Beranda > Motivasi > Otak kanan dan otak kiri

Otak kanan dan otak kiri

Otak kiri :
~ Kaya dulu baru sedekah, baru umrah.
~ Mapan dulu, baru menikah, baru punya anak.
~ Cukup dulu, baru berbakti kepada orang tua.
~ Dapat nikmat dulu, baru bersyukur, baru khusnudzon
~ Punya kebebasan waktu dulu, baru shalat Dhuha, baru shalat tahajud.
~ Merasa berdosa dulu baru shalat Taubat, baru istighfar
~ Selesai shalat dulu, baru dzikir.
~ Dzikir dengan hitung-hitungan khusus. Sepintas ini nampak masuk akal.

Padahal otak kanan dan agama malah mengajarkan kebalikannya :
~ Sedekah dulu, baru rezekinya bisa berlimpah.
~ Menikah dulu, baru rezekinya bisa berlebih.
~ Bersyukur, khusnudzon, istighfar dan dzikir itu mesti diamalkan kapanpun, di manapun, dan tidak harus ada sebab-sebab khusus, juga tidak harus ada hitungan-hitungan khusus (boleh sih boleh tapi tidak harus).
~ Tidak percaya? Coba saja sendiri… ^_^
~ Memang, otak kiri dan otak kanan senantiasa bekerja beriringan dan saling mendukung. Apalagi terkait ibadah, otak kiri sangat berperan untuk keteraturan dan penghafalan. Apa yang disesalkan disini adalah pola pikir kiri yang berlebihan terutama soal rasionalistis. (sen)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: