Beranda > Motivasi > Semakin Bebas dan Bahagia

Semakin Bebas dan Bahagia

Bagi wanita, pertambahan usia bisa menimbulkan berbagai perasaan. Sebagian bersikap tenang-tenang saja, namun banyak juga yang merasa cemas, terutama ketika mulai terlihat kerutan di wajah atau munculnya beberapa helai uban. Hati kian was-was ketika berat badan terus bertambah dan sulit sekali untuk menurunkannya. Bagaimana sebaiknya kita menerima perubahan itu?’

Ukuran ‘tua’

Setiap orang pasti mengalami proses penuaan. Proses ini berjalan secara bertahap, sejak usia 35 tahun. Ketika itu produksi hormon dalam tubuh berkurang sekitar 14%. Proses penuaan semakin jelas di usia 40-an tahun, ketika human growth hormone (HGH) berkurang hingga 25%. Karena hormon pertumbuhan ini merupakan ‘motor’ utama dalam menggerakkan fungsi-fungsi tubuh, maka akan mempengaruhi kondisi fisik maupun biologis seseorang. Puncak proses ini terjadi pada usia di atas 45 tahun ketika produksi hormon terus berkurang hingga tubuh kekurangan sekitar 20 jenis hormon, antara lain: estrogen dan testosteron.

“Kondisi inilah yang menyebabkan tubuh semakin rentan terhadap penyakit,” ucap dr. Erwin Peetosutan, Sp.P., pakar anti-aging medicine yang juga presiden dan pendiri Perkumpulan Awet Sehat Indonesia (PASTI).

Ketika usia bertambah, apa yang dirasakan oleh wanita? Dari hasil diskusi wanita pembaca PESONA beberapa waktu lalu, ternyata mereka tidak terlalu mencemaskan penampilan. Hal yang paling mereka cemaskan adalah masalah kesehatan, dari berat badan sampai meningkatnya risiko penyakit, seperti jantung, alzheimer, dan diabetes. Menopause juga menjadi salah satu hal yang mereka pikirkan dengan serius.

Usia berapakah seseorang disebut tua?
Banyak yang menjawab, 50 tahun ke atas. Pasalnya, di usia tersebut mulai muncul berbagai tanda-tanda penuaan, seperti kulit berkerut, tubuh melar, tubuh loyo dan tak bergairah. Tetapi sekarang, banyak wanita yang masih bugar, aktif, dan tampak muda meskipun usia sudah di atas 50 tahun.

Jadi, apa ukuran tua yang sebenarnya?
Menurut Deepak Chopra, penulis buku best seller yang kerap menulis tentang transformasi kehidupan dan sangat populer di Amerika Serikat, ada tiga cara dalam menentukan usia seseorang:

Chronological aging. Usia yang tercatat berdasarkan tahun kelahiran. Usia ini  akan terus bertambah.

Biological aging. Usia yang dilihat dari fungsi dan sistem tubuh. Setiap usia memiliki biomarkers yang dinilai berdasarkan kondisi tubuh, seperti tekanan darah, kadar hormon, kadar kolesterol, kepadatan massa tulang, serta kepekaan visual dan pendengaran.

Psychological aging. Penilaian subyektif ini diukur dari sejauh mana seseorang dapat menikmati hidup serta merasakan cinta dan kebahagiaan. Bila seseorang masih terus bekerja dan merasa bermakna bagi lingkungannya, berarti usia psikologisnya semakin baik. Usia psikologis ini sangat mempengaruhi usia biologis. Biasanya orang yang bahagia jauh lebih sehat dan panjang umur dibandingkan orang yang sering mengalami stres.

Dari ketiga hal tersebut, usia kronologis tidak dapat dimanipulasi. Tapi usia biologis dan psikologis bisa diperpanjang, terutama sejak ditemukannya anti-aging medicine. Menurut dr. Erwin, program anti-aging mampu mengembalikan semua disfungsi dan kelainan yang terjadi pada tubuh, sekaligus mencegah penuaan dini.

Tetapi apakah Anda cukup puas dengan awet muda dan panjang umur saja? Tentunya Anda juga tidak ingin masa tua yang sakit-sakitan dan tidak bahagia. Karena itu, perlu cara tertentu agar kualitas hidup terjaga dengan baik sepanjang usia.

Ubah persepsi

Dalam buku Growing Younger, Living Longer,Deepak Chopra memaparkan bahwa untuk awet muda dan panjang umur sebenarnya sederhana. Syaratnya dimulai dari persepsi terhadap aging itu sendiri. Persepsi atau cara pandang seseorang terhadap dunia memainkan peranan penting dalam menentukan perilakunya.Namun selama ini persepsi kita umumnya telah dibentuk oleh lingkungan. Sehingga tanpa disadari, ketika usia bertambah, aktivitas kita pun menurun. Misalnya kita tidak lagi berdandan, malas berolahraga, bahkan merasa tidak berguna –apalagi jika telah memasuki masa pensiun.

Padahal, menurut Chopra, jiwa kita sebenarnya tidak mempunyai batas ruang dan waktu.Jiwa bukanlah mesin biologis yang gampang rapuh dimakan usia. Tetapi di dalam diri kita terdapat serangkaian jaringan energi, informasi, dan kecerdasan tinggi. Sehingga tidak seharusnya kita menyerah begitu saja pada umur. Sebaliknya, karena dibekali pikiran, kita dapat mengubah persepsi tentang aging agar bisa menikmati masa tua lebih baik.

Anda bisa mengibaratkan buah anggur atau pohon jati yang semakin tua justru semakin nikmat dan tinggi nilainya. Begitu juga manusia, semakin tua, mestinya semakin bertambah bijak, berpengalaman dan punya kepedulian pada sesama. Ketika cara pandang Anda tentang aging sudah lebih baik, maka kesehatan fisik dan mental pun akan terbawa, sehingga Anda bisa menerima dan menjalani proses menjadi tua dengan damai.

Iklan
Kategori:Motivasi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: