Beranda > Berita > Dianggap Curang, KPUD Didemo

Dianggap Curang, KPUD Didemo

PINRANG,UPEKS–Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa (FK-BEM) dan Komunitas Masyarakat Pinrang (KOMPI) Bersatu, mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pinrang. Aksi yang diwarnai orasi dan pembakaran ban bekas di depan kantor KPUD tersebut mendapat pengawalan ekstra ketat dari aparat Polres Pinrang. Dalam orasinya, peserta aksi menuntut KPUD Pinrang untuk melakukan seleksi ulang perekrutan PPK/PPS serta pencopotan Jamaluddin sebagai ketua KPUD.

Proses perekrutan PPK/PPS yang dilakukan KPU beberapa waktu yang lalu dianggap sarat dengan kecurangan. Kecurangan ini didasari adanya aksi sepihak dari KPUD Pinrang yang membatalkan kelulusan Baharuddin, tanpa disertai alasan dan pembuktian akurat. Mereka menilai, KPUD telah seenaknya membatalkan kelulusan Baharuddin dengan alasan adanya laporan/sanggahan dari masyarakat terkait keterlibatannya dalam kepengurusan salah satu partai politik (Partai Matahari Bangsa).

Ketua KPUD Pinrang, Jamaluddin dalam keterangannya sesaat sebelum menemui peserta aksi, mengakui adanya permasalahan tersebut. Kelulusan Baharuddin terpaksa dibatalkan pihaknya dalam sebuah keputusan rapat pleno disebabkan karena yang bersangkutan terbukti pernah aktif sebagai sekertaris Majelis Taa’la (Pembina) pada Partai Matahari Bangsa (PMB) dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Berdasarkan inilah, pihaknya membatalkan kelulusan Baharuddin dua hari menjelang pelantikannya sebagai PPK/PPS kecamatan Mattiro Bulu.

“Dari hasil pemeriksaan dan klarifikasi saksi-saksi terkait, laporan/sanggahan masyarakat tersebut terbukti. Olehnya, kelulusan Baharuddin terpaksa kami batalkan dan ini sudah sesuai dengan aturan dalam pasal 41 UU No.15 tahun 2011,” ungkapnya. Namun semua jawaban itu ditolak oleh peserta aksi. Mereka menganggap jawaban Jamaluddin terkesan mengada-ngada. Aksi mulai memanas saat massa tetap ngotot untuk dipenuhi keinginan serta tuntutannya.

Namun dengan tegas Jamaluddin menyatakan, keputusan pembatalan ini tidak mungkin berubah atau dianulir karena telah melalui rapat pleno. Satu-satunya jalan untuk merubah atau menganulir keputusan ini melalui ketetapan pengadilan. Olehnya Jamaluddin menghimbau kepada yang bersangkutan atau pihak-pihak lainnya yang merasa tidak puas akan keputusan ini agar menempuh jalur hukum dan pihaknya siap mempertanggungjawabkan keputusan tersebut hingga ke tingkatan hukum apapun.

Sementara itu, mantan ketua Majelis Taa’la PMB, A Syamiluddin yang dimintai keterangannya mengakui, kalau dirinya sudah beberapa kali dihubungi serta diklarifikasi pihak KPUD maupun Baharuddin terkait masalah ini. KPUD memintanya untuk bersedia menandatangani pernyataan yang membenarkan keterlibatan Baharuddin dalam Majelis Taa’la PMB, tetapi hal ini ditolaknya. A Syamiluddin hanya membenarkan, saat dirinya menjabat sebagai ketua Majeliis Taa’la PMB, sekretarisnya betul bernama Baharuddin.

Namun untuk memastikan apakah Baharuddin sekretarisnya adalah orang yang sama dengan Baharuddin yang lulus sebagai PPK/PPS kecamatan Mattiro Bulu, ia menyerahkan kembali sepenuhnya permasalahan ini ke pihak KPUD untuk melakukan cek serta pencocokan data dari keduanya. (clu/jar)

Sumber : http://www.ujungpandangekspres.co

 

 

 

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: