinrang dan STIKES Nusantara Lasinrang Pinrang sebagai peserta Musyawarah Besar (MUBES) I Forum Komunikasi Badan Ekskutif Mahasiswa Lasinrang (FK-BEM LASINRANG), dimana perwakilan peserta penuh sebanyak 5 (lima) orang dan peserta peninjau 2 (dua) orang yang telah dimandatir setiap institusi.

Maka dari itu kami dari segenap pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Pinrang yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STT-Baramuli Pinrang, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Cokroaminoto Pinrang, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIK Baramuli Pinrang, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI DDI Pinrang, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP DDI Pinrang, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKES Nusantara Lasinrang Pinrang telah menyetujui/menyapakati dalam pembentukan Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa Lasinrang (FK-BEM Lasinrang) pada tanggal 9 Oktober 2009 dengan hasil kesepakatan tersebut maka dapat membentuk panitia Musyawarah Besar (MUBES) I pada tepatnya di Ruang Perkuliahan STKIP DDI/STAI DDI Pinrang yang terpilih sebagai ketua panitia pelaksana Musyawarah Besar (MUBES) I yaitu saudara Zulkifli Abi Ruhairah. AS (STT-Baramuli Pinrang) dan Steering Committee yaitu saudara Muhammad Rusli (Koster) dan Roni Hakim (Sekretaris Steering), menjadi suatu wadah yang menaungi mahasiswa Se- Kabupaten Pinrang dalam suatu ikatan emosional.

Sumber : http://syafruddinsyaer.blogspot.com

PERKAMPUNGAN PENDIDIKAN 2011 TINGKAT SMA / SMK SEDERAJAT SE AJATAPPARENG DENGAN MEMPERINGATI HARI PENDIDIKAN NASIONAL DI LAKSANAKAN PADA TANGGAL 28 APRIL s.d 2 MEI 2011 BERTEMPAT DI STADION BAU MASSEPE KABUPATEN PINRANG SULAWESI SELATAN

BAB I

PENYELENGGARAAN

1. PENDAHULUAN

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja organisasi Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa (FK-BEM) Lasinrang yang bertujuan untuk memeriahkan dan menyambut Hari Pendidikan Nasional kepada para pelajar SMA/SMK dan Sederajatnya dalam lingkup wilayah Ajatappareng. Dimana kegiatan ini dalam bentuk Pertandingan Olah raga dan perlombaan seni dan beranjak dari sinilah, maka kami dari salah satu organisasi extern yang berada dilingkup Pinrang ingin menyumbangkan sebuah konsep inovatif yang bernuansa positif dalam menumbuh kembangkan bakat dan minat olah raga dan seni dan memeriahkan/menyambut Hari Pendidikan Nasional dikalangan para pelajar SMA/SMK dan Sederajatnya dalam bentuk Perkampungan Pendidikan yang akan diadakan dalam waktu 5 hari sekaligus untuk memupuk rasa kebersamaan dan rasa persaudaraan antar para pelajar khususnya para pelajar dalam lingkup Ajatappareng.

2. PEDOMAN DASAR

  • Pancasila
  • UUD 1945
  • UU Pendidikan
  • Program kerja bidang kemahasiswaan

3. NAMA KEGIATAN PERKAMPUNGAN PENDIDIKAN 2011 TINGKAT SMA/SMK SEDERAJAT SE-AJATAPPARENG

4. VISI

Sebagai wadah dalam membina dan mengembangkan sikap taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus momentum untuk mengimplementasikan kreatifitas/bakat yang sejalan dengan nilai-nilai pancasila sebagai solusi handal untuk memecahkan masalah-masalah para generasi muda yang sedang berkembang saat ini.

5. MISI

ô Sebagai wadah untuk membina pelajar berlandaskan Imtaq dan Iptek.

ô Sebagai wadah untuk mengembangkan kegiatan olah raga dan seni sesuai karakteristik dan minat para pelajar

ô Sebagai wadah untuk mengasah ketangkasan, keterampilan, dan kecepatan para peserta dalam memecahkan sebuah masalah

ô Untuk menanamkan dan menumbuhkan kesadaran para pelajar terhadap solidaritas dan rasa persaudaraan antar pelajar.

6. TEMA KEGIATAN

“Merefleksi Dunia Pendidikan Melalui Budaya Minat Baca, Seni dan Olahraga

Sebagai Teropong Implementasi Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”

7. WAKTU PELAKSANAAN

Ø Pembukaan – Penutupan

Hari/Tanggal : Kamis – Senin 28 April – 2 Mei 2011

Tempat : Stadion Bau Massepe Kab. Pinrang

(Jalan Poros Pinrang-Polman)

8. PESERTA KEGIATAN

Terdiri dari Pelajar SMA/SMK dan sederajatnya dalam lingkup wilayah Ajattappareng.

A. Peserta

Masing – masing sekolah mengutus putra-putri yang terdiri dari 20 – 40 siswa.

B. Pembina /Pendamping

Masing – masing sekolah mengutus 1 pembina putra dan 1 pembina Putri

C. Peserta dan Pembina

1. Menyerahkan surat mandat dari kepala sekolah kepada panitia pelaksana

2. Menyerahkan pas Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar ( ditempel pada lampiran biodata )

3. Mengisi lampiran biodata dan diserahkan pada saat pendaftaran peserta.

BAB II

KEGIATAN

1. PENDAHULUAN

Secara keseluruhan kegiatan ini lebih menitikberatkan pada pengembangan diri peserta yang terdiri atas mental, fisik, intelektual, sosial, spiritual, bakat dan minat, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Penyelenggara kegiatan Perkampungan Pendidikan 2011 dalam bentuk pertandingan olahraga dan perlombaan seni dengan tujuan untuk mengembangkan bakat dan minat seni para pelajar.

Kegiatan ini dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan muatan materi yang terkandung di dalamnya, dengan harapan peserta perkampungan pendidikan mendapatkan beragam kegiatan/lomba sebagai penambah bekal dalam proses pembetukan jati diri.

2. RUANG LINGKUP KEGIATAN

Perkampungan Pendidikan 2011 meliputi kegiatan dan klasifikasi pertandingan/lomba sebagai berikut:

1. Kegiatan Olah raga

- Bola Volly (Pa/Pi)

- Footsal (Pa) Sitem Gugur

- Sepak Takrow (Pa/Pi)

- Tarik Tambang (Pa/Pi)

- Lari 100 meter (Pa/Pi)

2. Kegiatan Seni

- Lomba Baca Puisi (Pa/Pi)

- Lomba Pidato Bahasa Indonesia (Pa/Pi)

- Lomba Debat (Utusan)

- Lomba Orasi Ilmiah (Utusan)

- Lomba Drama (Utusan)

- Lomba Karikatur (Pa/Pi)

- Lomba Majalah Dinding (Mading) (Utusan)

- Lomba Kreasi Seni Rupa (Utusan)

- Lomba Buleting (Utusan)

- Lomba Lagu Daerah (Bugis) (Utusan)

- Lomba Mengarang (Pa/Pi)

- Lomba Qasida Rebana (Utusan)

3. Kegiatan Umum

- Lomba Wiyata Mandala

- Area Bahasa (3 Bahasa)

- Karya Ilmiah Remaja

3. METODE LOMBA DAN KLASIFIKASI PENILAIAN

Semua kegiatan/lomba berpusat Stadion Bau Massepe (Pinrang) dan peserta diwajibkan menggunakan kostum olah raga pada saat kegiatan olah raga .

1. Tujuan Lomba

ô Untuk mengasah kemampuan dan wawasan para peserta mengenai pengetahuan guna mempersiapkan generasi muda yang handal.

ô Melatih kecepatan dan ketepatan peserta dalam memecahkan masalah

ô Untuk memupuk jiwa kerja sama dan kreatifitas peserta

ô Mengembangkan dan menumbuhkan bakat dan minat peserta dalam bidang olahraga dan seni.

2. Jenis – Jenis Lomba Dan Metode Penilaian

1. Kegiatan Seni

a. Lomba Baca Puisi

ô Metode Lomba ( Pa/Pi)

Puisi di bagi menjadi 2 yaitu puisi wajib di tentukan oleh panitia (terlampir) dan Puisi ditentukan sendiri oleh peserta dengan syarat berkaitan dengan pendidikan.

ô Metode Penilaian

1. Ekspresi ( bahasa tubuh )

2. Artikulasi ( pengucapan )

3. Penguasaan panggung

b. Lomba Pidato Bahasa Indonesia

ô Metode Lomba ( Pa/Pi )

Pidato berdurasi 10 menit

Dengan Tema :

a. Peranan pelajar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa

b. Dampak kemajuan teknologi terhadap pendidikan

ô Metode Penilaian

1. Ekspresi ( bahasa tubuh )

2. Artikulasi bahasa( pengucapan )

3. Penguasaan panggung

4. Retorika

c. Lomba Debat

ô Metode Lomba ( Utusan)

Masing – masing utusan mengutus 3 orang anggotanya untuk dipertemukan dengan utusan lainnya dalam adu argumentasi mengenai tema yang akan diberikan oleh panitia pelaksana pada saat lomba akan di mulai. Untuk teknisnya dibahas pada saat lomba akan dimulai.

ô Metode Penilaian

* Argumentasi sesuai tema

* Retorika

* Etika

d. Lomba Orasi Ilmiah

ô Metode Lomba ( Utusan )

Orasi Ilmiah dibuat oleh peserta dengan durasi 10 menit

Tema bebas

ô Metode Penilaian

1. Ekspresi ( bahasa tubuh )

2. Retorika

3. Penguasaan panggung

e. Lomba Drama

ô Metode Lomba (Utusan)

Drama Sesuai dengan tema apresiasi seni jadi peserta dibebaskan menampilkan apresiasinya dalam bidang seni baik itu melawak, musik, vokal group, dll. Tidak diperbolehkan playback instrument.

Dengan Tema :

F Mengapresiasikan Budaya Masing-masing daerah

F Perjuangan Pahlawan Masing-masing daerah

ô Metode Penilaian

* Kekompakan

* Kreatif

* Ekspresi

f. Lomba Karikatur

ô Metode Lomba ( Pa/Pi )

Tema ditentukan oleh panitia dan akan diberikan pada peserta pada saat lomba akan dimulai, perlengkapan menggambar di bawa sendiri oleh peserta kecuali kertas akan disediakan oleh panpel.

ô Metode Penilaian

1. Gambar sesuai dengan tema

2. Kreatif

3. Penjelasan sesuai dengan hasil kreatifitasnya

g. Lomba Kreasi Seni Rupa

ô Metode Lomba (Utusan)

Masing-masing utusan mengutus 3 orang anggotanya. Perlengkapan di bawa sendiri dan bahannya seperti Koran/kertas, bambu, tanah liat, dan daundaunan

ô Metode Penilaian

1. Kreatif

2. Kekompakan

3. Kebersihan

h. Lomba Buleting

ô Metode Lomba (Utusan)

Masing-masing utusan dapat meliput kegiatan selama kegiatan berlangsung dengan tema “Perkampungan Pendidikan 2011 dengan memperingati HUT Pendidikan”. Hasilnya di print out dan dikumpul sebelum kegiatan penutupan.

ô Metode Penilaian

1. Kreasi

2. Penggunaan Tanda Baca

i. Lomba Majalah Dinding (Mading)

ô Metode Lomba ( Utusan)

Masing – masing utusan mengutus 5 orang anggotanya. Perlengkapan di bawa sendiri oleh peserta kecuali kertas karton ukuran A1 yang akan disediakan oleh panpel.

ô Metode Penilaian

1 Gambar sesuai dengan tema

2. Kekompakan

3. Kreatif

4. Penjelasan sesuai dengan hasil kreatifitasnya

j. Lomba Mengarang

ô Metode Lomba ( Pa/Pi)

Masing-masing peserta membawa alat tulis kecuali kertas disiapkan oleh panitia. Judul di tentukan pada saat lomba dilaksanakan.

ô Metode Penilaian

1. Sesuai judul

2. Penggunaan tanda baca

3. Estetika tulisan

k. Lomba Lagu Daerah (Bugis)

ô Metode Lomba (Utusan)

Setiap utusan mengutus pesertanya 1 putra dan 1 putri (duet) dan setiap utusan membawa kaset (CD). CD dikumpul 15 menit sebelum tampil pada panitia.

ô Metode Penilaian

1. Penguasaan Panggung

2. Ekspresi

3. Mimik (Vocal)

4. Coustum (pakaian adat bugis)

l. Lomba Qasida Rebana

ô Metode Lomba (Utusan)

Setiap utusan menampilkan anggotanya maksimal 9 orang dengan membawakan lagu bernuansa islami

ô Metode Penilaian

- Kostum

- Kekompakan

- Pariasi gerakan

- Mimik (Vocal)

2. Kegiatan Umum

a. Lomba Wiyata Mandala

ô Metode Lomba ( Utusan )

Selama berlangsungsungnya perkemahan peserta akan dinilai oleh panitia pelaksana.

ô Metode Penilaian

- Sikap

- Kekompakan

- Keaktipan dalam mengikuti kegiatan

- Menjunjung tinggi rasa persaudaraan

- Menjaga Kebersihan di lokasi kegiatan

- Kreatif dalam pembenahan area yang ditentukan

b. Lomba Area Bahasa

ô Metode Lomba ( Utusan )

Peserta mengutus anggotanya 1 putra dan 1 putri yang memiliki keterampilan menggunakan 3 bahasa :

1. Bahasa Indonesia

2. Bahasa Inggris

3. Bahasa Daerah/Bahasa Bugis

ô Metode Penilaian

4. Pengucapan Sesuai Area bahasa yang ditentukan

5. Ekspresi

6. Retorika

c. Lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR)

ô Metode Lomba (Utusan)

Peserta diwajibkan membuat Karya Ilmiah Remaja (KIR) sesuai dengan tema pendidikan, apabila masuk dalam 3 besar maka peserta wajib mempersentasekan dengan menggunakan Laptop dan LCD/Proyektor di depan juri. Peserta membawa laptop sendiri kecuali LCD disiapkan oleh panitia, Karya Ilmiah Remaja (KIR) di print out dan dibagikan kepada juri sebanyak 3 rangkap.

ô Metode Penilaian

1. Rangkuman Materi dalam bentuk Slide (Microsoft Power Point)

2. Penggunaan bahasa yang benar

3. Penguasaan Makalah

 

MENGETAHUI

PANITIA PELAKSANA

PERKAMPUNGAN PENDIDIKAN 2011

TINGKAT SMA/SMK SEDERAJAT SE-AJATAPPARENG

d. ADMINISTRASI PESERTA DAN PENGHARGAAN

a. Biaya Administrasi.

Masing – masing utusan membayar biaya konstribusi sebesar Rp. 200.000,- kepada panitia pelaksana.

b. Fasilitas Peserta.

1. Masing – masing peserta dan pembina mendapatkan :

ô Sertifikat

ô ID Card

2. Masing – masing utusan yang telah mendapatkan juara akan mendapatkan piagam penghargaan pribadi dari panitia pelaksana

3. Seluruh kontingen yang mendapatkan juara berhak untuk mendapatkan trofi dari panitia pelaksana.

4. Kontingen yang mendapatkan juara 1,2, dan 3 umum berhak memperoleh piala umum.

5. Kontingen yang keluar sebagai juara umum pertama berhak mendapatkan piala bergilir.

c. Penghargaan

1. Piala Bergilir akan dipersembahkan oleh Bupati Pinrang

2. Piala tetap dipersembahkan oleh DIKPORA Pinrang

3. Trofi untuk masing – masing juara dipersembahkan oleh donatur dan dari panitia pelaksana

4. Kontingen/utusan yang mendapatkan juara 1,2, dan 3 umum, memperoleh uang pembinaan.

e. PERLENGKAPAN PESERTA

1. Perlengkapan Pribadi

ô Wajib membawa seragam olah raga,baju santai, dan perlengkapan pribadi lainnya.

ô Wajib membawa buku bacaan

2. Perlengkapan Kelompok

ô Wajib membawa bendera Indonesia, bendera Osis, dan untuk di pasang di gapura masing-masing.

ô Wajib membawa tenda dan perlengkapannya serta alat memasak.

ô Wajib membawa alat tulis, dan papan pengalas/standar.

BAB III

METODE PERKEMAHAN

1. LOKASI PERKEMAHAN

Lokasi perkemahan terletak di Stadion Bau Massepe Kabupaten Pinrang

(Jalan Poros Pinrang-Polmas) Kabupaten Pinrang.

2. SISTEM PERKEMAHAN

ô Sistem yang digunakan adalah sistem satuan terpisah antara putra dan putri.

ô Kegiatan terdiri dari pertandingan olahraga dan perlombaan seni.

ô Setiap lomba akan dinilai oleh Juri yang berpengalaman dalam setiap materi lomba.

ô Dewan juri diambil dari perwakilan dosen Perguruan Tinggi Kabupaten Pinrang dan di luar Kab. Pinrang , Aktivis Mahasiswa Pinrang, Keluarga Besar Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa (FK-BEM) Lasinrang dan akan ditinjau langsung oleh DIKPORA Pinrang.

BAB IV

TATA TERTIB PERKEMAHAN/PERKAMPUNGAN

I. U M U M

1. Peserta adalah Siswa yang terdaftar di sekolah dan di mandatir oleh Kepala Sekolah .

2. Peserta tidak diperbolehkan menerima tamu/pengunjung dilokasi atau ditenda pada saat:

a. Waktu kegiatan akan dimulai dan sedang berlangsung.

b. Malam hari mulai Pukul 19.00 Wita keatas kecuali waktu istirahat Pukul 11.30-12.35 wita dan harus melapor pada pelaksana kegiatan ditenda posko (bila di izinkan berkunjung), dan mengisi buku tamu dengan memperhatikan waktu berkunjung

3. Peserta dilarang keras merokok, minum-minuman keras (Beralkohol) ataupun membawa senjata tajam yang dapat melukai orang lain.

4. Setiap peserta perkemahan yang akan keluar dari lokasi perkemahan harus melapor dan minta izin kepada Pembina dan terakhir pada panitia pelaksana kegiatan ditenda POSKO .

5. Peserta harus hadir 10 (Sepuluh) menit sebelum kegiatan dimulai.

6. Peserta yang terlambat mengikuti kegiatan 10 (sepuluh) menit maka di anggap gugur.

7. Hidup gembira,sabar,sopan, disiplin,bersemangat dan suka menolong antar sesama.

II. SATUAN TERPISAH

1. Sistem satuan terpisah antara peserta putra dan peserta putri adalah merupakan keharusan yang wajib dipatuhi oleh semua peserta perkemahan kapan dan dimana saja berada.

2. Setiap peserta putra dan putri dilarang keras saling kunjung mengunjungi baik pada batas wilayah yang ditentukan, batas MCK maupun berada didalam ditenda. Tanpa sepengetahuan pelaksana kegiatan di tenda posko.

3. Setiap peserta perkemahan yang mengikuti kegiatan harus berada pada satuan terpisah putra dan putri yang sudah ditentukan

III. PAKAIAN

1. Peserta perkemahan dan pendamping harus selalu berpakaian rapi ,sopan,disiplin dan beribawah baik berada dilokasi perkemahan,ditenda saat berada dilokasi perkemahan,ditenda dan saat berada dilingkungan masyarakat.

2. Peserta perkemahan putra dan putri saat menuju dan berada di MCK harus selalu berpakaian yang sopan dan rapi.

3. Pada saat kegiatan olahraga peserta harus selalu berpakain olah raga dan sepatu olah raga yang lengkap dan rapi.

4. Sebelum mengikuti kegiatan,peserta dan pendamping selalu memperhatikan kelengkapan atribut pakaian dan kelengkapan lainnya.

5. Dilarang menulis apapun pada pakaian dan tempat-tempat kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan dilokasi perkemahan maupun dilingkungan masyarakat.

IV. P E R G A U L A N

i. Hubungan antara peserta, pendamping dan pelaksanaan kegiatan adalah sebagai saudara dan kakak beradik.

ii. Hubungan antara peserta, pendamping dan pelaksanaan kegiatan dengan masyarakat yang berada didalam maupun diluar dilingkungan perkemahan harus selalu dipelihara dengan sebaik-baiknya kapan dan dimana saja berada.

iii. Waktu berkunjung ditenda antara putra dan putri tidak dibenarkan kecuali ada perlu mendesak ,dan harus seizin dengan pelaksana kegiatan ditenda POSKO.

V. PERKAMPUNGAN / KEMAH

1. Kebersihan, keindahan dan kerapian didalam tenda dan diluar tenda serta dilingkungan sekitarnya menjadi tanggung jawab oleh setiap peserta perkemahan.

2. Daftar utusan harus dipasang didepan tenda masing-masing agar mudah dikontrol .

3. Peserta tidak dibenarkan membuat hal-hal atau keributan yang dapat mengganggu teman/orang lain yang berada dilingkungan perkemahan .

4. Peserta perkemahan harus selalu mengenakan tanda pengenal yang ada dan dikenakan setiap saat kapan dan dimana saja berada.

5. Bila Peserta mendapatkan tamu harap dilaporkan pada panitia pelaksana kegiatan ditenda POSKO.

6. Setiap peserta perkemahan harus menjaga keamanan diri sendiri,lingkungan perkemahan baik didalam maupun diluar dilingkungan masyarakat luas,adalah keswajiban setiap peserta perkemahan.

7. Setiap peserta, pada waktu istirahat malam hari (Pukul 24.00 ) keatas harus berada ditendanya masing-masing dan istirahat penuh serta tidak dibenarkan membuat keributan.

8. Setiap Utusan harus ada anggotanya yang piket ditendanya 1 orang dan mengutus anggotanya 1 orang untuk piket di POSKO induk pengamanan dengan memperhatikan jadwal piket yang ada.

VI. SANKSI.

Peserta yang terbukti melanggar tata tertib yang sudah ditetapkan akan diberikan sangsi seringan-ringannya yaitu mendapat teguran dari panitia pelaksana dan seberat-beratnya yaitu dipulangkan secara tidak terhormat dan setiap sekolah yang mengutusnya tidak akan diundang kembali untuk kegiatan yang sama.

VII. L A I N – L A I N

Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan ditentukan dan disampaikan kemudian setelah berada dilokasi perkemahan.

Pinrang , Maret 2011

Kenapa ada FK BEM LASINRANG

FK BEM LASINRANG adalah singkatan dari Forum Komunikasi Badan Eksekutif mahasiswa Lasinrang adlah merupakan suatu organasisasi Eksternal kampus yang memeberikan sebuah tatanan dan garis kordinasi di berbagai perguruan tinggi di Pinrang khususnya. Adapun perguruan tinggi yang tergabung di dalamnya ADALAH :

  1. STT BARAMULI.
  2. STIKES BARAMULI.
  3. STKIP COKROAMINOTO.
  4. STKIP DDI PINRANG
  5. STIKES NUSANTARA
  6. STAI DDI PINRANG

Salah satu unsur dalam pembentukan organisasi kemahasiswaan ini adalah merupakan kombinasi dalam memperkuat tali dan signal komunikasi di interen kampus yang ada di pinrang sehingga dalam memncapai kesatuan dan cita-cita dalam mewujudkan tri darma perguruan tinggi tercetus di dalam kerangka juang FK BEM Lasinrang dan merupakan cikal bakal pengerak dalam mendampingi masyrakat pinrang dalam berbagai persoalan yang mengaju kepada aturan yang berlaku didalam pemerintah daerah pinrang pada khususnya dan indonesia pada umumnya. Dalam menerapkan pola dan kerangka juang FK BEM Lasinrang ini adalah salah satu nilai yang memberikan subansi dan kerja sama dalam kebutuhan yang ada pada interen tiap institusi yang bergabung didalam organisasi ini sebagai ikatan cikal bakal penerus bangsa.

Sehigga dalam berkolaborasi dalam mencetus citra juang FK BEM LASINRANG ini merupakan  punggung dari garis konsultasi yang ada dalam intitusi perguruan tinggi yang bergabung di dalam organisasi ini. dalam menerapkan program pelaksanaan yang merupakan perjuangan para adalah subansi riil yang di notabene oleh ide para pengurus yang telah ada sehingga pola dan tata penyusunan pelaksaanaan kegiataan tersusun dalam aturan organisasi yang telah di sepakati.

 Dalam proses perancangan dan kerja sama antara pengurus yang tergabung di beberapa intitusi yang ada di Pinrang ini memberikan sumbangsi tersendiri dalam menciptakan persatuan dan kesatuan antar mahasiswa ini sehingga dalam menjalangkan roda organisasi memerlukan bantuan dari pemerintah setempat dan para pembantu ketua III di berbagai institusi masing-masin dan beberapa pembina lainnya yang tidak sempat menyebutkan satu persatu yang lebih inti ucapan banyak terima kasih dari unsur yang terkait dalam memdidik dan memantau dari berbagai kegiatan dan jalanya organisasi yang kami perjuangkan ini.

Salam  Hormatku

Sekretaris Umum

UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1974
TENTANG
POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHAESA

Presiden Republik Indonesia,
Menimbang :
a. bahwa dalam rangka usaha mencapai tujuan nasional yaitu mewujudkan masyarakat adil
dan makmur yang merata dan berkeseimbangan material dan spirituil, diperlukan adanya
Pegawai Negeri sebagai Warga Negara, unsur Aparatur Negara, Abdi Negara, dan Abdi
Masyarakat yang penuh kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar
1945, Negara, dan Pemerintah serta yang bersatu padu, bermental baik, berwibawa,
berdaya guna, bersih, bermutu tinggi, dan sadar akan tanggung-jawabnya untuk
menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan;
b. bahwa untuk mewujudkan Pegawai Negeri yang demikian itu diperlukan adanya suatu
Undang-undang yang mengatur kedudukan, kewajiban, hak, dan pembinaan Pegawai
Negeri yang dilaksanakan berdasarkan sistim karier dan sistim prestasi kerja;
c. bahwa Undang-undang Nomor 18 Tahun 1961 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok
Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1961 Nomor 263) dan beberapa peraturan
perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan itu, dianggap tidak sesuai lagi,
maka oleh sebab itu perlu diganti.
Mengingat :
1. Pasal-pasal 5 ayat (1), 20 ayat (1), 27, dan 28 Undang-Undang Dasar 1945;
2. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor V/MPR/1973
tentang Garis-garis Besar Haluan Negara.
Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
UNDANG-UNDANG TENTANG POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN.
BAB I
PENGERTIAN
Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan :
a. Pegawai Negeri adalah mereka yang setelah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan
dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, diangkat oleh pejabat yang
berwenang dan diserahi tugas dalam sesuatu jabatan Negeri atau diserahi tugas Negara
lainnya yang ditetapkan berdasarkan sesuatu peraturan perundang-undangan dan digaji
menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku;
b. Pejabat yang berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan mengangkat dan
atau memberhentikan Pegawai Negeri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
c. Jabatan Negeri adalah jabatan dalam bidang eksekutip yang ditetapkan berdasarkan
peraturan perundang-undangan termasuk di dalamnya jabatan dalam kesekretariatan
Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara dan kepaniteraan Pengadilan;
d. Atasan yang berwenang adalah pejabat yang karena kedudukan atau jabatannya
membawahi seorang atau lebih Pegawai Negeri;
e. Pejabat yang berwajib adalah pejabat yang karena jabatan atau tugasnya berwenang
melakukan tindakan hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 2
(1) Pegawai Negeri terdiri dari :
a. Pegawai Negeri Sipil, dan
b. Anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia..
(2) Pegawai Negeri Sipil terdiri dari :
a. Pegawai Negeri Sipil Pusat;
b. Pegawai Negeri Sipil Daerah; dan
c. Pegawai Negeri Sipil lain yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
BAB II
KETENTUAN UMUM
Bagian Pertama
Kedudukan
Pasal 3
Pegawai Negeri adalah unsur Aparatur Negara, Abdi Negara, dan Abdi Masyarakat yang
dengan penuh kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945,
Negara, dan Pemerintah menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan.
Bagian Kedua
Kewajiban
Pasal 4
Setiap Pegawai Negeri wajib setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila Undang-Undang
Dasar 1945, Negara dan Pemerintah.
Pasal 5
Setiap Pegawai Negeri wajib mentaati segala peraturan perundang- undangan yang berlaku
dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian,
kesadaran, dan tanggungjawab.
Pasal 6
(1) Setiap Pegawai Negeri wajib menyimpan rahasia jabatan.
(2) Pegawai Negeri hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan kepada dan atas perintah
pajabat yang berwajib atas kuasa Undang-undang.
Bagian Ketiga
H a k
Pasal 7
Setiap Pegawai Negeri berhak memperoleh gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan dan
tanggungjawabnya.
Pasal 8
Setiap Pegawai Negeri berhak atas cuti.
Pasal 9
(1) Setiap Pegawai Negeri yang ditimpa oleh sesuatu kecelakaan dalam dan karena
menjalankan tugas kewajibannya, berhak memperoleh perawatan.
(2) Setiap Pegawai Negeri yang menderita cacat jasmani atau cacat rohani dalam dan karena
menjalankan tugas kewajibannya yang mengakibatkannya tidak dapat bekerja lagi dalam
jabatan apapun juga, berhak memperoleh tunjangan.
(3) Setiap Pegawai Negeri yang tewas, keluarganya berhak memperoleh uang duka.
Pasal 10
Setiap Pegawai Negeri yang telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, berhak atas
pensiun.
Bagian Keempat
Pejabat Negara
Pasal 11
Seorang Pegawai Negara yang diangkat menjadi Pejabat Negara, di bebaskan untuk
sementara waktu dari jabatan organiknya selama menjadi Pejabat Negara tanpa kehilangan
statusnya sebagai Pegawai Negeri.
BAB III
PEMBINAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL
Bagian Pertama
Tujuan Pembinaan
Pasal 12
(1) (1). Pembinaan Pegawai Negeri Sipil diarahkan untuk menjamin penyelenggaraan tugas
pemerintahan dan pembangunan secara berdaya guna dan berhasil guna.
(2) (2). Pembinaan yang dimaksud dalam ayat (1) pasal ini dilaksanakan berdasarkan sistim
karier dan sistim prestasi kerja.
Bagian Kedua
Kebijaksanaan Pembinaan
Pasal 13
Kebijaksanaan pembinaan Pegawai Negeri Sipil secara menyeluruh berada di tangan Presiden.
Pasal 14
Untuk lebih meningkatkan pembinaan, keutuhan, dan kekompakan serta dalam rangka usaha
menjamin kesetiaan dan ketaatan penuh seluruh Pegawai Negeri Sipil terhadap Pancasila,
Undang-Undang Dasar 1945, Negara, dan Pemerintah, perlu dipupuk dan dikembangkan jiwa
korps yang bulat di dan Pemerintah, perlu dipupuk dan dikembangkan jiwa korps yang bulat
dan kalangan Pegawai Negeri Sipil.
Bagian Ketiga
Formasi dan Pengadaan
Pasal 15
Jumlah dan susunan pangkat Pegawai Negeri Sipil yang diperlukan ditetapkan dalam formasi
untuk jangka waktu tertentu berdasarkan jenis, sifat, dan beban kerja yang harus dilaksanakan.
Pasal 16
(1) Pengadaan Pegawai Negeri Sipil adalah untuk mengisi formasi.
(2) Setiap Warga Negara yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, mempunyai
kesempatan yang sama untuk melamar menjadi Pegawai Negeri Sipil.
(3) Apabila pelamar yang dimaksud dalam ayat (2) pasal ini diterima, maka ia harus melalui
masa percobaan dan selama masa percobaan itu berstatus sebagai calon Pegawai Negeri
Sipil.
(4) Calon Pegawai Negeri Sipil diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil setelah memulai masa
percobaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan selama-lamanya 2 (dua) tahun.
Bagian Keempat
Kepangkatan, Jabatan, Pengangkatan, Pemindahan,
dan Pemberhentian
Pasal 17
(1) Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam pangkat dan jabatan tertentu.
(2) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam sesuatu jabatan dilaksanakan dengan
memperhatikan jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan itu.
Pasal 18
(1) Pemberian kenaikan pangkat dilaksanakan berdasarkan sistim kenaikan pangkat reguler
dan kenaikan pangkat pilihan.
(2) Setiap Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, berhak atas
kenaikan pangkat reguler.
(3) Pemberian kenaikan pangkat pilihan adalah pengharapan atas prestasi kerja Pegawai
Negeri Sipil yang bersangkutan.
(4) Syarit-syarat kenaikan pangkat reguler adalah prestasi kerja, disiplin kerja, kesetiaan,
pengabdian, pengalaman, dan syarat-syarat obyektip lainnya.
(5) Kenaikan pangkat pilihan, disamping harus memenuhi syarat-syarat yang dimaksud dalam
ayat (4) pasal ini, harus pula didasarkan atas jabatan yang dipangkunya dengan
memperhatikan daftar urut kepangkatan.
(6) Pegawai Negeri Sipil yang tewas diberikan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi secara
anumerta.
Pasal 19
Pengangkatan dalam jabatan didasarkan atas prestasi kerja, disiplin kerja, kesetiaan,
pengabdian, pengalaman, dapat dipercaya, serta syarat-syarat obyektip lainnya.
Pasal 20
Untuk lebih menjamin obyektipitas dalam mempertimbangkan dan menetapkan kenaikan
pangkat dan pengangkatan dalam jabatan diadakan daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan
dan daftar urut kepangkatan.
Pasal 21
Untuk kepentingan pelaksanaan tugas bagi Pegawai Negeri Sipil tertentu ditetapkan tanda
pengenal.
Pasal 22
Untuk kepentingan pelaksanaan tugas kedinasan dan dalam rangka pembinaan Pegawai
Negeri Sipil dapat diadakan perpindahan jabatan dan atau perpindahan wilayah kerja.
Pasal 23
(1) Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan dengan hormat, karena :
a. Permintaan sendiri ;
b. telah mencapai usia pensiun ;
c. adanya penyederhanaan organisasi Pemerintah ;
d. tidak cakap jasmani atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai
PegawatNegeri Sipil.
(2) Pegawai Negeri Sipil yang meninggal dunia dengan sendirinya dianggap diberhentikan
dengan hormat.
(3) Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan tidak dengan hormat, karena :
a. melanggar Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil, Sumpah/Janji Jabatan Negeri atau
Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil;
b. dihukum penjara, berdasarkan keputusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan
hukum yang tetap karena dengan sengaja melakukan sesuatu tindak pidana kejahatan
yang diancam dengan hukuman penjara setingg-tingginya 4 (empat) tahun atau
diancam dengan hukuman yang lebih berat.
(4) Pegawai Negeri Sipil diberhentikan tidak dengan hormat, karena :
a. dihukum penjara atau kurungan, berdasarkan keputusan pengadilan yang sudah
mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan sesuatu tindak pidana
kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan
;
b. ternyata melakukan penyelewengan terhadap Ideologi Negara Pancasila, Undang-
Undang Dasar 1945, atau terlibat dalam kegiatan yang menentang Negara dan atau
Pemerintah.
Pasal 24
Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan tahanan sementara oleh pejabat yang berwajib karena
disangka telah melakukan sesuatu tindak pidana kejahatan, dikenakan pemberhentian
sementara.
Pasal 25
Untuk memperlancarkan pelaksanaan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian
Pegawai Negeri Sipil, Presiden dapat mendelegasikan sebagian wewenangnya kepada Menteri
atau pejabat lain.
Bagian Kelima
Sumpah, Kode Etik dan Peraturan Disiplin
Pasal 26
(1) Setiap calon Pegawai Negeri Sipil pada saat pengangkatannya menjadi Pegawai Negeri
Sipil wajib mengangkat Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil menurut agama atau
kepercayaannya kepada Tuhan Yang Mahaesa.
(2) Susunan kata-kata Sumpah/Janji yang dimaksud dalam ayat (1) pasal ini adalah sebagai
berikut :
Demi Allah, saya bersumpah/berjanji: Bahwa saya, untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri
Sipil, akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945,
Negara dan Pemerintah;
Bahwa saya, akan mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya dengan penuh
pengabdian, kesadaran dan tanggungjawab;
Bahwa saya, akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan Negara, Pemerintah dan
martabat Pegawai Negeri, serta akan senantiasa mengutamakan kepentingan Negara
daripada kepentingan saya sendiri, seseorang atau golongan;
Bahwa saya, akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut
perintah harus saya rahasiakan; Bahwa saya, akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan
bersemangat untuk kepentingan Negara.
Pasal 27
Setiap Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk memangku sesuatu jabatan tertentu wajib
mengangkat Sumpah/Janji Jabatan Negeri.
Pasal 28
Pegawai Negeri Sipil mempunyai Kode Etik sebagai pedoman sikap, tingkah laku, dan
perbuatan di dalam dan di luar kedinasan.
Pasal 29
Dengan tidak mengurangi ketentuan dalam peraturan perundang- undangan pidana, maka
untuk menjamin tata tertib dan kelancaran pelaksanaan tugas, diadakan Peraturan Disiplin
Pegawai Negeri Sipil.
Pasal 30
(1) Pembinaan Jiwa Korps, Kode Etik, dan Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil tidak boleh
bertentangan dengan Pasal-pasal 27 dan 28 Undang-Undang Dasar 1945.
(2) Ketentuan lebih lanjut tentang pelaksanaan Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945, akan
diatur tersendiri.
Bagian Keenam
Pendidikan dan Latihan
Pasal 31
Untuk mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya, diadakan pengaturan
pendidikan serta pengaturan dan penyelenggaraan latihan jabatan Pegawai Negeri Sipil yang
bertujuan untuk meningkatkan pengabdian, mutu, keahlian, kemampuan, dan ketrampilan.
Bagian Ketujuh
Kesejahteraan
Pasal 32
(1) Untuk meningkatkan kegairahan bekerja, diselenggarakan usaha kesejahteraan Pegawai
Negeri Sipil.
(2) Pegawai Negeri Sipil dan keluarganya pada waktu sakit atau melahirkan, berhak
memperoleh bantuan perawatan kesehatan.
(3) Pegawai Negeri Sipil yang meninggal dunia, keluarganya berhak memperoleh bantuan.
(4) Penyelenggaraan kesejahteraan yang dimaksud dalam ayat-ayat (1), (2) dan (3) pasal ini
diatur dan dibina oleh Pemerintah.
Bagian Kedelapan
Penghargaan
Pasal 33
(1) Kepada Pegawai Negeri Sipil yang telah menunjukkan kesetiaan atau berjasa terhadap
Negara atau yang telah menunjukkan prestasi kerja yang luar biasa baiknya, dapat
diberikan penghargaan.
(2) Penghargaan yang dimaksud dalam ayat (1) pasal ini dapat berupa tanda jasa atau bentuk
penghargaan lainnya.
Bagian Kesembilan
Penyelenggaraan Pembinaan Kepegawaian
Pasal 34
Untuk menjamin kelancaran pembinaan Pegawai Negeri Sipil, dibentuk badan yang membantu
Presiden dalam mengatur dan menyelenggarakan pembinaan Pegawai Negeri Sipil.
Bagian Kesepuluh
Peradilan Kepegawaian
Pasal 35
Penyelesaian sengketa di bidang kepegawaian dilakukan melalui peradilan untuk itu, sebagai
bagian dari Peradilan Tata Usaha Negara yang dimaksud dalam Undang-undang Nomor 14
Tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman.
Bagian Kesebelas
Lain-lain
Pasal 36
Perincian tentang hal-hal yang dimaksud dalam Pasal 5 sampai dengan Pasal 35 Undangundang
ini diatur lebih lanjut dengan peraturan perundang-undangan.
BAB IV
PEMBINAAN ANGGOTA ANGKATAN BERSENJATA REPUBLIK INDONESIA
Pasal 37
Pembinaan Anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia diatur dengan peraturan
perundang-undangan tersendiri.
BAB V
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 38
Pada saat berlakunya Undang-undang ini, segala peraturan perundang-undangan yang ada di
bidang kepegawaian yang tidak bertentangan dengan Undang-undang ini, tetap berlaku selama
belum diadakan yang baru berdasarkan Undang-undang ini.
BAB VI
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 39
Pada saat berlakunya Undang-undang ini, dinyatakan tidak berlaku lagi :
a. Undang-undang Nomor 18 Tahun 1961 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kepegawaian
(Lembaran Negara Tahun 1961 Nomor 263);
b. Undang-undang Nomor 21 Tahun 1952 tentang Menetapkan Undang- undang Darurat
tentang Hak Pengangkatan dan Pemberhentian Pegawai-pegawai Republik Indonesia
Serikat (Undang-undang Darurat Nomor 25 dan 34 Tahun 1950) sebagai Undang-undang
Republik Indonesia (Lembaran Negara Tahun 1952 Nomor 78);
c. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1957 tentang Penetapan Undang-undang Darurat Nomor
13 Tahun 1957 (Lembaran Negara Tahun 1957 Nomor 58) tentang Menambah Undangundang
Nomor 21 Tahun 1952 (Lembaran Negara Tahun 1952 Nomor 78) tentang
“Menetapkan Undang-undang Darurat tentang Hak Pengangkatan dan Pemberhentian
Pegawai-pegawai Republik Indonesia Serikat (Undang-undang Darurat Nomor 25 dan 34
Tahun 1950) sebagai Undang-undang Republik Indonesia”, sebagai Undang-undang
(Lembaran Negara Tahun 1957 Nomor 100);
d. Undang-undang Nomor 17 Tahun 1961 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 21
Tahun 1952 tentang Hak Mengangkat dan Memberhentikan Pegawai Negeri Sipil
(Lembaran Negara Tahun 1961 Nomor 259).
Pasal 40
Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam Undang-undang ini, diatur lebih lanjut
dengan peraturan perundang-undangan.
Pasal 41
Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya,memerintahkan pengundangan Undangundang
ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia
Disahkan di Jakarta,
pada tanggal 6 Nopember 1974
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
SOEHARTO
JENDERAL TNI.
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 6 Nopember 1974
MENTERI/SEKRETARIS NEGARA
REPUBLIK INDONESIA,
SUDHARMONO, S H.

Sumber : http://www.bkn.go.id

UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1974 TENTANG POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN

uu_no_8_1974

‘Omzet’ Suap Penerimaan CPNS Capai Rp 25 Triliun Per Tahun

JAKARTA, NIASONLINE – ‘Bisnis’ jual beli formasi calon pegawai negeri sipil terjadi merata di seluruh Indonesia. Praktik bayar setoran agar diluluskan menjadi PNS itu sudah menjadi kelaziman dan bisnis menggiurkan. Nilai setoran, tidak lagi 5, 10, 20 atau 25 juta, tetapi kini, 50 juta ke atas.

Ketua Komisi II DPR RI Taufik Effendi membenarkan hal itu. bahkan, kata dia, dalam setahun, dana yang digunakan untuk keperluan suap untuk masuk CPNS tersebut, mencapai Rp 25 triliun per tahun, untuk seluruh Indonesia.

“Praktek perdagangan calon pegawai ini nilainya sangat besar sekitar Rp 20 sampai Rp 25 triliun per tahun. Dan ini telah merusak sendi-sendi moralitas pegawai aparatur sipil negara. Apalagi banyak pelamar yang enggan melaporkan tindakan aparatur tersebut,” ungkap Taufik dalam rapat dengar pendapat dengan Menteri Pendayagunaan Aparat Negara dan
Reformasi Birokrasi EE Mangindaan di Jakarta, pekan lalu.

Taufik menjelaskan, pihaknya mendapat laporan bahwa praktik jual beli formasi CPNS itu dilakukan oleh oknum pegawai otoritas kepegawaian pusat dan para pimpinan di daerah. Di tingkat pusat, formasi itu dihargai 5-10 juta per pegawai. Tetapi di daerah, para pejabat berwenang menaikkannya berlipat ganda hingga Rp 75-150 juta, tergantung posisi dan jabatannya.

Mengatasi masalah itu, kata dia, Komisi II DPR RI akan mengubah Undang-Undang (UU) Pokok Kepegawaian menjadi RUU Aparatur Sipil Negara (ASN). RUU yang merupakan inisiatif DPR tersebut diharapkan bisa mengurangi praktik perdagangan penerimaan calon pegawai negeri sipil tersebut.

Di Pulau Nias, Tarifnya Berapa?

Dari berbagai informasi yang dihimpun oleh Nias Online beberapa waktu lalu, praktik itu terjadi merata di semua daerah di Kepulauan Nias. Nilainya, Rp 40-50 juta bahkan lebih. Tidak sedikit warga yang menjual harta benda, tanah ataupun berutang demi ‘meluluskan’ anaknya menjadi PNS. Bahkan, setoran itu tetap harus disediakan meski si peserta tes CPNS sebenarnya dari sisi kemampuan akademisnya lulus murni.

Dari lima kepala daerah di Pulau Nias, adalah Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi yang terang-terangan berkomitmen menghentikan praktik setor pada penerimaan CPNS tersebut di wilayahnya. Praktik serupa juga akan dihentikan pada penempatan pejabat pada semua posisi.

Komitmen itu, kata dia, sebagian bagian dari pemberantasan korupsi yang juga jadi salah satu janji kampanyenya akhir 2010 lalu. Dengan tidak adanya pungutan, maka diharapkan, CPNS ataupun pejabat yang ditempatkan pada posisinya tidak meminta pungutan kepada bawahannya atau di posisi penempatannya.

Banyak pihak meragukan apakah komitmen itu benar-benar akan terealisasi. Ada juga yang berpendapat bahwa pungutan itu tidak mungkin dihentikan, cuma modusnya diubah. Apakah itu semua benar-benar seperti yang dikomitmenkan, kita tunggu saja buktinya di lapangan. (EN)

 

 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 103 pengikut lainnya.