Beranda > Berita > Meneropong Pergerakan Harga Emas

Meneropong Pergerakan Harga Emas

INILAH.COM, Jakarta – Harga emas berfluktuatif, mencermati beberapa peristiwa penting yang akan terjadi dalam waktu dekat. Namun, bagaimana potensinya untuk jangka panjang?

Ahli strategi logam berharga BNP Paribas Anne-Laure Tremblay mengatakan, emas akan terus membaik sepanjang 2012 hingga 2013. Hal ini didorong oleh kemungkinan meningkatnya tindakan kebijakan oleh bank sentral.

“Beberapa langkah yang mungkin terjadi mencakup pemotongan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa dan Bank Rakyat China, serta pelonggaran kuantitatif lebih lanjut oleh Federal Reserve,” katanya, Rabu (20/6/2012).

Menurutnya, tindakan kebijakan moneter tersebut kemungkinan besar akan mendukung aksi beli emas. “Pelonggaran kuantitatif, atau perluasan neraca bank sentral, lebih menguntungkan bagi harga emas karena cenderung berimbas sangat negatif pada dolar AS dan juga meningkatkan ekspektasi inflasi,” kata Tremblay.

Saham di pasar Asia menguat Rabu (20/6/2012) dan euro terapresiasi atas ekspektasi krisis utang Eropa dan goyahnya pertumbuhan global akan mendorong bank sentral Federal Reserve untuk meluncurkan putaran stimulus moneter lanjutan.

Eropa pun mendapat dukungan dari para pemimpin dunia, untuk perbaikan zona euro yang ambisius namun lamban, bahkan tekanan yang dibangun di pasar keuangan untuk solusi cepat krisis utang.

Pemimpin G20 saat ini juga menunggu pertemuan puncak Uni Eropa pekan depan, di mana pejabat Eropa mengatakan akan meluncurkan proses panjang integrasi lebih dalam, dimulai dengan dorongan untuk kesatuan perbankan, dengan tujuan menyelesaikan rencana yang lebih besar pada Desember.

Di sisi lain, pemerintah Spanyol berhasil menjual lebih dari yang diharapkan pada lelang utang. Hal ini memicu beberapa optimisme sebagian besar pasar, termasuk minyak berjangka dan saham AS. Bagaimanapun, imbal hasil pada patokan surat utang Spanyol terus diperdagangkan di atas 7%.

Terkait potensi emas, World Gold Council meyakini, Bank sentral, sebagai pemegang terbesar emas, akan membeli lebih banyak emas tahun ini, ketimbang pembelian 456 ton pada 2011. Hal ini menyusul langkah diversifikasi cadangan devisa negara-negara. Bank sentral meningkatkan cadangan dalam emas untuk tahun ketiga berturut-turut, karena harga komoditas ini mengalami kenaikan tahunan 12 kali berturut-turut.

“Kami telah melihat banyak negara, terutama negara berkembang, membeli emas selama gejolak ekonomi,” kata Ashish Bhatia, manajer urusan pemerintahan di World Gold Council, di New York kemarin. “Apalagi penjualan dari bank sentral telah mengering beberapa tahun terakhir.” [ast]

Iklan
Kategori:Berita
  1. 17 Desember 2013 pukul 11:25 pm

    I loved as much as you will receive carried out right here.
    The sketch is tasteful, your authored subject matter stylish.
    nonetheless, you command get bought an impatience over that you wish be delivering the following.
    unwell unquestionably come more formerly again since exactly the same nearly
    a lot often inside case you shield this hike.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: