BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Keperawatan adalah sebagai bentuk pelayanan professional yang merupakan bagian intergral dari pelayanan kesehatan tang didasari kepada ilmu keperawatan dan kiat keperawatan yang berbentuk bio, psioko, social, spiritual dan komprehensif serta ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik yang sakit maupun yang sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.
Pada hakikatnya keperawatan merupakan suatu ilmu dan kiat, profesi yang berorientasi pada pelanyanan, memiliki empat tingkatan klien (individu, keluarga, kelompok dan masyarakat), serta pelayanan yang mencakup seluruh pelayanan kesehatan serta menyeluruh. (A. Asis alimul Hidayat,2004, hal 14).

Untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat banyak hal yang perlu di perhatikan, salah satu di antaranya yang di pandang mempunyai peranan yang cukup penting ialah menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Adapun yang di maksud dengan pelayanan kesehatan ialah setiap upaya yang di selenggarakan secara sendiri, atau bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat.

Appendisitis adalah peradangan dari appendiks vermiformis, dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering.
Apendisitis adalah kondisi di mana infeksi terjadi di umbai cacing. Dalam kasus ringan dapat sembuh tanpa perawatan, tetapi banyak kasus memerlukan laparotomi dengan penyingkiran umbai cacing yang terinfeksi. Bila tidak terawat, angka kematian cukup tinggi, dikarenakan oleh peritonitis dan shock ketika umbai cacing yang terinfeksi hancur. (Arif Mansjoer ddk 2000 hal 307).

Insiden apendisitis akut lebih tinggi pada negara maju daripada Negara berkembang, namun dalam tiga sampai empat dasawarsa terakhir menurun secara bermakna, yaitu 100 kasus tiap 100.000 populasi mejadi 52 tiap 100.000 populasi. Kejadian ini mungkin disebabkan perubahan pola makan, yaitu negara berkembang berubah menjadi makanan kurang serat. Menurut data epidemiologi apendisitis akut jarang terjadi pada balita, meningkat pada pubertas, dan mencapai puncaknya pada saat remaja dan awal 20-an, sedangkan angka ini menurun pada menjelang dewasa. Insiden apendisitis sama banyaknya antara wanita dan laki-laki pada masa prapuber, sedangkan pada masa remaja dan dewasa muda rationya menjadi 3:2, kemudian angka yang tinggi ini menurun pada pria.

Data dari unit medikal record di Rumah sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar periode tahun 2009 dari bulan 1-6 jumlah kasus apendisitis sebanyak 21 kasus dan yang paling dominan pasien yang paling banyak adalah laki-laki yang berumur 13-30 tahun. ( sumber Medical Record Rs. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, 2009).

B. RUMUSAN MASALAH
Apendisitis merupakan suatu penyakit gangguan sistem pencernaan yang memerlukan suatu asuhan keperawatan yang baik dan berkesinambungan. Dalam menegakkan suatu proses keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Oleh karena itu dalam penulisan ini, masalah yang di bahas yaitu Bagaimanakah Penerapan Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Apendisitis Di Ruang Perawatan Lontara 2 Atas Bedah Digestif RS.Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Selengkapnya klik disini

Kode KTI VIII

Iklan
Kategori:Tesis
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: