Cara Seleksi Karyawan Baru yang Jujur dan Bisa Dipercaya

Setiap perusahaan mengidamkan karyawan yang jujur dan bisa dipercaya agar membawa kemajuan bagi perkembangan bisnis. Memilih karyawan baru haruslah memperhatikan beberapa pola.

Bagaimana cara Anda mengetahui bahwa karyawan yang Anda miliki mempunyai Integrity/ mempunya sikap kejujuran? Dan apakah Anda mau mengetahu caranya?

Satu, pada saat seleksi karyawan baru dan pada waktu rekrut-pun belum tentu memenuhi syarat. Mungkin pada awalnya kita berpikir orang tersebut memang jujur, tapi bisa saja dibelakang ketika terdesak orang tersebut malah mencuri. Tapi di sini minimal Anda harus mengetahui POLA-nya!

Salah satu cara mengetahuinya adalah dari mata. Karena pada dasarnya Mata bisa di baca.
Namun jika Anda ingin mendapatkan penjelasan lebih detail, Anda dapat mendengarkannya di DVD Sales Magic, karena di DVD tersebut semua sudah dibahas secara lebih detail. Karena waktunya terbatas saya akan memberi tahu sepintas yang paling penting. Mata itu apa? Mata itu adalah jendela dunia. Ini juga diajarkan di FBI dan CIA.

Setiap mata mempunyai reaksi. Ketika ditanya, apa warna bajumu? Atau apa warna baju favoritmu? Lalu apa warna seragam yang kamu gunakan sewaktu Anda kecil? Tanpa sadar dia akan melihat kekiri atas, ke tangan kirinya, artinya dia mengakses ke memori visual, tapi ketika matanya mengakses kekanan atas, berarti dia sedang kreatif, itu dinamakan visual.

Ketika saya seminar Sales Magic, saya meminta kepada peserta untuk melakukan survey mengenai hal ini. Caranya saya meminta kepada salah satu peserta untuk saling berpandangan, misalnya “A“ dan “B”.

Saya meminta kepada “A” untuk membayangkan, dan “B” mencatat. Ketika membayangkan, silahkan perhatikan kemana arah matanya. Setelah dibayangkan “A” harus mengangguk menyatakan sudah, dan katakan “ya”.

Saat itu saya meminta kepada “A’ untuk membayangkan gajah yang warnanya oranye, memakai kaos kaki biru setinggi lutut, kemudian hidungnya terdapat garis-garis putih.

Jika saat membayangkan dan matanya akan mengarah kekanan atas. Tandanya di membentuk dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Gajah yang oranye seperti apa?. Memakai kaos kaki biru, semuanya dibayangkan. Ketika dia membayangkan matanya akan mengarah kekanan atas, tetapi bila kidal maka matanya akan mengarah kekirinya. Ketika matanya mengarah kekanan atas berarti berarti dia sedang “kreatif”.

Jadi ketika pasangan Anda pulang terlambat, lalu Anda bertanya kenapa? Dan ketika menjawab matanya mengarah kekanan atas, maka Anda sudah bisa menebaknya sendiri dan saya tidak bertanggung jawab lagi terhadap pertempuran dikeluarga Anda.

Karena karyawan dan pasangan Anda sudah mengetahui pola ini maka bagaimana cara menaggulanginya? Anda bisa mengetahuinya dengan cara mantap atau tidaknya jawaban dan reaksinya saat itu, jadi BOHONG itu mempunyai REAKSI!

Kalau kita wawancara bapak ibu, coba tanyakan pertanyaan-pertanyaan yang pasti jawabanya adalah “ya”. Contohnya “oh bapak SD nya SD negeri ya?” SMP nya Muhammadiah ya? Iya pak!, SMA kanisisus? Iya Pak. Dengan kita bertanya seperti ini maka kita sedang mempelajari polanya.

Kemudian tanyakan sesuatu yang yang mengejutkan misalnya dia adalah lulusan fakultas ekonomi UGM, tapi kita bertanya “Bapak lulusan UI?” maka sedikitnya dia akan terdiam dan kaget, karena pertanyaan yang diajukan tidak sesuai dengan apa yang tertulis.

Kemudian kita tanyakan kembali pertanyaan dengan jawabn “YA” sekali lagi. Dari situ kita kan mengetahui polanya. Bila dia ragu maka kita harus mempertanyakan, apakah dia JUJUR atau BOHONG ?

Semoga Bermanfaat

Tung Desem Waringin

Iklan

3 Sistem Bisnis yang Membuat Kita Bebas

Sistem bisnis terbagi tiga macam yang akan membuat bisnis menguntungkan dan berkembang sekalipun ditinggal pemilik bisnis. Pendapatan dan prestasi pun meningkat melalui tiga sistem bisnis.

Ada 3 (tiga) jenis sistem bisnis :

  1. Perusahaan tradisional
  2. Bisnis waralaba
  3. Pemasaran jaringan

Untuk membedakan apakah kita pemilik bisnis sesungguhnya atau Self Employee adalah, bila bisnis milik kita tersebut kita tinggal selama satu tahun, bisnis tersebut masih menguntungkan dan berkembang, berarti kita adalah pemilik bisnis sesungguhnya dan bisnis tersebut jalan dengan atau tanpa kita.

Menurut Robert Kiyosaki ada 3 jenis sistem yang membuat kita bisa mendapatkan passive income tanpa kita harus bekerja untuk selama-lamanya :

Pertama,
sistem tradisional adalah dimana Anda mengembangkan sistem Anda sendiri. Untuk mengembangkan sistem bisnis sendiri kita harus mempunyai pembimbing. Pembimbing adalah seseorang yang sudah melakukan apa yang Anda ingin lakukan dan berhasil dalam melakukannya. Jangan mencari penasehat, Penasehat adalah orang yang memberi tahu cara melakukan tapi dia sendiri belum melakukannya.

Kedua,
Bisnis waralaba. Cara lain mempelajari sistem adalah dengan membeli sebuah usaha waralaba. Dengan membelinya Anda sudah membeli sebuah sistem yang sudah berjalan, sudah dicoba serta sudah terbukti. Jika membeli sebuah sistem waralaba jadilah seorang ”Employee”. Lakukan persis seperti yang mereka katakan. Jangan menjadi ”Self-employee” atau orang yang ingin melakukan dengan cara mereka sendiri.

Ketiga,
Pemasaran jaringan. Juga disebut sebagai Multilevel atau Sistem Distribusi Langsung. Dimana Anda membeli dan menjadi bagian sebuah sistem yang sudah ada.

Untuk mengikuti bisnis jaringan atau waralaba yang bagus menurut Robert Kiyosaki :

  • Merupakan organisasi yang telah terbukti baik dan mempunyai catatan prestasi yang bagus serta sistem distribusi dan program kompensasi yang sudah sukses selama bertahun-tahun.
  • Mempunyai peluang bisnis yang bisa berhasil Anda jalankan, yang bisa Anda percayai, dan bisa Anda bagi dengan penuh keyakinan dengan orang lain.
  • Mempunyai program pendidikan jangka panjang yang terus berlangsung yang bertujuan mengembangkan Anda sebagai manusia. Rasa percaya diri mutlak diperlukan disisi kanan Quadrant.
  • Mempunyai program bimbingan yang kuat. Anda ingin belajar dari para pemimpin, bukan penasihat. Orang-orang yang sudah menjadi

Demikian dari Saya,
Semoga bermanfaat

Tung Desem Waringin

#bisnis-jaringan, #bisnis-menguntungkan, #bisnis-sendiri, #bisnis-waralaba, #peluang-bisnis, #robert-kiyosaki

INTELEGENSI KECERDASAN PADA MANUSIA

INTELEGENSI

KECERDASAN PADA MANUSIA

Manusia diciptakan dan dengan dilengkapi dengan kecerdasan yang memiliki kemampuan luar biasa, yang tidak dimiliki oleh makhluk lain dan kec erdasan sebagai suatu kemampuan ini pulalah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya dimuka bumi ini, dengan kec erdasan ini pula manusia dapat menjalani kehidupan yang dinamis dan beadab.

Adapun kecerdasan atu inteligensi manusia mempunyai implikasi sebagai suatu kemampuan adalah sbb :

1. Kemampuan mengklasifikasi pola – pola objek

Seorang yang normal adalah orang yang mampu dalam mengklasifikasikan stimulasi-stimulasi yang tidak identik ke dalam satu kelas atau rumpun

2. Kemampuan beradaptasi (kemampuan belajar)

Kemampuan beradaptasi merupakan suatu kemampuan yang harus manusia miliki dalam kehidupannya dan kemampuan beradaptasi ini menentukan inteligensi atau kecerdasan seseorang apakah inteligensinya tinggi atau rendah

3. Kemampuan menalar secara deduktif

Yaitu kemampuan menalar atau melogikan sesuatu dari kesimpulan menjadi paparan yang detail

4. Kemampuan menalar secara induktif

Yakni kemampuan penalaran atau melogikakan sesuatu yang berupa paparan atau penjelasan menjadi suatu kesimpulan yang mewakili

5. Kemampuan mengembangkan konsep

Yaitu kemampuan seseorang memahami suatu c ara kerja objek atau fungsinya dan kemampuannya bagaimana menginterpretasikan suatu kejadian

6. Kemampuan memahami

Kemampuan memahami adalah kemampuan seseorang dalam melihat adanya hubungan atau relasi didalam suatu masalah dan kegunaan – kegunaan hubungannya bagi pemecahan masalah tersebut.

Pengertian Intelegensi

I. Pengertian Intelegensi Secara Etimologis

Intelegensi berasal dari bahasa Inggris “Intelligence” yang juga berasal dari bahasa Latin yaitu “Intellectus dan Intelligentia atau Intellegere”. Teori tentang intelegensi pertama kali dikemukakan oleh Spearman dan Wynn Jones Pol pada tahun 1951. Spearman dan Wynn mengemukakan adanya konsep lama mengenai suatu kekuatan (power) yang dapat melengkapi akal pikiran manusia tunggal pengetahuan sejati. Kekuatan tersebut dalam bahasa Yunani disebut dengan “Nous”, sedangkan penggunaan kekuatannya disebut “Noeseis”. Intelegensi berasal dari kata Latin,yang berarti memahami. Jadi intelegensi adalah aktivitas atau perilaku yang merupakan perwujudan dari daya atau potensi untuk memahami sesuatu.

II. Definisi Intelegensi Menurut Para Ahli.

Menurut para ahli : ” kemampuan untuk berpikir secara abstrak (Terman)”, “ Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya (Colvin)”, “intelek plus pengetahuan(Henmon)”, ”tekhnik untuk memproses informasi yang disediakan oleh indra “(Hunt).

• S.C Utami Munandar

Secara umum intelegensi dirumuskan sebagai berikut :

a. Kemampuan untuk berpikir abstrak

b. Kemampuan untuk menangkap hubungan – hubungan dan untuk belajar

c. Kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi – situasi baru

• L.L. Thurstone

7 faktor dasar :

a. Verbal comprehension (v), kecakapan untuk memahami pengertian yang diucapkan dengan kata – kata.

b. Word fluency (w), kecakapan dan kefasihan dalam menggunakan kata – kata.

c. Number (n), kecakapan untuk memecahkan soal matematika.

d. Space (s), kecakapan tilikan ruang, sesuai dengan bentuk hubungan formal

e. Memory (m), kecakapan untuk mengingat

f. Perceptual (p), kecakapan mengamati dan menafsirkan.

g. Reasoning (r), kecakapan menemukan dan menggunakan prinsip – prinsip.

• Edward Thorndike

“intelligence is demonstrable in ability of the individual to make good response from the stand point of truth or fact” (intelegensi adalah kemampuan individu untuk memberikan respon yang tepat (baik)terhadap stimulasi yang diterimanya.)

• George D. Stodard

Intelegensi adalah kecakapan dalam menyatakan tingkah laku, yang memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

a. Mempunyai tingkat kesukaran

b. Kompleks

c. Abstrak

d. Ekonomis

e. Memiliki nilai – nilai sosial

f. Memiliki daya adaptasi dan tujuan

g. Menunjukkan kemurnian (original)

• William Stern

Intelegensi merupakan kapasitas atau kecakapan umum pada individu secara sadar untuk menyesuaikan pikirannya pada situasi yang dihadapinya.

• Lewis Medison Terman

Intelegensi terdiri atas dua faktor :

General ability (faktor G), yaitu kecakapan umum dan special ability(faktor S), yaitu kecakapan khusus.

• Carl Witherington

Dalam buku Educational psychlogy, Witherington mendefenisikan intelegensi sebagai berikut :

“…excellence of performance as manifested in efficient activity” (intelegensi adalah kesempurnaan bertindak sebagaimana dimanifestasikan dalam kemampuan-kemampuan / kegiatan-kegiatan)

• Alfred Binet, tokoh perintis pengukuran intelegensi mendefinisikan intelegensi terdiri dari tiga komponen, yaitu:

  • Direction , kemampuan untuk memusatkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan.
  • Adaptation, kemampuan untuk mengadakan adapatasi terhadap masalah yang dihadapinya atau fleksibel dalam menghadapi masalah
  • Critism, kemampuan untuk mengadakan kritik, baik terhadap masalah yang dihadapi atau terhadap dirinya sendiri.

• Super dan Cities mendefinisikan kemampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau belajar dari pengalaman.

• J. P. Guilford menjelaskan bahwa tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen, yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Sedangkan kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen, yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Lebih jauh, Guilford menyatakan bahwa intelegensi merupakan perpaduan dari banyak faktor khusus.

• K. Buhler mengatakan bahwa intelegensi adalah perbuatan yang disertai dengan pemahaman atau pengertian.

• George D. Stoddard (1941) menyebutkan intelegensi sebagai kemampuan untuk memahami masalah-masalah yang bercirikan:

1. Mengandung kesukaran

2. Kompleks

3. Abastrak

4. Diarahkan pada tujuan

5. Ekonomis

6. Bernilai sosial

• Garett (1946) mendefinisikan setidak-tidaknya mencakup kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk memecahkan masalah-masalah yang memerlukan pengertian serta menggunakan simbol-simbol.

• Bischof, psikolog Amerika (1954) mendefinisikan kemampuan untuk memecahkan segala jenis masalah.

• Lewis Hedison Terman memberikan pengertian intelegensi sebagai kemampuan untuk berfikir secara abstrak dengan baik (lih. Hariman, 1958).

• David Wechsler (1958) mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif.

• Freeman (1959) memandang intelegensi sebagai

1. Kemampuan untuk menyatukan pengalaman-pengalaman,

2. Kemampuan untuk belajar dengan lebih baik,

3. Kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit dengan memperhatikan aspek psikologis dan intelektual, dan

4. Kemampuan untuk berpikir abstrak.

• Heidenrich (1970) mendefinisikan kemampuan untuk belajar dan menggunakan apa yang telah dipelajari dalam usaha untuk menyesuaikan terhadap situasi-situasi yang kurang dikenal atau dalam pemecahan masalah.

• Sorenson (1977) intelegensi adalah kemampuan untuk berpikir abstrak, belajar merespon dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan.

• Suryabrata (1982) intelegensi didefinisikan sebagai kapasitas yang bersifat umum dari individu untuk mengadakan penyesuaian terhadap situasi-situasi baru atau problem yang sedang dihadapi.

• Walters dan Gardnes (1986) mendefinisikan intelegensi sebagai serangkaian kemampuan-kemampuan yang memungkinkan individu memecahkan masalah atau produk sebagai konsekuensi seksistensi suatu budaya tertentu.

Dari berbagai pendapat dapat diatas disimpulkan bahwa inteligensi adalah

1. Kemampuan untuk berfikir secara konvergen (memusat) dan divergen (menyebar)

2. Kemampuan berfikir secara abstrak

3. Kemampuan berfikir dan bertindak secara terarah, bertujuan, dan rasional

4. Kemampuan untuk menyatukan pengalaman-pengalaman

5. Kemampuan untuk menggunakan apa yang telah dipelajari

6. Kemampuan untuk belajar dengan lebih baik,

7. Kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit dengan memperhatikan aspek psikologis dan intelektual

8. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dan merespon terhadap situasi-situasi baru

9. Kemampuan untuk memahami masalah dan memecahkannya.

Karena intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi sebenarnya tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.

Ciri – ciri intelegensi

Ciri-ciri intelegensi yaitu :

1. Intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berfikir secara rasional (intelegensi dapat diamati secara langsung).

2. Intelegensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul daripadanya.

Ciri – ciri tingkah laku yang intelegen menurut Effendi dan Praja (1993):

1) Purposeful behavior, artinya selalu terarah pada tujuan atau mempunyai tujuan yang jelas.

2) Organized behavior, artinya tingkah laku yang terkoordinasi, senua tenaga dan alat – alat yang digunakan dalam suatu pemecahan masalah terkoordinasi dengan baik.

3) Physical well toned behavior, artinya memiliki sikap jasmaniah yang baik, penuh tenaga, ketangkasan, dan kepatuhan.

4) Adaptable behavior, artinya tingkah laku yang luas fleksibel, tidak statis, dan kaku, tetapi selalu siap untuk mengadakan penyesuaian/perubahan terhadap situasi yang baru.

5) Success oriented behavior, artinya tingkah laku yang didasari rasa aman, tenang, gairah, penuh kepercayaan, akan sukses/optimal.

6) Clearly motivated behavior, artinya tingkah laku yang memenuhi kebutuhannya dan bermanfaat bagi orang lain atau masyarakat.

7) Rapid behavior, artinya tingkah laku yang efisien, efektif dan cepat atau menggunakan waktu yang singkat.

8) Broad behavior, artinya tingkah laku yang mempunyai latar belakang dan pandangan luas yang meliputi sikap dasar dan jiwa yang terbuka.

TEORI – TEORI INTELIGENSI

Teori – teori inteligensi dibedakan menjadi empat macam, diantaranya:

1. Teori Faktor

Teori ini dikembangkan oleh Spearman, dia mengembangkan teori dua factor dalam kemampuan mental manusia. Yakni :

a. teori factor “g” (factor kemampuan umum) : kemampuan menyelesaikan masalah atau tugas – tugas secara umum (misalnya, kemampuan menyelesaikan soal – soal matematika)

b. teori factor “s” (factor kemampuan khusus) : kemampuan menyelesaikan masalah atau tugas – tugas secara khusus (misalnya, mengerjakan soal – soal perkalian,atau penambahan dalam matematika)

2. Teori Struktural Intelektual

Teori ini dikembangkan oleh Guilford, dia mengatakan bahwa tiap tiap kemampuan memiliki jenis keunikan tersendiri dalam aktifitas mental atau pikiran (operation), isi informasi (content), dan hasil informasi (product).penjelasannya adalah sbb :

a. Operation (aktivitas pikiran atau mental)

• Cognition yaitu aktivitas mencari, menemukan, mengetahui dan memahami informasi. Misalnya mengetahui makna kata “adil” atau “krisis”

• Memory yakni menyimpan informasi dalam pikiran dan mempertahankannya

• Divergent production yakni proses menghasikan sejumlah alternative informasi dari gudang ingatan untuk memenuhi kebutuhan, misalnya mengusulkan sejumlah judul sebuah cerita

• Convergent production yaitu penggalian informasi khusus secara penuh dari gudang ingatan. Misalkan menemukan kata – kata yang cocok untuk jawaban TTS

• Evaluation yakni memutuskan yang paling baik dan yang cocok dengan tuntunan berpikir logis

b. Content (isi informasi)

• Visual yaitu informasi – informasi yang muncul secara langsung dari stimulasi yang diterina oleh mata

• Auditory yakni informasi – informasi yang muncul secara langsung dari stimulasi yang diterina oleh system pendengaran (telinga)

• Simbolic yaitu iem – item informasi yang tersusun urut bersamaan dengan iem – iet yang lain.

• Misalnya sederet angka, huruf abjad dan kombinasinya

• Sematic biasanya berhubungan dengan makna atau arti tetapi tidak melekat pada symbol – symbol kata

• Behavioral yakni item informasi mengenai keadaan mental dan perilaku individuuang dipindahkan melalui tindakan dan bahasa tubuh.

c. Product (bentuk informasi yang dihasilkan)

• Unit yaitu suatu kesatuan yang memiliki suatu keunuikan didalam kombinasi sifat dan atributnya, contoh bunyi musik,cetakan kata

• Class yakni sebuah konsep dibalik sekumpulan obyek yang serupa. Misalkan bilangan genap dan ganjil

• Relation yakni hubungan antara dua item. Contoh dua orang yang memiliki huruf depan berurutan, Abi kawin dengan Ani

• Sistem yakni tiga item atau lebih berhubungan dalam suatu susunan totalitas. Misalkan tiga orang berinteraksi didalam sebuah acara dialog di TV

• Transformation yaitu setiap perubahan atau pergantian item informasi

• Implication yakni item informasi diusulkan oleh item informasi yang sudah ada. Misalkan melihat 4X5 dan berpikir 20.

3. Teori Kognitif

Teori ini dikembangkan oleh Sternberg menurutnya inteligensi dapat dianalisis kedalam beberapa komponen yang dapat membantu seseorang untuk memecahkan masalahnya diantaranya :

• Metakomponen adalah proses pengendalian yang terletak pada urutan lebih tinggi yang digunakan untuk melaksanakan rencana, memonitor, dan mengevaluasi kinerja dalam suatu tugas

• Komponen kinerja adalah proses – proses pada urutan lebih rendah yang digunakan untuk melaksanakan berbagai strategi bagi kinerja dalam tugas

• Komponen perolehan pengetahuan adalah proses – proses yang terlibat dalam mempelajari informasi baru dan penyimpanannya dalam ingatan

4. Teori Inteligensi Majemuk (multiple intelligences)

Teori ini dikembangkan oleh Howard Gadner, dalam teorinya ia mengemukakan sedikitnya ada tujuh jenis inteligensi yang dimiliki manusia secara alami, diantaranya :

Inteligensi bahasa (verbal or linguistic intelligence) yaitu kemampuan memanipulasi kata – kata didalam bentuk lisan atau tulisan. Misalnya membuat puisi

Inteligensi matematika-logika (mathematical-logical) yaitu kemampuan memanipulasi system-sistemangka dan konsep-konsep menurut logika. Misalkan para ilmuwan bidang fisika, matematika

• Inteligensi ruang (spatial intelligence) adalah kemampuan untuk melihat dan memanipulasi pola-pola dan rancangan. Contohnya pelaut, insinyur dan dokter bedah

• Inteligensi musik (musical intelligence)adalah kemampuan memahami dan memanipulasi konsep-konsep musik. Contohnya intonasi, irama, harmoni

• Inteligensi gerak-tubuh(bodily-kinesthetic intelligence)yakni kemampuan untuk menggunakan tubuh dan gerak. Misalkan penari, atlet

• Inteligensi intrapersonal yaitu kemampuan untuk memahami perasaan – perasaan sendiri, refleksi, pengetahuan batin, dan filosofinya,contohnya ahli sufi dan agamawan

• Inteligensi interpersonal yaitu kemmampuan memahami orang lain, pikiran maupun perasaan – perasaannya, misalnya politis, petugas klinik, psikiater

Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id

#dinamis, #intelligentia, #kec, #kecerdasan, #luar-biasa