Beranda > Uncategorized > Sandarkan urusan pada Tuhan

Sandarkan urusan pada Tuhan

Kesadaran tercipta saat-saat memilih dan harus melihat dan memaksa dalam memiliki sebuah hal yang tak berarti bagi apa-apa. semuanya hanya boleh diberikan dan selalalu berharap akan adanya sandaran dari mata hati dalam memupuk citra dan rasa yang akan kita nikmati dalam keterpurukan persoalan dunia.

Banyak cerita yang tak terlepas dari ilmu dan pengalaman yang kita harus pasrahkan dan serahkan kepada yang pemilik sebenarnya.  ketika kebodohan yang selalu melampau yang akan membuat diri ini hilang kesadaran tentang buah dan manisnya dalam mengharumi perjalanan dunia. begitu banyak siklus-siklus baik positif maupun negatif diantara segelintir persoalan yang di perhadapkan, baik dari sisi individu, masyrakat, bisnis,hukum, perilaku sosial,budaya dst.

Dalam dunia yang penuh ketidakpastian ini, masihkah kita punya pengharapan kepada Tuhan??? Banyak orang sudah tidak punya pengharapan lagi, bahkan mereka menyangsikan keberadan Tuhan (imannya luntur). Percayalaha bahwa Allah yang kita sembaha dalam Tuhan Yesus Kristus lebih besar dari masalah kita. Tuhan tidak pernah terlambat menolong kita, bahkan peristiwa Lazarus (yang dianggap orang terlambat ) masih juga tidak terlambat bagi Tuhan.

Hanya akan ada satu arah pengharapan yang akan membuat diri ini untuk menyandarkan dalam menuntut keberhasilan yang selama ini masih belum terkabul mungkin dalam mengharapkan kesemuaan itu tidak hanya bisa untuk diterima begitu saja akan ada satu pokok yang harus bisa kita pengang dalam menikmati pahit dan manisnya hidup ini.

Orang beriman sadar betul bahwa Allah selalu menyediakan bimbingan kepada mereka dan tidak membebani melebihi kemampuan seseorang memikul. Di dalam Al-Qur’an, ratusan ayat memerintahkan manusia untuk bertawakal dan mematuhi Allah, salah satunya:

Katakanlah! Kami sekali-kali tidak akan ditimpa musibat, kecuali apa yang telah ditakdirkan Allah kepada kami; dan orang-orang yang beriman hendaklah bertawakal sepenuhnya kepada Allah itu.At-Taubah:51

Bertawakal itu sendiri memiliki arti “melakukan sesuatu sebaik-baiknya dan kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah. Tetapi konsep tawakal di dalam Al-Qur’an memberi arti lebih dari itu.

Dalam hal inilah perlu banyak proses pembelajaran yang berarti yang harus betul-betul dipahami dan dimaknai dalam proses hidup dan kelangsungan dalam memilih sebuah forsi pencapaian dalam titik terakhirt. seperti pepetah konsep orang-orang cerdas selalu mengatakan bahwa  bergerask menuju kesempurnaan.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: