Beranda > Menulis > ITULAH PILIHAN

ITULAH PILIHAN

Salam PH, Era globalisasi ini memberikan kita pilihan dari sudut pilhan itulah akan mempengaruhi kecenderungan kita dalam menilai arus dan proses kita dalam mengambil sebuah pilihan hidup. Sebuah kata pilahan ataukah desakan yang memaksa diri kita untuk terus berpaju dalam melontarkan dan kesanggupan kita untuk menetralisir keadaan kita yang kini aturan yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah yang mempengaruhi kehidupan di negeri ini, hanya kita sendiri yang dapat menentukan nilai dan harga diri kita sendiri karena yakin dan percaya begitu banyak kebahagiaan yang kita harapkan didalam kehidupaan ini.

Tapi dengan bergulirnya kencenderungan hidup semakin memaksa kita untuk mementukan pilhan hidup dengan bergantungnya biaya hidup semakin memaksa kita dalam melakukan dan menetralisir kesanggupan kita, ala kadarnya dimensi sosial yang kadang menina bobokkan akan kehidupan kita memaksa pula untuk mencari sebuah aktifitas kehidupan, hinaan dan cacian di sekeliling kita pun sangatlah tak pedas di telinga kita dengan tak berdayanya anda untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang layak untuk diri kita.

Kebijakan-kebijakan pemerintah punkian mewarnai seni para pencari kerja dengan moratorium penerimaan CPNS yang bergulir dua tahun terkhir memaksa para pencari kerja untuk membantir stir ke berbagai instansi yang layak untuk menerimanya. Dari sudut inilah sebagian yang lain berpaju tangan yang menganut para konsep kerangka berfikir para manusia awan yakni dengan predikat pegawai negeri sipil tatanan kehidupan kita saking terpenuhi, angka derajat di masyrakat tinggi,sebuah konsep lama yang tak tahu arah “Anda tidak dapat bergerak bebas, berbicara dengan bebas, bertindakdengan bebas menjadi bebas kecuali anda merasa nyaman dengan diri anda. Dalam pemilihan rana karir khusus bagi PNS timbul dalam rana pemikiran kita bagi yang sudah mengegeluti PNS sebuah pertanyaan sederhana adakah kebebasan didalammnya ??? Mungkin yang bisa menjawabnya adalah khalayak yang merasa karirnya berkecimpung Pegawai negeri sipil.
Itulah berbagai pilihan jalan finansial yang bisa dipilih orang. Sayangnya kebanyakan orang memilih jalan keamanan pekerjaan. Ketika perekonomian mulai gonjang, mereka sering semakin berpengang pada keamanan pekerjaan. Yang berakibat akhirnya mereka menghabiskan seumur hidup mereka disana.
Sebuah irama pilihan kehidupan masing-masing memaksa untuk terus berfikir karena berfikir adalah pekerjaan yang tersulit di dunia, itulah sebabnya hanya sedikit orang yang melakukannya. Tapi kebanyakan diantara kitamasih dalam tahap bagaimana hasil pemikiran orang yang saya kerjakan hingga ketakutaaan yang mereka dapat ketika tidak mengaju kepada sandran orang kemandirian akan diri mereka kian di ragukan lagi hingga potensi yang ada dalam diri mereka diabaikan seakan seni untuk melihat sisi positif untuk membuka lebar kehidupan ini suram.
Saat sekarang ini kearusan saya dalam memilih sebuah kecocokan pekerjaan yang membuat diri ini mersa nyaman dan bebas akan keterpaduan dari berbagai pemikiran orang lain dari segi aktifitas mereka membuat saya terus menggali bagaimana keberadaan ini membuat diri ini mampu bahagia dari segi jasmani dan rohani untuk kebanyakan orang keberhasialan yang nantinya akan aku dapat semuanya hanya untuk orang banyak terutama bagi orang-orang yang khusus membutuhkan segelintir pertolongan ketika Tuhan meridhoi langkah kaki dan uluran tangan ini untuk berbuat yang lebih baik di sisa umur ini yang diberikan olehnya, karena dari segi proses yang saya alami ada berbagai titik dan pokok yang selalu menganjal dari pikiran ini hanya melihat dari segi finansial semata keherangan yang terjadi dari dalam diri inilah memaksa terus berfikir dan mencaari hingga bertindak yang sesuai pengharapan yang sekarang ini masih tetap konsisten untuk mencari kecocokan soal pekerjaan, Pernah saya melintasi sebuah pusat kesehatan dan rumah-rumah sakit yang ada di sekekiling saya, kenapa dalam benak saya terlintas bahwa tenaga kesehatan yang bekerja di instansi PKM itu begitu antusiasnya dalam melakukan dan tanggung jawabnya. Seluk beluk dari status mereka ada yang pegawai negeri sipil, honor dan tenaga mangang adapun praktek. Dari segi tugas pun dibagi rata sesuai jobnya masing-masing pengaturan dan kelancaran dari pelayanan mereka kepada masyrakat yang berkunjung dan datang berobat dilayani semestinya.
PNS itu memiliki tanggung jawab terhadap Pancasila, UUD 1945, dan kesejahteraan rakyat. “Dengan menyandang status PNS bukan berarti bisa seenaknya. Sebaliknya, PNS mengemban tugas dan tanggung jawab yang berat, yakni sebagai abdi masyarakat,” Untuk menjamin agar setiap Pegawai Negeri Sipil selalu berupaya terus meningkatkan kesetiaan ketaatan, dan pengabdiannya tersebut, ditetapkan ketentuan perundang-undangan yang mengatur sikap, tingkah laku, dan perbuatan Pegawai Negeri Sipil, baik di dalam maupun di luar dinas.
Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil
Dalam rangka usaha membina Pegawai Negeri Sipil yang bersih, jujur, dan sadar akan tanggung jawabnya sebagai unsur aparatur Negara dan abdi masyarakat maka setiap Pegawai Negeri Sipil wajib mengangkat Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil.
keharusan mereka untuk bekerja sesuai dengan tanggun jawab mereka kini mereka limpahkan kepada tenaga honor dan magang untuk melalkukan pekerjaannya dan bahkan semuanya dilimpahkan ke tenaga non PNS dari sinilah terbelik sebuah kata sungguh enak jadi PNS Kesehatan. Tenaga honor dan magang pun menerimanya denga berbagai alasan ada yang mengatakan untung ada yang bisa saya kerja, adapun yang mengatakan kegembiraannya akan mengelola tugas yang diberikan. Di tinjau dari segi tanggung jawab adalah seharusnya tenaga PNS yang seharusnya dominan dalam melaksanakan tugas itu tapi karena hanya dilimpahkan bagi tenaga nono PNs Itu semata-mata mereka mengerjakan tugas dari PNS tersebut lantaran bagai mana melihat dari sisi keberhasilan sebuah program dan tugas mereka yang di amanahkan, entah berhasil apa tidak. Bukankah dalam melihat sebuah beckround PNS itu sudah di uji dari mental dan SDM mereka agar cakap melaksanakan tugas mereka tapi realitas hanya di berikan beban para tenaga non PNS kini bagai kata kelinci-kelinci percobaan ironis memang tapi inikah yang kita harapkan dari kemampuan yang kita gali dari sekian tahun bergelut sesuai dengan jurusana masing-masing, harkat dan martabak pendidikan pun tertindas didalam sebuah lingkup pekerjaa ini, dari sudut pendidikan D3 yang berstatus PNS melimpahkan tugas mereka ke status pendidikan S1 yang nono PNS, alangkah lucunya. apakah ini sebuah pilihan ? apakah ini sebuah pengabdian? Apakah ini sebuah penghormatan harga diri dan harga status pendidikan ? semuanya mungkin anda yang harus menjawabnya.
Kendati dengan hal penopang hidup menjalar pula pada persepsi intensif yang diberikan pada tenaga non pns tersebut yang hanya terus bekerja kendati tak di berikan sebuah upah untuknya, sungguh tragis dari perjuangan para sahabat PH yang hanya megajukan dan mengabdikan diri untuk mencari segelintirperjuangan hidup. “ Kalau anda berpotensi menghasilkan kenapa anda berpangku tangan pada hal yang tak pasti “ mungkin inilah kata bijak yang mungkin bisa membantu anda karena katanya sebuah pengalaman dan berniat untuk bisa diangkat sebagai tenaga pegawai negeri sipil yang tidak tahu menahu kini sebagia ladang bisnis pula, bukan rahasia lagi.
Satu keuntungan hidup di negara bebas adalah kebebasan menentukan pilihan. Menurut pendapat saya, ada dua pilihan besar… pilihan akan rasa aman dan pilihan akan kebebasan. Kalau anda memilih rasa aman, ada harga mahal yang harus di bayar untuk rasa aman itu dalam bentuk pajak dalam jumlah besar dan pembayaran bunga yang menyakitkan. Kalau memilih kebebasan, maka anda perlu mempelajari keseluruhan permainan lalu memainkannya. Terserah anda mau memilih permainan yang mana.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: