Beranda > Islam > Pandangan Habib Munzir Al-Musawwa Mengenai Syiah

Pandangan Habib Munzir Al-Musawwa Mengenai Syiah

1508631_10202003086378318_5761526568268752119_nBerkata Habib Munzir :
Mengenai pendapat kita ahlussunnah waljamaah bahwa 12 Imam yg diakui oleh syiah bukanlah merupakan kemungkaran, namun kita tak mengakui bahwa Imam Imam kita hanyalah 12 orang saja, para penerus risalah dan para Muhaddits dan Mujtahid banyak yg diakui sebagai imam dan tidak mesti dari ahlulbait, dan kaum syiah mempunyai kelemahan dalam hal ini, karena mereka menobatkan 12 imam pilihan mereka hanya dari keturunan Ahlulbait, justru disana terdapat kelemahan yg nyata karena mereka hanya mengambil Imam Imam tsb dari keturunan Husein bin Ali kw, jika mereka menganggap 12 imam itu hanya dari Ahlulbait maka mengapa tak satupun mengambil dari keturunan Hasan bin Ali kw?

Karena Ahlulbait Rasul saw tentunya juga dari keturunan Hasan bin Ali kw bahkan sayyidina Hasan lebih dekat pada Rasul saw sebagai mansabah karena ia adalah kakak dari Sayyidina Husein ra.

Maka kita melihat bahwa syiah sebenarnya hanya membesarkan keturunan ratu persia mereka, bukan ahlulbait Rasul saw, karena putri persia dinikahi oleh Husein bin Ali kw, maka mereka memilih keturunan ratu persia dari Sayyidina Husein ra sebagai 12 imam.

Kedudukan hadits itu dhoif dan tidak bisa dijadikan dalil, dan Imam Mahdi itu munculnya adalah setelah turunnya Isa bin Maryam as, bukan telah lahir masa lalu, kemudian bersembunyi di goa lalu orang syiah memanggil manggilnya dari lobang goa, ini adalah hal yg dungu.

Dan imam imam kita bukan hanya 12, tapi keturunan Imam Hasan pun banyak yg menjadi Imam, yaitu Al Imam Abdulqadir Jailaniy, dan banyak lagi. dan yg dimaksud dalam hadits itu bukanlah imam panutan hanya 12 saja, karena Rasul saw tidak mengatakan bahwa Imam yg harus dipanut adalah hanya 12 saja.

Namun hal yg aneh adalah orang syiah mengakui Imam 12 ini namun tak mencontoh akhlak mereka, karena tak satupun mereka itu pencaci, tak satupun dari Imam Imam Ahlulbait itu yg mengkafirkan orang muslim, atau melaknat orang muslim.

Imam Ali Zainal Abidin melakukan shalat malam 1.000 rakaat setiap malamnya hingga digelari Assajjad (orang yg banyak bersujud), bibirnya suci dari melaknat orang lain, mereka adalah orang yg bermunajat dimalam hari, Imam Thawus ra disuatu malam mendengar munajat Imam Ali zainal Abidin ra, ia berdoa dg suara Lirih dan tangis.. : “Abduka
bifinaa’ik.., miskiinuka bifinaa’ik…, saa’iluka bifinaa’ik.., faqiiruka bifinaa’ik..” (hamba Mu diteras Istana Mu.., si miskin di teras istana Mu.., si faqir di teras istana Mu.., si pengemis diteras istana Mu…)
Imam Thawus tak tahan mendengar doa itu, iapun pergi, dan berkata : tidaklah aku ditimpa kesulitan dan aku berdoa dg doa itu kecuali Allah mengangkat kesusahanku.

Imam Jakfar Shadiq ra meriwayatkan bahwa ia mendengar ayahnya (Muhammad Albaqir ra) bermunajat disuatu malam : “Amartaniy fala a’tamir.., wanahaytaniy falaa anzajir.., Haa ana abdun bayna yadayka muqirrun bindzanbiy, falaa a’tadzir…”
(Engkau memerintahku namun aku tak mampu melaksanakan kesemuanya, Engkau melarangku dan aku tak mampu menghindari kesemuanya.., inilah aku hamba dihadapan Mu, mengaku dengan
dosa dan kesalahan dan aku tak mampu berkilah..”

Inilah akhlak ahlulbait, inilah Imam Imam ahlulbayt, inilah doa dan kesucian jiwa mereka, demi Allah mereka bukan pencaci, dan tak pernah mengajarkan caci maki..

Jelaslah sudah yg saya maksud bahwa orang syiah hanya mengagungkan keturunan ratu persia, bukan keturunan Imam Husein, karena jika mereka memuliakan keturunan Imam Husein maka mereka akan mengikuti akhlak mereka, mereka ini pengkhianat ahlulbait, karena mengaku pengikut ahlulbait namun bertentangan dengan ajaran ahlulbait.

Kami ahlussunnah waljamaah mengikuti dan memuliakan Imam Imam, dari keturunan Imam Husein, dari keturunan Imam Hasan, dan Imam Imam selain ahlulbait yg berjalan bergandengan dg Ahlulbait, karena memang demikianlah agama yg benar. kami mencintai ahlulbait Nabi saw dan melestarikan ajarannya, beda dengan orang syiah yg mengaku cinta pada ahlulbait tapi merusak ajaran ahlulbait.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,
Aamiin..

Kategori:Islam
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: