Beranda > Tesis > KEPERAWATAN PADA KLIEN NY ”M” DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN : CHOLELITIASIS POST OP LAPARATOMY DI RUANG PERAWATAN BEDAH DIGESTIF LONTARA II LANTAI ATAS BLU RS Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO M A K A S S A R

KEPERAWATAN PADA KLIEN NY ”M” DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN : CHOLELITIASIS POST OP LAPARATOMY DI RUANG PERAWATAN BEDAH DIGESTIF LONTARA II LANTAI ATAS BLU RS Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO M A K A S S A R

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan yang optimal, maka keperawatan merupakan salah satu komponen pembangunan di bidang kesehatan yang perlu dilaksanakan karena pelayanan keperawatan yang diberikan kepada manusia meliputi biopsiko sosial dan spiritual dapat menanggung proses penyembuhan penyakit klien. Perawat harus berpartisipasi secara aktif untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit yang berfokus pada masalah kesehatan klien dan keluarga mencakup aspek : Preventif (pencegahan), Kuratif (Pengobatan dan Penyembuhan), Rehabilitatif (Pemulihan) dan Promotif (Promosi untuk Peningkatan Kesehatan). Hal tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian penduduk, salah satunya adalah menurunkan angka kematian karena factor penyakit pada gangguan sistem pencernaan khususnya kholelitiasis.

Kholelitiasis/batu empedu merupakan timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu, yang dapat menyebabkan reaksi inflamasi akut atau kronik. Kholelitiasis biasanya terbentuk dalam kandung empedu dari unsur-unsur padat yang membentuk cairan empedu, hal ini dapat terjadi karena adanya gangguan metabolisme yang disebabkan oleh perubahan susunan empedu, statis empedu dan infeksi kandung empedu. Kholelitiasis dapat disebabkan oleh kolesterol. Dimana kolesterol yang berlebihan akan mengendap di dalam kandung empedu.

Batu empedu tidak lazim dijumpai pada anak-anak dan dewasa muda tetapi insidennya semakin sering pada individu berusia di atas 40 tahun. Sesudah itu, insiden kholelitiasis semakin meningkat hingga suatu tingkat yang diperkirakan bahwa pada usia 75 tahun satu dari tiga orang akan memiliki batu empedu.

Berdasarkan data yang diperoleh di Indonesia, jumlah penderita batu empedu cenderung meningkat, diantaranya hampir 50% pasien batu empedu tidak merasakan gejala, 30% dengan gejala nyeri, dan 20% pasien berkembang menjadi komplikasi. Hal ini terutama disebabkan pengaruh perubahan gaya hidup. Misalnya, gaya hidup yang banyak makanan cepat saji yang dapat menyebabkan prevelensi kegemukan. (www.seputar-indonesia.com)

Berdasarkan data yang diperoleh dari medical record di RSUP.Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Bahwa kurun waktu periode Januari-Desember 2005 didapatkan kholelitiasis sebanyak 78 orang, diantaranya yaitu umur: 15-24 ;2 orang, 25-44; 23 orang, 45-64; 41 orang, > 65; 12 orang. Laki-laki : 36 orang, perempuan : 42 orang, diantaranya ada yang meninggal 1 orang.
Dan periode Januari-Desember 2007 sebanyak 57 orang, diantaranya
yaitu : perempuan 55 orang, laki-laki 2 orang.

Selengkapnya klik disini

Kode KTI X

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: