Beranda > Promosi Kesehatan > Pemantau Lingkungan Kerja

Pemantau Lingkungan Kerja

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan teknologi yang semakin meningkat saat ini terasa sangat kompleks dampaknya. Disatu pihak perkembangan itu memberikan manfaat dan kemudahan-kemudahan pada tenaga manusia, tetapi dilain pihak menimbulkan masalah-masalah yang membutuhkan perhatian khusus. Hal tersebut mendorong manusia mengerahkan segenap potensi untuk mengembangkan diri dan memanfaatkan fasilitas serta sumber daya yang ada. Dengan demikian manusia bisa mencukupi kebutuhan hidup baik secara fisik maupun secara psikis.
Pada dasarnya tujuan utama dari perindustrian adalah untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dengan lebih memperhatikan subyek-subyek yang terlibat didalamnya, terutama dalam hal perlindungan terhadap manusia dan lingkungan kerja. Peranan manusia dalam industri tidak dapat diabaikan karena sampai saat ini dalam proses produksi masih terdapat adanya ketergantungan antara alat-alat kerja atau mesin dengan manusia, atau dengan kata lain adanya interaksi antara manusia, alat dan bahan serta lingkungan kerja (Sutaryono, 2002:6).

Interaksi antara manusia, alat dan bahan, serta lingkungan kerja menimbulkan beberapa pengaruh terhadap tenaga kerja. Pengaruh atau dampak negatif sebagai hasil samping proses industri merupakan beban tambahan dari tenaga kerja, yang bisa menimbulkan kelelahan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan adanya beban tambahan lingkungan kerja yaitu:
1. Faktor fisik, meliputi penerangan, kebisingan, vibrasi mekanis, iklim kerja dan radiasi.
2. Faktor kimia, meliputi gas, uap, debu, kabut fume, asap, awan, cairan dan benda padat.
3. Faktor biologis, meliputi tumbuhan dan hewan.
4. Faktor fisiologis, meliputi konstruksi mesin, sikap dan cara kerja.
5. Faktor psikologis, meliputi suasana kerja, hubungan antara pekerja atau dengan atasan (Depnaker, 2004: 9).
Berdasarkan kenyataan diatas dan lingkungan kerja dengan kondisi tidak baik tersebut maka penulis terdorong untuk melakukan penelitian mengenai hubungan antara faktor fisik (Kebisingan, getaran, suhu, udara , warna).

B. Rumusan Masalah
Setelah kami meninjau latar belakang di atas maka kami dapat merumuskan permasalahan yang terjadi di lingkungan kesehatan kerja terutama pada Faktor Fisik yaitu :
1. Permasalahan apa yang terjadi akibat Penerangan ?
2. Permasalahan apa yang terjadi akibat Warna?
3. Permasalahan apa yang terjadi akibat Udara ?
4. Permasalahan apa yang terjadi akibat Suara?
C. Tujuan
Tujuan dari makalah ini yaitu :
1. Untuk mengetahui masalah atau penyakit apa yang terjadi akibat Penerangan di lingkungan kerja.
2. Untuk mengetahui masalah atau penyakit apa yang terjadi akibat Warna di lingkungan kerja.
3. Untuk mengetahui masalah atau penyakit apa yang terjadi akibat Udara di lingkungan kerja.
4. Untuk mengetahui masalah atau penyakit apa yang terjadi akibat Suara di lingkungan kerja.

 

 BAB II
TI NJAUAN PUSTAKA

Dalam sebuah operasi kerja diperlukan penyeleksian operator kerja yang memenuhi syarat sehat fisik dan psikologis serta memiliki skill yang menunjang, tetapi tanpa adanya lingkungan fisik kerja yang baik maka akan timbul berbagai masalah dalam operasi kerja.
Manusia sebagai makhluk sempurna tetap tidak luput dari kekurangan, dalam arti segala kemampuannya masih dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor- faktor tersebut dapat berasal dari diri sendiri (intern), dapat juga dari pengaruh luar (ekstern). Salah satu faktor yang berasal dari luar adalah kondisi lingkungan kerja, yaitu semua keadaan yang terdapat di sekitar tempat kerja seperti temperatur, kelembaban udara, sirkulasi udara, pencahayaan, kebisingan, getaran mekanis, bau-bauan, warna dan lain-lain. Hal-hal tersebut dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil kerja manusia.

 

 

BAB III
PEMBAHASAN

1. Pengertian Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik adalah sesuatu yang berada di sekitar para pekerja yang meliputi cahaya, warna, udara, suara serta music yang mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang di bebankan.
Sedangkan menurut The Liang Gie lingkungan fisik merupakan sengenap factor fisik yang bersama-sama merupakan suatu suasana fisik yang melingkupi suatu tempat kerja.
Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa yang di maksud dengan lingkungan fisik adalah keadaan di sekitar kantor seperti cahaya, warna, udara, suara, music yang mempengaruhi karyawan dalam menjalankan pekerjaannya.
2. Unsur-unsur Lingkungan Fisik
Unsur didalam lingkungan fisik kantor meliputi sebagai berikut :
a. Penerangan
Penerangan merupakan factor yang sangat penting dalam suatu kantor karena dapat memperlancar pekerjaan di kantor apalagi seorang karyawan yang pekerjaannya berkaitan dengan ketatabukuan maka tulisan harus terlihat jelas tanpa terlindung oleh bayangan. Penerangan yang cukup akan menambah semangat kerja karyawan, karena mereka dapat menyelesaikan tugas – tugasnya, matanya tidak mudah karena cahaya yang terang, dan kesalahan-kesalahan yang di hindari. Banyak ke tidak beresan pekerjaan tata usaha di sebabkan karena penerangan yang buruk, misalnya ruangan yang terlampau gelap atau karyawan harus bekerja di bawah penerangan yang menyilaukan.
Penerangan atau cahaya yang cukup merupakan pertimbangan yang penting dalam fasilitas fisik kantor. Pelaksanaan pekerjaan yang sukses memerlukan penerangan yang baik. Penerangan yang baik membantu karyawan melihat dengan cepat, mudah, dan senang. Cahaya matahari tidak dapat diatur menurut keingin orang lain. Lebih –lebih dalam gedung yang luas dan kurang jendelanya, cahaya alam itu tidak dapat menembus sepenuhnya. Karena itu sering dipergunakan cahaya lampu untuk mengatur cahaya lampu untuk ,mengatur penerangan dalam kantor. Apabilah disusun dengan baik maka akan memberikan penerangan yang sempurna untuk ruang kerja yang gelap maupun bekerja pada malam hari.
Cahaya penerangan buatan manusia dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu:
1) Cahaya langsung
Cahaya ini memancarkan langsung dari sumbernya kearah permukaan meja. Apabilah dipakai lampu biasa, cahaya bersifat sangat tajam dan bayangan yang ditimbulkan sangat tegas. Cahaya ini lekas melelahkan mata yang menyilahkan pekerja. Pancaran cahaya adalah tinggi, bayangan-bayangan tajam dan langit-langit umumnya menjadi gelap. Biasanya ini merupakan cahaya yang paling tidak disukai
2) Cahaya setengah langsung
Cahaya memancar dari sumbernya dengan melalui tudung lampu yang biasanya terbuat dari gelas yang berwarna seperti susu. Cahaya ini tersebar sehingga bayangan yang ditimbulkan tidak begitu tajam. Akan tetapi kebanyakan cahaya tetap langsung jatuh kepermukaan meja dan memantul kembali kea rah mata pekerja, sehingga hal ini masih kurang memuaskan walaupun sudah lebih baik daripada cahaya langsung.
3) Cahaya setengah tidak langsung
Penerangan ini terjadi dari cahaya yang sebagian besar merupakan pantulan dari langit-langit dan dinding ruangan, sebagian lagi terpancar melalui tudung kaca. Cahaya ini sudah lebih baik daripada cahaya setengah tidak langsung karena sifat dan bayangan yang diciptakan sudah tidak begitu tajam dibandingkan dengan cahaya setemgan langsung.
4) Cahaya tidak langsung sumbernya
Cahaya ini dari sumbernya memancarkan kearah langit-langit ruangan, kemudian baru dipantulkan kearah meja. Hal ini memberikan cahaya yang lunak dan tidak memberikan bayangan yang tajam. Sesungguhnya langit-langit merupakan sumber cahaya bagi ruang kerja, karena itu langit-langit mempunyai daya pantul yang tinggi. Sifat cahaya ini benar-benar sudah lunak, tidak mudah menimbulkan kelelahan mata karena cahaya tersebar merata keseluruh penjuruh. Sistem penerangan ini merupakan system penerangan yang terbaik.
• Keuntungan penerangan yang baik adalah;
a) Perpindahan poegawai berkurang
b) Semangat kerja lebih tinggi
c) Prestise lebih besar
d) Hasil pekerjaan lebih banyak
e) Kesalahan berkurang
f) Ketelitihan berkurang
Keuntungan tersebut dapat terwujud bila mutu penerangan yang ada bermutu baik. Penerangan yang bermutu baik penerangan yang secara relative tidak menyilaukan mata dan dipancarkan secara merata. Kejernihan penerangan yang relative sama. Bayangan-bayangan harus dikurangi sebanyak-banyaknya, meskipuntidak mungkin untuk menghilangkan sama sekali..
b. Warna
Warna tidak hanya mempercantik kantor tetapi juga memperbaiki kondisi-kondisi di dalam mana pekerjaan kantor itu di lakukan. Karena itu keuntungan penggunaan warna yang tepat adalah tidak hanya bersifat keindahan dan pisikologis, tetapi juga bersifat ekonomis.
Warna dapat mempengaruhi penerangan kantor, warna juga dapat mempengaruhi perasaan kita serta warna dapat juga mempercantik kantor. Kualitas warna dapat mempengaruhi emosi dan dapat pula menimbulkan perasaan senang maupun tidak senang. Penggunaan warna yang tepat pada dinding ruangan dan alat-alat dapat memberikan kesan gembira, ketenangan bekerja juga mencengah kesilauang yang di timbulkan oleh cahaya yang berlebihan.
Warna pokok dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu :
1. Merah
Warna yang menggambar panas, kengembiraan, dan kegiatan bekerja. Sebagian alat untuk meransang panca endera dan jiwa agar bersamaan dalam melaksanakan suatu perkerjaan tetapi kalau terlampau banyak di pake juga tidak baik.
2. Kuning
Menggambarkan kehangatan. Warna ini meransang mata dan saraf. Pengaruhi mental yang dapat di timbulkan adalah perasaan riang gembira dan menyelapkan perasaan tertekan. Oleh karena itu, warna ini tepat di pakai pada kamar-kamar atau lorong-lorong yang gelap.
3. Biru
Warna biru menggambarkan keluasan dan ketemtraman. Oleh karena itu, warna ini mempunyai pengaruh mengurangi ketengangan otot-otot tubuh dan tekanan darah. Sebagai alat untuk menimbulkan Suasana dingin dan tenang di dalam kantor untuk pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi, warna biru baik sekali di pergunakan. Hanya kalau berlebihan akan dapat menimbulkan pengaruh menekan perasaan.
Keuntungan penggunaan warna yang baik :
1. Memungkinkan kantor menjadi tampak menyenangkan dan menarik pemandangan.
2. Mempunyai pengaruh tidak langsung terhadap produktifitas pegawai.

c. Udara

Pertukaran udara yang cukup terutama dalam ruang sangat diperlukan, apalagi dalam ruang tersebut penuh pegawai. Pertukaran udara yang cukup dalam ruangan akan menyebabkan kesegaran fisik karyawan dalam melaksanakan tugas-tugas. Sebaliknya pertukaran udara yang kurang akan menimbulkan rasa pengap sehingga mudah menimbulkan kelelahan dari karyawan.
Suhu yang sedang harus dipertahankan ditempat orang yang bekerja (kecuali untuk jangka waktu singkat) yaitu minimum 16˚ C (60.8˚ F) setelah jam pertama. Thermometer harus di sediakan pada setiap lantai agar pegawai dapat megecet suhu.
Keuntungan udara yang baik adalah :
1. Produktifitas yang sangat tinggi.
2. Mutu pekerjaan yang lebih tinggi.
3. Kesenangan dan kesehatan pegawai yang bertambah.
4. Kesan yang menyanangkan bagi para tamu.
Sedangkan menurut Prof. soetarman mengemukaan beberapa hal sebagai usaha udara yang baik yaitu :
1. Mengatur suhu dan kantor dengan alat air contoni. Walaupun alat tersebut mahal harganya, tetapi bagi pekerjaan-pekerjaan yang menhendaki ketelitian dan ketengan sebesar-besarnya alat ini merupakan keharusan apabila di kehendaki mutu pekerjaan yang tinggi.
2. Mengusahan peredaran udara yang cukup dalam ruang kerja. Hal ini dapat tercapai dengan membuat lobang-lobang udara yang cukup banyak pada dinding kamar. Demikian pula sewaktu pekerja jendela harus selalu di buka.
3. Mengatur pakaian kerja sebaik-baiknya di pakai oleh para pekerja. Untuk pekerja di Indonesia, mengenakan pakaian jas lengkap dengan dasi secara barat adalah kurang tepat.
Selain penggunaan air koditioni, pentilasi yang cukup kipas angin, konstruksi gedung jaga berpengaruh pada pertukaran udara. Gedung yang mempunyai plapong yang tinggi akan menimbulkan pertukaran udara yang baik dari pada yang plapongnya rendah. Demikian pula luasnya ruangan dengan jumlah karyawan yang sedang pekerjaakan mempengaruhi pertukaran udara.
d. Suara
Suara bising yang keras, tajam dan tidak terduga adalah penyebab gangguan yang kerab di alami pekerja tulis menulis. Gangguan ini sering kali di diamkan saja walaupun tindakan perbaikan yang sederhana dapat di lakukan apabila waktu dan pikiran di luangkan untuk masalah itu.
Sebagai besar dari pekerjaan kantor merupakan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi pikiran, oleh karena itu di usahakan agar jangan banyak terjadi suara-suara gaduh. Suara yang gaduh menyababkan kesulitan memusakkan pikiran, dalm menggukan telpon dan dalam melaksanakan pekerjaan kantor dengan baik. Seorang mukin tidak menyadari pengaruh kegaduhan suara, tetapi setelah beberapa waktu orang akan menjadi sangat lelah dan lekas marah senagai pengaruh suara yang gaduh. Mengaruh suara yang gaduh adalah :
1. Gangguan mental, dan suara pegawai.
2. Kesulitan mengadakan konsentrasi.
3. Kelelahan yang bertambah dan semangat kerja yang berkurang.
Banyak sumber suara terdapat dalam kantor antara lain percakapan, gesekan kursi-kursi pada lantai, dan mesin-mesin kantor yang mengeluarkan suara. Kondisi suara yang baik adalah kondisi suara yang tidak gaduh atau tenang, tidak terganggu dari alat-alat kantor itu sendiri, maupun dari luar kantor sehingga pegawai dapat bekerja sebaik mungkin. Kebisingan dapat dikurangi dengan pengaturan maupun pengendalian sumber suara, isolasi dari suara, penggunaan peredam suara, penggunaan system akuistik dan pemakaian alat pelingdung teliga.

 

  BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Perkembangan teknologi yang semakin meningkat saat ini terasa sangat kompleks dampaknya. Hal tersebut mendorong manusia mengerahkan segenap potensi untuk mengembangkan diri dan memanfaatkan fasilitas serta sumber daya yang ada. Dengan demikian manusia bisa mencukupi kebutuhan hidup baik secara fisik maupun secara psikis.
Lingkungan fisik adalah sesuatu yang berada di sekitar para pekerja yang meliputi cahaya, warna, udara, suara serta music yang mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang di bebankan. Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa yang di maksud dengan lingkungan fisik adalah keadaan di sekitar kantor seperti cahaya, warna, udara, suara, music yang mempengaruhi karyawan dalam menjalankan pekerjaannya.
B. Saran
Perlu adanya sedaran pemantauan lingkungan kerja pada suatu industri agar karyawan yang berkerja di perusahaan tersebut lebih bersemangat.

 

DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Cet. ke-2, Mei. Jakarta : Rineka Cipta. 2003
Soepardi ES. Iskandar N. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher. Edisi 5. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta: 2001

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: