Pensiun Muda Melalui Bisnis

Semua orang bisa pensiun muda, asal tahu rahasianya. Dalam artikel ini saya akan menjelaskan bagaimana caranya pensiun muda, selamat membaca dan praktekan

Pensiun muda, yang penting dalam bisnis dan Anda ingin pensiun muda. Model bisnis ini yang dikatakan Robert Kiyosaki, bukan berapa banyak. Tetapi yang penting seberapa cepat. Contohnya sewaktu Robert T.Kiyosaki mengajar di Jepang untuk nasabah City Goal, yang punya 1.000.000 US keatas tabungannya lalu di bayari oleh City Bank dan Robert Kiyosaki mengajar disana.

Ada dua ratus orang peserta, dan penyelenggaranya ingin bertanya nanti Robert Kiyosaki. Mau mengajar apa? Itu yang di ajar sudah kaya – kaya semua, salah satu yang di ajar dia ngomong gini, “Anda seneng mana punya penghasilan 100.000 US atau 10.000 US?” kalau bisa dua – duanya, itu sudah ikut seminar saya. Tetapi begini ketika mereka ngomong Robert saya pilih 100.000 US, “you not get the idea” pantesan kamu miskin! 1.000.000 US di anggap miskin oleh Robert.

Robert Kiyosaki keras sekali kalau mengajar terkadang bentak orang. Pantesan kamu malas dan pantesan uang kamu di taruh di City Bank. Bunganya 0,1 persen tidak di kasih bunga juga mau, celaka besok tidak mau nabung lagi. Kamu ini bukan berapa besar, tapi seberapa cepat.

Percuma kalau kamu punya duit 100.000 US, dapatnya 50 tahun. Lebih baik 10.000 US permenit, Anda selalu tanya berapa cepat kita bisa menghasilkan, dan bisa sampai lebih cepat Anda baru bisa pension. Kalau Anda tidak waspada tentang waktu Anda tidak bisa sukses.

Action Plan :
Umur berapa Anda ingin pensiun?
Bagaimana Model bisnis Anda?
Seberapa cepat?

Iklan

#bisnis-2, #disana, #robert-kiyosaki, #robert-t-kiyosaki

Memulai Bisnis – Jangan Terpengaruh Mitos

Memulai bisnis apapun memang mudah, jika tahu caranya. Sayang sekali banyak pengusaha muda, apalagi yang baru terjun, seringkali percaya dengan mitos waktu memulai bisnis. Sejak kecil saya senang dengan dongeng dan cerita. Apalagi jika cerita itu mengandung unsur mitos, takhayul, atau legenda.

Mengapa saya suka sekali mendengarkan cerita tersebut? Karena didalam mitos, takhayul atau legenda, selalu ada pelajaran yang bisa kita ambil.

Cilakanya, bukan hanya saya kecil yang suka dengan mitos,setelah dewasa saat saya memulai bisnis, saya masih juga tertarik dengan mitos dan takhayul. Lebih celakanya lagi saya mulai percaya bahwa mitos dan takhayul itu adalah fakta, nyata, realita bukan opini semata. Coba, mitos apa yang populer? Sangkuriang – buktinya ada gunung tangkuban perahu, Danau Toba, Situ Bagendit, atau tahyul populer:

Jangan duduk di lawang depan pintu, nanti susah dapat jodoh (susah dpt jodoh)
Jangan ngintip orang lagi mandi ntar bintitan, Jangan makan telor terlalu banyak nanti bisulan

Jika Anda meresapi, merenungkan dan memahami di dalam hati Anda, kekuatan mitos ini dapat menghambat atau memacu anda baik saat memulai bisnis maupun saat mengembangkan bisnis…

Nah, ternyata pengusaha juga ada mitosnya, dan ini sangat dipercaya oleh banyak pengusaha termasuk saya, sebelum saya mengenal dunia Coaching. Kita akan membahas satu mitos yang sangat populer dan menjadi TREND …

Saat memulai bisnis ada Mitos menarik- Jadi pengusaha harus “gila”,

Pengalaman saya memulai bisnis selama 20 tahun bersentuhan dengan dunia bisnis, terutama ketika saya menjalani profesi business coach, pengusaha yang sukses adalah orang-orang yang sangat waras. Mereka tidak gila, ada lima ciri yang meyakinkan saya bahwa mereka tidak gila.

Mereka sangat berpengetahuan, karena rajin ikut seminar dan workshop.
Mereka tidak mudah percaya apa kata orang, mereka membuktikan dengan mempraktekkan segala jenis teori yang mereka sudah tahu.
Mereka tidak takut gagal bukan karena “gila”, tapi jauh di lubuk hati yang terdalam, mereka memahami bahwa tidak ada kesuksesan tanpa proses belajar melalui kesalahan.
Mereka menguasai ilmu komunikasi efektif.
Mereka memahami cara mengelola uang, walau banyak dari mereka yang memulai tanpa uang yang besar. Artinya pengusaha harus 100% waras!

So, tips saya hari ini, berhati-hatilah saat memulai bisnis, dengan jargon atau mitos dan opini yang belum pasti kebenarannya. Enak didengar belum tentu benar jika di kerjakan. Gunakan kemampuan analisa anda, ketajaman berpikir anda, insting, intuisi dan niat yang tulus untuk menentukan kualitas tindakan anda, bukan di dasari oleh mitos dan opini semata-mata.

Sumber : http://www.topcoachindonesia.com

#dongeng, #lubu, #ngintip, #sangkuriang, #waras