Beranda > Berita, Kesehatan > Bank Darah Rumah Sakit Tak Boleh Komersialkan Darah

Bank Darah Rumah Sakit Tak Boleh Komersialkan Darah

Jakarta – Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) bertanggung jawab atas tersedianya darah yang aman, berkualitas dan memiliki ketersediaan yang cukup untuk mendukung pelayanan kesehatan di rumah sakit. Dalam ketersediaan darah ditentukan oleh partisipasi masyarakat, selain itu ditunjang dengan fasilitas, sarana dan prasarana yang dapat menjamin ketersediaan darah yang cukup, aman dan berkualitas.

Data WHO melaporkan bahwa kebutuhan akan darah secara global setiap tahunnya meningkat 1% sementara jumlah darah yang didonasikan menurun sebanyak 1% setiap tahunnya. Di Indonesia, dari sekitar 4,5 juta kantong yang dibutuhkan pertahun (2% jumlah penduduk Indonesia), jumlah donasi kita masih sekitar 2,1 juta kantong dan baru sekitar 70% diantaranya yang berasal dari donor sukarela.

Demikianlah yang disampaikan Menteri Kesehatan, dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH pada seminar Hari Donor Darah Sedunia (20/06) yang mengangkat tema setiap pendonor darah adalah pahlawan.

Dalam arahan, Menkes melarang adanya komersialisasi darah yang sering dilakukan oknum rumah sakit dan perlunya efisiensi penggunaan darah.

“Kepada semua Rumah Sakit, jika perlu pemeriksaan tambahan bisa mengambil biaya tetapi jangan mengkomersialkan darah tersebut, jangan mengambil keuntungan dari kebutuhan pasien. Sedangkan kepada dokter agar lebih memperhatikan efisiensi penggunaan darah terhadap indikasi medis untuk transfusi darah,” ujar Menkes.

Mengatasi hal tersebut, perlu adanya kerjasama antara PMI, PDDI (Perhimpunan Donor Darah Indonesia) dan Kementerian Kesehatan untuk adanya cost sharing artinya jika pasien klas VIP / I bisa membayar lebih dan untuk klas III tidak dipungut biaya. Pada kesempatan itu, Menkes menerima Kartu Donor Darah DKI Jakarta yang diserahkan oleh Ketua Umum PDDI, Drs. H. Adang Daradjatun.

**Berita ini disiarkan oleh Subbag Humas Ditjen Bina Upaya Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon 021-5277734 atau alamat e-mail : humas.buk@gmail.com

Iklan
Kategori:Berita, Kesehatan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: