Beranda > Tesis > PERILAKU MEROKOK PADA PELAJAR SMP 2 MATTIRO BULU KABUPATEN PINRANG

PERILAKU MEROKOK PADA PELAJAR SMP 2 MATTIRO BULU KABUPATEN PINRANG

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada tataran dunia merokok telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar. Diprediksi sekitar 10 juta orang akan meninggal per tahun menjelang tahun 2030. Di Negara-negara berkembang angkanya akan menjadi 70 persen. Organisasi kesehatan dunia (WHO), mengungkapkan bahwa meningkatnya jumlah korban akibat merokok di Negara-negara miskin akan menambah kemiskinan dan penyakit. Pada hari Dunia Tanpa Rokok, badan PBB menyatakan, merokok merenggut korban setiap enam setengah detik dan banyak lagi orang tewas akibat penyakit yang berkaitan dengan rokok.( http://www.kompas.com.tgl 2 Juni 2007)

Di Indonesia masalah rokok menjadi masalah nasional karena menyangkut berbagai strata sosial dibidang kehidupan, seperti kesehatan, ekonomi, dan sosial. Diperkirakan sekitar 70 persen penduduk Indonesia atau 141,44 juta jiwa merupakan perokok aktif dan 60 persen atau 84,84 juta jiwa diantaranya berasal dari masyarakat ekonomi lemah (miskin). Demikian data Depkes yang dikutip dikompas tanggal 2 Juli 2004.

Data tersebut diatas berkaitan dengan kampanye Hari Tanpa Tembakau Dunia 2004, yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2004 lalu, juga diungkapkan proporsi pengeluaran rata-rata untuk pembelian rokok/tembakau terhadap pendapatan rumah tangga pada tahun 2001 sekitar 9,1 persen untuk kelompok berpenghasilan paling rendah dan 7, 47 persen pada kelompok berpenghasilan tinggi.

Merupakan sebuah fakta pula bahwa lebih dari 43 juta anak Indonesia berusia 0 – 14 tahun tinggal dengan perokok, dan terpapar asap rokok di lingkungannya. Anak yang terpapar asap rokok dilingkungannya mengalami pertumbuhan paru yang lambat dan lebih mudah terkena infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga, dan asma, dan diperkirakan sekitar satu dari tiga (31, 5 persen) orang dewasa di Indonesia merokok. ( http://www.kompas.com.tgl 2 Juni 2007).

Perokok berpenghasilan rendah mengkomsumsi 10 batang rokok perhari sedangkan yang berpenghasilan tinggi mengkomsumsi sekitar 12,5 batang rokok perhari. Pengeluaran keluarga untuk produk tembakau ternyata juga lebih tinggi dari pada membeli ikan (6,2%), sayur-sayuran (5,1%). Serta daging, telur dan susu (6,4%). Secara makro kerugian keuangan masyarakat pada tahun 2001 sekitar Rp. 54,1 triliun, sedangkan anggaran Depkes tahun 2000 hanya berjumlah Rp. 2,913 triliun.(www.kompas.com.tgl 2 Juni 2007)

Sikap sebagian remaja Indonesia telah menganggap bahwa merokok adalah sebuah kebutuhan yang tidak bisa dielakkan, kebutuhan untuk “gaul”, kebutuhan untuk santai dan berbagai alasan lain yang membuat rokok adalah hal biasa. Dampak rokok itu sendiri meningkat justru pada perokok pasif yaitu orang yang tidak merokok tapi menghisap atau terkena paparan rokok orang lain. Remaja juga merupakan kelompok tertinggi yang rentang terhadap pengaruh iklan, baik media massa (cetak dan elektronik) maupun papan iklan dipinggir jalan ( Biilboard ). Sekitar 86 persen remaja didunia menghisap satu jenis merek rokok yang paling sering diiklankan, terutama televisi sedangkan orang dewasa hanya 30 persen yang memilih jenis rokok yang sama meskipun kemungkinannya mereka lebih sering menyaksikan iklannya dibandingkan remaja. (Mau Serabi, 2003).

Kebiasaan merokok nampaknya kian digemari oleh hampir semua kalangan, termasuk kalangan pelajar khususnya pelajar salah satu SMP di Pinrang yang memiliki kebiasaan merokok baik dilingkungan sekolah maupun diluar. Perilaku merokok di institusi pendidikan khususnya kalangan pelajar SMP merupakan suatu fenomena . Berbagai faktor yang mendukung perilaku merokok ini antara lain, penilaian dan persepsi pelajar terhadap perilaku merokok sebagai wujud dari kejantanan, kedewasaan dan memiliki jiwa anak muda sebagaimana yang digambarkan lewat iklan rokok terutama televisi. Selain itu faktor karena meniru teman, anggota keluarga, model atau panutan dan pengaruh keperibadian. (Budijono, A. 2001)

Fenomena merokok di kalangan pelajar SMP ternyata belum memperlihatkan dampak positif sama sekali. Hal inilah yang akan di kaji lebih mendalam, selain penyebab perilaku beresiko tersebut juga akan diteliti dan dieksplorasi tentang efek dari merokok tersebut terhadap prestasi belajar.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas maka penulis merumuskan masalah “ mengapa perilaku merokok dapat terjadi pada pelajar SMP 2 Mattiro Bulu Kabupaten Pinrang“

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk memperoleh informasi dan gambaran tentang penyebab perilaku merokok pada pelajar SMP 2 Mattiro Bulu Kabupaten Pinrang.

2. Tujuan khusus
a. Untuk mendapatkan informasi perilaku merokok karena pengaruh teman atau orang lain.
b. Untuk mendapatkan informasi perilaku merokok karena pengaruh orang tua dan keluarga
c. Untuk mendapatkan informasi perilaku merokok karena pengaruh iklan rokok ditelevisi
d. Untuk mendapatkan informasi perilaku merokok karena factor keperibadian atau aspek psikologis

D. Keaslian Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian perilaku merokok dapat terjadi pada pelajar SMP 2 Mattiro Bulu yang pertama kali dilakukan. Dalam berbagai literatur dapat ditemukan penelitian sejenis, namun penelitian ini menggunakan model analisis kualitatif. Diharapkan dapat menyajikan informasi yang lebih memadai dan berbeda dari penelitian sejenis.

E. Manfaat Penelitian
a. Sebagai bahan informasi bagi instansi Kesehatan dan instansi terkait lainnya dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Pinrang
b. Sebagai bahan infomasi bagi peneliti selanjutnya dan sebagai bahan pustaka bagi masyarakat yang membutuhkan.
c. Memperluas wawasan dan menambah pengetahuan peneliti khususnya yang berhubungan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Umum Tentang Perilaku
Perilaku dipandang dari segi biologis adalah salah satu kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan. Jadi perilaku manusia pada hakekatnya adalah suatu akltivitas daripada manusia itu sendiri. Oleh karena itu perilaku manusia mempunyai bentangan yang sangat luas mencakup : berjalan, berbicara, berpakaian dan lain sebagainya. Dapat diartikan apa yang dikerjakan oleh organisme baik yang dapat diamati secara langsung ataupun yang dapat diamati secara tidak langsung.

Perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan dipelajari. Di dalam proses pembentukan dan perubahan perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktordari dalam (intern) dan dari luar (ekstern) individu itu sendiri. Factor interen mencakup pengetahuan, kecerdasan, persepsi, emosi, motivasi, dan sebagainya yang berfungsi untuk mengolah rangsangan dari luar sedangkan factor eksteren meliputi lingkungan sekitar baik fisik maupun non fisik seperti iklim, manusia, social, sosial, ekonomi, kebudayaan dan sebagainya. Perilaku itu dibentuk melalui suatu proses dan berlansung dalam interaksi manusia dengan lingkungannya (Notoadmotjo, 2003)

Masalah perilaku merupakan penyebab timbulnya berbagai masalah kesehatan, para ahli kesehatan masyarakat sepakat bahwa untuk mengatasinya diperlukan suatu upaya dalam kesehatan masyarakat.
Melalui proses tersebut diharapkan terjadinya perubahan perilaku menuju tercapainya perilaku sehat. Dalam proses perubahan perilaku ini, perlu ditunjang perubahan sikap dan pengetahuan (Ngatimin, 2003)

1. Bentuk Perilaku
Secara operational perilaku dapat diartikan suatu respon seseorang terhadap ransangan (stimulus) dari subjek tertentu. Respon ini dua macam, yakni :
1. Bentuk pasif adalah respon internal yaitu yang terjadi didalam diri manusia dan tidak secara langsung dapat terlihat dari orang lain, misalnya berfikir, tanggapan (sikap batin) dan pngetahuan. Pengetahuan dan sikap merupakan perilaku yang terselubung (covert behavior)
2. Bentuk aktif yaitu apabila perilaku itu jelas dapat diobservasi secara langsung. Perilaku ini sudah tampak dalam bentuk tindakan nyata (over behavior) (Notoatmodjo, 2003)

2. Determinan perilaku
Perilaku ditentukan atau terbentuk dari 3 faktor, yaitu :
a. Faktor – faktor penguat (predisposing factors) yang terwujud dalam pengetahua, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai, dan sebagainya.
b. Faktor-faktor pendukung (Enabling factors)yang terwujud dalam lingkungan fisik, terrsedia atau tidak tersedianya fasilitas – fasilitas atau sarana-sarana.

c. Faktor-faktor pendorong (reinforcing factors) yang terwujud dalam sikap dn perilaku ptugas(provider) yang menjadi referensi perilaku masyarakat
( Syafar, 2000)

3. Ranah Perilaku
Perilaku manusia sangatlah kompleks dan mempunyai ruang lingkup yang sangatlah luas. Benyamin Bloom (1908), seorang ahli psikologi pendidikan, membagi perilaku itu kedalam 3 domain, meskipun domain tersebut tidak mempunyai batasan yang tegas dan jelas. Ketiga dominant tersebut antara lain ; cognitive (pengetahuan). affektif (sikap), psikomotort ( tindakan)

4. Sikap (Attitude)
Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seorang terhadap suatu stimulus atau objek. Dari batasan ini dapat disimpulkan bahwa sikap itu tidak dapat langsung dilihat, tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang ertutup. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksana motif tertentu. Sikap merupakan tindakan atau aktifitas, akan tetapi predisposisi dari tindakan atau perilaku. Sikap itu masih merupakan reaksi tertutup dan bukan reaksi atau tingkah laku terbuka. Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap objek dilingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek. Dalam penentuan sikap yang utuh ini, pengetahuan berpikir, keyakinan, dan emosi memegang peranan penting. (Notoadmodjo, 2003)
5. Praktek atau tindakan (psychomotor Domain)

Suatu sikap yang belum tentu secara otomatis dalam suatu tindakan (Overt Behavior). Untuk terwujudnya sikap agar menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan factor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan, antara lain adalah fasilitas. Disamping factor fasilitas, juga diperlukan factor pendukung dari pihak lain. Tujuan dari penekanan domain ini adalah kecenderungan pada keterampilan yang bersifat motorik. Menurut A. J. Harrow (1972). Psikomotor Domain terdiri dari 5 tingkatan, antara lain ;

1). Persepsi (Perception).
Mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil adalah merupakan praktek tingkat pertama. Seseorang berada pada posisi mampu mendeteksi kelainan berdasarkan adanya rangsangan pada pendengaran, penglihatan, ataupun pengecapan.

2). Tersusun (Set)
Bila seseorang berada pada posisi mampu dalam keadaan siap fisik, mental, dan emosional terhadap keadaan tertentu. Ia telah siap untuk bekerja.

3). Respon terpimpin (Guide Response)
Dapat melakukan sesuau sesuai dengan urutan yang benar sesuai dengan ontoh adalah merupakan indicator psikomotor tingkat dua. Subjek berada pada posisi memilki kemampuan untuk mengerjakan sesuatu asalkan dibawah bimbingan seorang instrutur.

4). Mekanisme ( Mecanisme)
Apabila seseorang telah melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis, atau sesuatu itu sudh merupakan kebiasaan, maka ia sudah mencapai praktek tingkat ini, subjek pun telah mampu bekerja secara lancar.

5). Adaptasi (Adaptasion)
Adaptasi adalah suatu praktek atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik artinya tindakan itu sudah di modifikasinya tanpa mengurangi kebenaran tindakan tersebut, (Ngatimin, 2002).

B. Tinjuan Umum Tentang Rokok
Tembakau dikenal sebelum tahun 1942 pada waktu Columbus menemukan benua amerika. Tanaman tembakau pertama kali di temukan di Amerika Selatan dan digunakan pertamakali di Amnerika utara,tetapi populernya di Eropa. Nama tembakau diberikan pada tanaman ini oleh karena sering diisap dengan pipa bercabang yang disebut tobacco yang dimasukkan kedalam lubang hidung yang dilakukan pada upacara tertentu.

Asal mual botani tembakau yaitu Nicotiana diambil dari nama duta besar Jean Nicot yang mengirim bibit tembakau pada permaisuri Francis Chaterina De Medecci sejak itu tembakau diperkenalkan secara luas di Prancis dan sekitarnyadan sampai pada seluruh Negara. (Jambornias, dkk 1999).

Menurut peraturan pemerintah RI No 81 tahun 1999 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan, pada Bab I ketentuan Umum, pasal 1 dalam peraturan pemerintah ini yang dimaksud dengan rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu yang dihasilkan dari tanaman Nicotina Tobacum, Nicotina Rustica, dan spesies lainnya atau sintesisnya, (Jambornias 2001).

Rokok pada dasarnya merupakan pabrik kimia farma asap rokok yang dihisap mengandung lebih dari 3000 (tiga ribu) jenis bahan kimia, yang secara umum dibagi dalam dua golongan besar yaitu komponen gas dan komponen berbahaya bagi kesehatan. Bahkan dari sebanyak tiga ribu unsur kimia tersebut, baru tujuh atus yang dikenal, (jambornias, J,dkk, 1999)diantaranya adalah :

1. Karbon Monoksida, sejenis gas yang tidak memiliki bau. Unsur ini dihasilkan oleh pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat arang atau karbon. Zat ini sangat beracun, jika zat ini terbawa dalam hemoglobin maka akan mengganggu kondisi oksigen dalam darah.

2. Nikotin, adalah cairan berminyak yang tidak berwarna dan dapat membuat rasa perih yang sangat. Nikotin menghalangi kontraksi rasa lapar, itu sebabnya seseorang tidak merasakan lapar karena merokok.

3. Ammonia, merupakan gas yang tidak berwarna yang terdiri ari nitrogen dan hydrogen. Zat ini sangat tajam baunya dan sangat merangsang. Begitu kerasnya racun yang ada pada ammonia sehingga kalau disuntikkan sedikitpun kepada peredaran darah akan mengakibatkan seorang pasien pingsan atau koma.

4. Formic acid, sejenis cairan yang kahs berwarna yang bergerak bebas dan dapat embuat lepuh. Cairan ini tajam dan menusuk baunya. Zat ini dapat menyebabkan seseorang seperti digigit semut.

5. Hydrogen Cyanide, sejenis gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak emiliki rasa. Zat ini merupakan at yang paling ringan, mudah terbakar, dan sangat efesien untuk menghalangi pernapasan, cyanid adalah salahsatu zat racun yang sangat berbahaya. Sedikit saja cyanide dimasukkan kedalam tubuh dapat menyebabkan kematian.

6. Nitrous Oxide, sejenis gas yang tidak berwarna dan bila terhisap dapat menyebabkan hilangnya pertimbangan dan mengakibatkan rasa sakit. Nitrous Oxide ini adalah zat yang pada mulanya dapat digunakan sebagai pembius waktu melakukan operasi para dokter.

7. Formaldehyde, sejenis gas yang tidak berwarna dan berbau tajam. Gas ini tergolong sebagai pengawet dan pembasmi hama. Gas ini sangat beracun keras terhadap organisme-organisme hidup.

8. Phenol, merupakan campuran dari kristal yang dihasilkan dar I distalsi beberapa zat organic seperti kayudan arang, serta diperoleh dari tar arang. Zat ini beracun dan membahayakan, karena phenol ini terikat ke protein dan menghalangi aktivitas enzim.

9. Acetol, adalah hasil pemanasan aldehide (sejenis zat yang tidak berwarna yang bebas bergerak) dan mudah menguap dengan alcohol.

10. Hydrogen sulfide, sejenis gas yang beracun yang gampang terbakar dengan bau yang keras. Zat ini menghalangi oxida enzim (zat besi yang berisi figmen).

11. Pyridine, sejenis zat yang tidak berwarna dengan bau yang tajam. Zat ini dapat digunakan mengubah alcohol sebagai pelarut dan pembunuh hama.

12. Methyl chloride, adalah campuran dari zat-zat bervalensi satu antara hydrogen dan karbon merupakan unsurnya yang terutama. Zat ini merupakan com[pound organis yang dapat beracun.

13. Methanol, sejenis cairan ringan yang gampang menguap dan mudah terbakar. Meminum atau menghisap methanol dapat mengakibatkan kebutaan bahkan kematian

14. Tar, sejenis cairan yang kental berwarna coklat tua atau hitam. Tar terdapat dalam rokok yang terdiri dari ratusan bahan kimia yang menyebabkan kanker pada hewan. Bila mana zat tersebut diisap waktu merokok akan mengakibatkan kanker paru-paru.

C. Tinjauan Umum Tentang Penyebab Merokok
Secara umum banyak hal yang memicu sehingga perilaku merokok bisa muncul. Mereka dikatakan perokok sangat berat adalah bila mengkomsumsi rokok lebih dari 31 batang per hari dan selang merokoknya lima menit setelah bangun pagi. Perokok berat merokok sekitar 21 – 30 batang sehari dan selang waktu sejak bangun pagi berkisar antara 6 – 30 menit. Perokok sedang menghabiskan rokok 11 – 21 batang dengan selang waktu 31 – 60 menit setelah bangun pagi. Perokok ringan menghabiskan rokok sekitar 10 batang dengan selang waktu 60 menit dari bangun pagi.

1. Penyebab Remaja Merokok
Penyebab perilaku remaja merokok muncul barmacam-macam, antara lain :
a. Pengaruh orang tua dari keluarga sejak kecil
Salah satu temuan tentang alasan merokok adalah bahwa remaja yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding remaja yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia ( baer dan Corado dalam Mu’tadin, pengantar psikologi,1999)

Remaja yang berasal dari kelurga konservatif yang menekankan nilai-nilai social dan agama yang baik dengan tujuanjangka panjang lebih sulit untuk terlibat dengan perokok /tembakau/obat-obatan dibandingkan dengan keluarga yang permisif dengan penelkanan pada falsafah “ kerjakan urusanmu sendiri-sendiri”, dan yang paling kuat pengaruhnya adalah bila orang tua sendiri menjada figur contoh yaitu sebagai prokok berat, maka anak-anaknya akan mungkin sekali untuk mencontohnya.

Perilaku merokok lebih banyak didapati pada mereka yan tinggal dengan satu orang tua (single parents). Remaja akan lebih cepat berperilaku sebagai perokok bila ibu mereka merokok daripada ayah yang merokok, hal ini terlihat pada remaja puteri (Al Bachri, Buletin RSKO, tahun IX, 1991). Dari kebiasaan yang terbawa sampai mereka dewasa.

b. Pengaruh orang lain atau teman

Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian sebaliknya. Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama perokok tadi terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan teman-teman perokok tersebut dipengaruhi oleh diri perokok tersebut yang semua akhirnya menjadi perokok. Diantara perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok.

c. Faktor kepribadian
Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Namun satu sifat kepribadian yang bersifat prediktif pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok) ialah konformitas social. (Atkinson dalam Mu;tadin, 1999).

d. Pengaruh iklan
Melihat iklan dimedia massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat perokok khusunya remaja seringkali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut. (Mu’ tadin, http://www.e-psikologi.com,2007)

2. Aspek Psikologis Remaja Merokok
Menurut Silvan Tomkins (dalam Al bachri, 1991) ada 4 tipe perilaku merokok berdasarkan Management of affect teory, ke empat tipe tersebut yaitu :
a. merokok yang dipengaruhi oleh perasaan positif. Dengan merokok seseorang merasakan penambahan rasa yang positif. Green (dalam psychological factor in smoking, 1978) menambahkan 3 sub tipe ini :
1) Pleasure relaxation, perilaku merokok hanya untuk menambah atau meningkatkan kenikmatan yang sudah didapat, misalnya merokok setelah minum kopi atau makanan.

2) Stimulation to pick them up. Perilaku merokok hanya dilakukan sekedarnya untuk menyenangkan perasaan.

3) Pleasure of handling the cigarette. Kenikmatan yang diperoleh dengan memegang rokok. Sangat spesifik pada perokok pipa. Perokok pipa akan menghabiskan waktu untuk mengisi pipa dengan tembakau sedangkan untuk menghisapnya hanya dibutuhkan waktu beberapa menit saja.
b. Perilaku merokok yang dipengaruhi oleh perasaan negatif. Banyak orang yang menggunakan rokok untuk mengurangi perasaan negatif, misalnya bila ia marah, cemas, gelisah, rokok dianggap sebagai penyelamat.

c. Perilaku merokok yang adiktif oleh Green disebut psychological addition mereka yang sudah adiksi, akan menambah dosis rokok yang digunakan setiap saat setelah efek dari rokok yang dihisapnya berkurang. Mereka umumnya akan pergi keluar rumah membeli rokok, walau tengah malam sekalipun, karena ia khawatir kalau rokok tidak tersedia setiap saat ia menginginkannya.

d. perilaku merokok yang sudah menjadi kebiasaan. Mereka menggunakan rokok sama sekali bukan karena untuk mengendalikan perasaan mereka, tetapi karena benar-benar sudah menjadi kebiasaan rutin. Seringkali tanpa dipikirkan dan tanpa disadari. Ia menghidupkan api rokoknya bila rokok yang terdahulu telah benar-benar habis. (Mu’tadin, http://www.e-psikologi,com,2007)

Tempat merokok juga mencerminkan pola perilaku perokok, berdasarkan tempat-tempat dimana seseorang menghisap rokok, maka dapat digolongkan atas :
a. Merokok ditempat-tempat umum/ruang Publik
1). Kelompok homogen (sama-sama perokok), secara bergerombol mereka menikmati kebiasaannya. Umumnya mereka masih menghargai orang lain, karena itu mereka menempatkan diri di smoking area
2). Kelompok yang heterogen (merokok ditengah orang –orang lain yang tidak merokok, anak kecil, orang jompo, orang sakit, dll). Mereka yang merokok ditempat tersebut, tergolong sebagai orang yang tidak berperasaan, kurang etis, dan tidak mempunyai tata krama.
b. Merokok ditempat yang bersifat pribadi
1). Dikantor atau dikamar tidur pribadi. Mereka yang memilih tempat-tempat seperti ini sebagai tempat merokok digolongkan kepada individu yang kurang menjaga kebersihan diri, penuh dengan rasa gelisah yang mencekam.
2). Di toilet, perokok jenis ini dapat digolongkan sebagai orang yang suka berfantasi.

D. Tinjauan Umum Tentang Iklan Rokok
Iklan rokok adalah kegiatan untuk memperkenalkan, memasyarakatkan, dan atau mempromosikan rokok dengan atau tanpa imbalan kepada masyarakat dengan tujuan mempengaruhi konsumen agar menggunakan rokok yang ditawarkan, yang selanjutnya disebut iklan (Nahatans, V,L.1999).

Iklan dan promosi rokok hanya dapat dilakukan oleh setiap orang yang memproduksi dan atau yang memasukkan kedalam wilayah Indonesia. Iklan sebagaimana yang dimaksud diatas hanya dapat dilakukan dimedia cetak dan atau media luar ruangan. Adapun materi iklan sebagaimana yang dimaksud diatas, dilarang :
1. Meransang atau menyarankan untuk merokok
2. Mengambarkan atau menyarankan bahwa rokok memberi manfaat bagi kesehatan
3. Memperagakan atau menggambarkan dalam bentuk gambar, tulisan atau gabungan keduanya, rokok atau orang yang sedang merokok atau mengarah pada orang yang sedang merokok.
4. ditunjukkan atau menampilkan dalam bentuk gambar atau tulisan anak-anak atau wanita hamil
5. mencatumkan nama produk yang bersangkutan adalah rokok
Untuk iklan rokok yang ditayangkan pada telivisi telah diatur dengan ketentuan bahwa iklan rokok pada televisi baru ditayangkan pada pukul 21.30 WIB. (www. Promosikesehatan. Com)

E. Tinjauan Umum Tentang Remaja
Remaja adalah masa peralihan antara anak-anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun (handayani, N.M,2003). Defenisi remaja menurut WHO (1974) secara konseptual berdasarkan tiga kategori yaitu biologis, psikologis dan sosiologis. Berdasarkan tiga kriteria tersebut maka remaja merupakan masa-masa dimana :
1. Individu berkembang mulai saat pertamakali menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat mencapai kematangan seksual.
2. Individu mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari masa anak-anak menjadi dewasa.
3. Terjadi peralihan ketergantungan sosial ekonomi yang kepada keadaan yang relatif mandiri.
Berdasarkan hal tersebut diatas WHO menetapkan batas usia 10 – 20 tahun sebagai batasan usia remaja yang selanjutnya dibedakan menjadi dua kateori yaitu remaja awal 10 – 14 tahun dan remaja akhir 15 – 20 tahun. Periode remaja sesuai dengan tingkatannya disekolah tempat remaja tersebut berada dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu remaja awal, remaja menengah, dan remaja akhir.
1. Remaja awal adalah siswa SMP atau SMU dengan usia 12 – 15 Tahun.
2. Remaja menengah adalah siswa SMU berusia 15 – 18 Tahun, kelompok usia remaja menengah disebut juga kelompok remaja penuh (Depkes RI, 1994). Pertumbuhan saat fisiknya sudah mendekati orang dewasa sehingga menganggap dirinya sudah dewasa tetapi emosinya masih labil.
3. Remaja akhir adalah remaja berusia 18-23 tahun, umumnya kelompok akhir telah tamat SMU atau menjadi mahasiswa. Secara fisik sudah seperti orang dewasa. Emosinya sudah menjadi tenang dan stabil. Mulai dapat berpikir rasional karena sudah berpengalaman melampaui masa-masa awal dan menengah. Tujuan hidup remaja akhir sudah lebih terarah, mulai serius memikirkan dan mempersiapkan masa depan. Ruang lingkup pergaulannya lebih luas dan sudah bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

BAB III
KERANGKA KONSEP

A. Dasar pemikiran Variabel Yang Diteliti
Perilaku manusia mempunyai pengaruh terhadap status kesehatan individu, kelompok maupun masyarakat. Perilaku itu sendiri adalah sesuatu yang kompleks, merupakan resuitante dari berbagai macam aspek internal maupun eksternal, psikologis maupun fisik, oleh karena sedemikian kompleksnya sehingga diperlukan pemahaman dan analisis secara mendalam.

Remaja adalah cikal bakal generasi penerus pembangunan bangsa dan sumber daya manusia. Mereka harus menjadi generasi berkualitas, memiliki keunggulan kompetitif dan kemampuan untuk bertahan serta berkembang dalam terpaan ancaman pengaruh globalisasi, karena itu status kesehatan bagi para remaja merupakan salah satu hal yang cukup memerlukan perhatian yang lebih serius, karena itu merupakan komponen yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Status kesehatan optimal akan membentuk generasi yang berbadan dan jiwa sehat.

Pengaruh iklan rokok pada televisi yang sering mencitrakan bahwa rokok adalah simbol kejantanan, jagoan, cool, dewasa, dikeliling banyak wanita cantik dan mewakili jiwa anak muda merupakan salah satu faktor pendukung remaja merokok. Belum lagi karena pengaruh teman atau orang lain dengan tawaran sebagai aksi solidaritas kebersamaan sebagai teman juga menjadi penyebab remaja merokok. Dalam suatu temuan bahwa keluarga yang mengajarkan seorang remaja merokok, karena terpapar oleh orang tua yang selalu merokok.

Penelitian ini kami fokuskan pada remaja SMP yang berumur kira-kira antara 12 – 15 tahun. Pada usia ini remaja tersebut dalam tinjauan psikologis belum punya kesadaran yang kritis atas perilaku yang dilakukan melainkan kesadaran yang masih di adopsi. Dari penjelasan diatas tentang banyak hal penyebab perilaku merokok maka peneliti akan fokuskan penelitian pada objek perokok mengapa perlu perilaku beresiko tersebut dilakukan dan faktor dominan yang mempengaruhi remaja merokok. Juga hal yang penting diekplorasi adalah akibat merokok terhadap prestasi belajar.

B. Bagan Kerangka Konsep
Dari dasar pemikiran tersebut maka disusunlah suatu bagan yang akan diteliti sebagai berikut : XXXXX

C. Defenisi Operasional
1. Teman / orang lain yang dimaksud dalam penelitian ini yakni seseorang yang dapat diajak berdiskusi dan bertukar pikiran akan perkembangan yang sedang terjadi
2. Keluarga/orang tua yang dimaksud dalam penelitian ini yakni dapat memberikan masukan serta nasehat akan sesuatu yang salah dan yang benar
3. Iklan TV yang dimaksud dalam penelitian ini yakni informasi yang tidak terikat yang akan disampaikan kepada seseorang yang membutuhkan atau pun yang tidak membutuhkan informasi tersebut.
4. Aspek Psikologis yang dimaksud dalam penelitian ini yakni perilaku kejiwaan yang seseorang yang mudah untuk dipengaruhi

BAB IV
METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.

B. Informan Penelitian
Informan dalam penelitian ini terbagi atas informan biasa dan informan kunci. Sebagai informan biasa adalah yang memilki kebiasaan merokok khususnya anak lelaki dengan usia kira-kira antara 12 – 15 tahun, sedangkan informan kunci adalah guru SMP 2 Mattiro Bulu dan guru bimbingan konseling (BK). Penelitian ini diambil dengan tekhnik purpossive sampling, berdasarkan teori kualitatif naturalistic sampai akhirnya data yang dibutuhkan cukup dan terjadi kejenuhan data.

C. Waktu dan Tempat Penelitian
Lokasi penelitian adalah sekolah menengah pertama (SMP) 2 Mattiro Bulu Kabupaten Pinrang, dan akan dilaksanakan bulan April 2008

D. Teknik Pengumpulan Data
Data primer dikumpulkan melalui observasi partisipasi (pengamatan berperan serta) dan wawancara (indeph interview), menggunakan pedoman wawancara dengan bantuan tape record dan catatan lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan Guru BP yang ada di SMP 2 Mattiro Bulu.

E. Teknik Pengolahan Data
Data yang diperoleh melalui wawancara dan observasi diolah dalam bentuk catatan lapangan kemudian dilakukan analisis data dengan cara analisis izi (content analysis)

F. Penyajian Data
Analisis data dilakukan dengan tehnik analisis isi (countent analysis) yaitu dengan menggunakan kelompok-kelompok tertentu kemudian mengklasifikasikan data tersebut dengan kriteria tertentu serta melakukan prediksi-prediksi dengan analisis isi setiap hasil komunikasi. Dari analisis kemudian disajikan dalam bentuk data yang telah dikelompokkan dan direduksi dalam tabel (Burhan Bungin, 2003).

DAFTAR PUSTAKA

  • Adam Arlin, Pedoman Pendamping Bagi Petugas Lapangan Untuk Komunikasi Perubahan Perilaku, Makassar, Yayasan Kra-Aids Indonesia, 2001
  • Aswar Azrul, konferensi Nasional Promosi Kesehatan Ke-3: Menata Pembangunan Kesehatan dan Sistem Kesehatan Nasional Menuju Indonesia Sehat 2010, Yokyakarta, 2003
  • Bunging Burhan, Metodologi Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metodologis ke arah Ragam Varian Kontemporer, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta 2002.
  • __________________, Analsis Data Kualitatif : Pemahaman Filofis dan Metodologis ke arah Penguasaan Model Aplikasi, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarata. 2003
  • Dachori, Konfrensi Nasional Promosi Kesehatan Ke-3 : Membumikan Promosi Kesehatan dalam Berbagai Program dan tatanan Menuju Indonesia Sehat 2010, Yokyakarta 2003.
  • _____________, Upaya Peningkatan Kesehatan (Promosi Kesehatan, Health Promotion). Jakarta, januari 2003.
  • Danim. S, Metode Penelitian untuk ilmu-ilmu Perilaku, Bum Aksara, Jakarta, 2000
  • Depertemen Kesehatan 2001, Buku Paduan Strategi Promosi Kesehatan di Indonesia, Jakarta 1998.
  • Ewles, L. Dkk, Promosi Kesehatan; Petunjuk Praktis Edisi Kedua, Gajah Mada University Press, Yokyakarta 2001
  • Fakih, Mansur dkk, Pendidikan Populer Membangun Kesadaran Kritis, Pustaka Pelajar, Yokyakarta 2001
  • Green, Physicological Faktor In Smoking, 1978 (http://www. e-psikologi.com)2007
  • Jambormias, J.L. Upaya Penanggulangan Rokok dan Alkohol di kalangan remaja, Penerbit LPPM STT Rante Pao, Cetakan Pertama, tanah Toraja, 1999
  • Moleong Lexy, Metodologi Penelitian Kualitatif, Penerbit PT Remaja Rosdakarya, Bandung 2004
  • Muhadjir Noeng. H, Metode Penelitian Kualitatif, Edisi IV, Rake Sarasin, Yogyakarta, 2000
  • Mu’Tadin. Z, Remaja dan Rokok, (http://www.e-psikologi.com)7 Juni 2007
  • Nahattands. L, Penjelasan atas Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2003 Tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan, (http://www.Detic Health.com), 2007
  • Notoadmodjo. S, Metodologi Penelitian Kesehatan, PT. Rineka Cipta, jakarta 2002
  • ________________, Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, PT. Rineka Cipta, jakarta 2003.
  • Ngatimin. R, Ilmu Perilaku Kesehatan, Cetakan Revisi ke-12, Yayasan “PK-3”Makassar 2003
  • Rutamardji. H, Pola Merokok Pelajar Sekolah lanjutan di Jakarta. Majalah Kesehatan Masyarakat, Tahun XIV, Jakarta: IAKMI, 1995
  • Sanderson, S.K, Makro sosiologi, Edisi Kedua, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta 2003
  • Sampoerno, D. Paradigma Sehat dan Promosi Kesehatan di saat Krisis, Universitas Indonesia, Jakarta 2003.
  • Tawil Risal, Panduan Penulisan Skripsi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan, Pinrang, 2008
  • _____________, Depkes: 70 Persen Penduduk Indonesia Perokok Aktif, (http://www.Kompas.com) 2 Juni 2007
  • ____________, Rokok Penyebab 22,6 Persen Kematian, (http://www. Kompas.cam) 2 Juni 2007
  • ____________, WHO: Setiap 6,5 Detik, Seorang tewas Akibat Rokok, (http://www. Kompas.cam) 2 Juni 2007
  • ____________, Merokok Menghambat qi Gong Anda, (http://www. Kompas.cam) 2 Juni 2007
About these ads
  1. 22 Februari 2013 pukul 11:09 pm

    Hey I know this is off topic but I was wondering if you knew of any widgets I could add to my
    blog that automatically tweet my newest twitter updates.

    I’ve been looking for a plug-in like this for quite some time and was hoping maybe you would have some experience with something like this. Please let me know if you run into anything. I truly enjoy reading your blog and I look forward to your new updates.

  2. 23 Februari 2013 pukul 6:33 am

    There is a setting on the layout mate, I might know our web theme and what?

  3. 6 April 2013 pukul 6:22 am

    Today, I went to the beach with my kids. I found a sea shell and gave it to my
    4 year old daughter and said “You can hear the ocean if you put this to your ear.” She put the shell to her ear and screamed.
    There was a hermit crab inside and it pinched her ear. She
    never wants to go back! LoL I know this is completely off topic but I had to tell someone!

  4. 10 September 2013 pukul 8:06 pm

    I just like the helpful information yoou supply on your articles.
    I will bookmark your blog and take a look at again hete frequently.
    I am relatively certain I’ll learn lots of new stuff proper right here!
    Good luck for the following!

  5. 29 Oktober 2013 pukul 3:42 am

    To paraphrase the prominent Benjammin Franklin: There is noo shame
    in being ignorant, only in being unwilling tto
    learn. Thank you for helping me learn, so that I’m a tad bit less ignorant right now than I was the day before.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 103 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: