Beranda > Menulis > Yang lalu biar berlalu

Yang lalu biar berlalu

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu sama halnya membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

Bagi orang berfikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah kembali. Cukup ditutup rapat-rapat lalu simpan dan ruang penglupusan, diikat dengan tali yang kuat dalam penjara pengacuhan selamanya. Atau diletakkan dalam ruang yang gelap yang tak tembus cahaya. Kesedihan tak akan mampu mengembalikanya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.

Saya beranggapan bahwa jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu atau dibawah payung gelap masa silang. Mari kita selamatkan diri kita dari bayang masa lalu.

Sahabatku yang baik, ingatlah keterikatan kita dengan masa lalu, keresahan kita atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa kita oleh api panasnya dan kedekataan jiwa kita pada pintunya Adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan dan sekaligus menakutkan.

Sebagai contoh kasus kita bisa memperhatikan ketika kita melangkahkan kaki kita untuk berjalan menuju arah tujuan yakni kedepan. Tak mustahil kalau kita bisa berjalan mundur.

Sebagai dasar kesimpulan saya hanya bisa merespon bahwa orang yang berfikir jernih tidak akan pernah melihat dan sedikitpun menoleh kebelakang. Pasalnya angin akan selalu berhembus kedepan, air akan mengalir kedepan, setiap kafilah akan berjalan ke depan dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu janganlah pernah melawan sunnah kehidupan.

Iklan
Kategori:Menulis
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: