Beranda > Berita, Pertanian > Petani Padi akan Diasuransikan

Petani Padi akan Diasuransikan

PINRANG, AJPNews — Untuk melindungi petani dari gagal panen akibat kekeringan dan banjir ataupun serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), maka petani akan diberikan asuransi pertanian.

Karena itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan mengesahkan Rancangan Undang Undang (RUU) tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani menjadi Undang-Undang.

“Keputusan tersebut sangat membantu pihak petani nantinya jika sudah diundangkan,” ujar Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pinrang, Andi Agus Senge, Selasa (27/8).

Menurutnya, kabar tersebut diperolehnya saat mengikuti serangkaian kegiatan petani berprestasi nasional sebagai pengelola Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) terbaik Sulawesi Selatan (Sulsel) di Jakarta belum lama ini.

UU tersebut, katanya, cukup baik karena akan menstabilkan pendapatan petani dengan mengurangi kerugian lantaran kehilangan hasil dan merangsang petani mengadopsi teknologi yang dapat meningkatkan produksi dan efisiensi penggunaan sumber daya serta meningkatkan akses petani kepada lembaga perkreditan.

“Undang-undang tersebut sangat didambakan petani kerena ada jaminan ketersediaan sarana produksi dan asuransi jika gagal panen karena bencana,” ungkap Andi Agus Senge dalam Rembug Madya KTNA Kabupaten Pinrang, kemarin.

Terkait dengan premi yang harus dibayar petani sebesar 20 persen atau Rp36.000 per hektar, maka dalam Rembug Madya KTNA Pinrang yang dihadiri perwakilan kelompok tani disepakati pembayaran premi asuransi dalam bentuk natura berupa gabah kering panen (GKP) sebanyak 40 kg atau senilai Rp125.000.

Menurutnya, gabah yang dikumpul oleh pengurus kelompok pada saat panen tidak memberatkan anggota kelompok tani. “Karena gabah seberat 40 kilogram (kg) yang dijadikan pembayaran premi asuransi tersebut sisanya akan tersimpan sebagai tabungan anggota dan sebagian menjadi biaya operasional pengurus kelompok,” jelas Agus kepada AJPNews.

Dikatakannya, premi asuransi berupa natura tersebut tidak membebani petani karena dijemput di sawah pada saat panen. “Demikian juga pengurus kelompok yang bertugas mengumpulkan gabah akan bekerja lebih aktif karena mendapatkan biaya operasional sebagian dari sisa pembayaran premi 40 kg GKP,” ujar Agus.

Ia mencontohkan, jika dalam satu kelompok terdapat luas sawah 50 hektar, maka jumlah gabah yang dikumpulkan sebanyak 2.000 kg atau senilai Rp6.250.000 lalu dibayarkan untuk premi asuransi sebanyak Rp1.800.000, sehingga masih tersisa Rp4.450.000.

“Sisanya, itu sebagian digunakan untuk operasional pengurus yang besarnya berdasarkan hasil kesepakatan kelompok,” sebut Agus Senge.

Untuk mengawasi penggunaan sisa pembayaran premi asuransi, lanjutnya, maka masing-masing kelompok melakukan pencataan dan mengevaluasi sisa dana yang tersimpan di kas kelompok setiap saat.

“Agar lebih kuatnya kesepakatan dalam Rembug Madya yang berlangsung di Dinas Pertanian dan Peternakan Pinrang tersebut maka ke depan setiap kelompok membuat anggaran dasar dan anggaran rumah tangga kelompok dengan mencantumkan besaran jumlah GKP yang dikumpul setiap panen,” sarannya.

Dia menyebutkan, dari jumlah nilai uang yang terkumpul di setiap kelompok mengaturnya untuk keperluan premi, biaya operasional pengurus dan jumlah untuk tabungan masing-masing anggota. (rul/pan)

Sumber: http://ajatapparengnews.com/index.php/bisnis-usaha/5054-petani-padi-akan-diasuransikan
Iklan
Kategori:Berita, Pertanian
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: