Beranda > Kesehatan > Tinjauan Umum Tentang Lanjut Usia

Tinjauan Umum Tentang Lanjut Usia

a. Definisi Lanjut Usia
Defenisi usia tua beragam tergantung pada kerangka pandang individu. Orang tua yang berusia 35 tahun dapat dianggap muda bagi anaknya dan muda bagi orang tuanya. Orang sehat, aktif berusia 65 tahun mungkin menganggap usia 75 tahun sebagai permulaan lansia. Ketika usia pensiun ditentukan pada usia 65 tahun melalui legislasi sosial security pada tahun 1930-an, maka masyarakat Amerika Serikat menerima usia 65 tahun sebagai awal usia tua.

b. Teori-Teori Proses Menua
Menurut Nugroho (2000) sebenarnya secara individual tahap proses menua terjadi pada orang dengan usia berbeda, dimana masing-masing lanjut usia mempunyai kebiasaan yang berbeda.
Beberapa teori berikut menjelaskan tentang proses menua :

a) Teori Biologi
1) Teori Genetik dan Mutasi (Somatic Mutatie Theory)
Menurut teori ini menua telah terprogram secara genetik untuk species-species tertentu. Menua terjadi sebagai akibat dari perubahan biokimia yang deprogram oleh molekul-molekul/DNA dan setiap sel pada saatnya akan mengalami mutasi. Sebagai contoh yang khas adalah mutasi dari sel-sel kelamin.
2) Pemakaian dan Rusak
Menurut ini kelebihan usaha dan stres menyebabkan sel-sel tubuh lelah (terpakai).
3) Pengumpulan dari pigmen atau lemak dalam tubuh, yang disebut teori akumulasi atau sisa.
4) Peningkatan jumlah kolagen dalam jaringan.
5) Tidak ada perlindungan terhadap; radiasi, penyakit, dan kekurangan gizi.
6) Reaksi dari kekebalan sendiri (Auto immune Theory)
Di dalam proses metabolisme tubuh, suatu saat diproduksi suatu zat khusus. Ada jaringan tubuh yang tidak tahan terhadap zat tersebut sehingga jaringan tubuh menjadi lemah dan sakit.
7) Teori Immunologi Slow Virus
System imun menjadi efektif dengan bertambahnya usia dan masuknya virus ke dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh.

8) Teori Stres
Menua terjadi akibat hilangnya sel-sel yang biasa digunakan tubuh. Regenerasi jaringan tidak dapat mempertahankan kestabilan lingkungan internal, kelebihan usaha dan stress menyebabkan sel-sel tubuh lelah terpakai.
9) Teori Radikal Bebas
Radikal bebas dapat terbentuk di alam bebas, tidak stabilnya radikal bebas (kelompok atom) mengakibatkan oksidasi oksigen bahan-bahan organic seperti karbohidrat dan protein. Radikal ini menyebabkan sel-sel tidak dapat regenerasi.
10) Teori Rantai Silang
Sel-sel tua atau usang, reaksi kimianya menyebabkan ikatan yang kuat, khususnya jaringan kolagen. Ikatan ini menyebabkan ikatan yang kuat, khususnya jaringan kolagen. Ikatan ini menyebabkan kurangnya elastisitas, kekacauan, dan hilangnya fungsi.
11) Teori Program
Kemampuan organisme untuk menetapkan jumlah sel yang membelah setelah sel-sel tersebut mati.

b) Teori Kejiwaan Sosial
1) Aktivitas atau kegiatan (Activity Theory)
Ketentuan akan meningkatnya pada penurunan jumlah kegiatan secara langsung. Teori ini menyatakan bahwa pada lanjut usia yang sukses adalah mereka yang aktif dan ikut banyak dalam kegiatan sosial.
2) Kepribadian Berlanjut (Continuity Theory)
Dasar kepribadian atau tingkah laku tidak berubah pada lanjut usia. Teori ini merupakan gabungan dari teori-teori di atas. Pada teori ini menyatakan bahwa perubahan yang terjadi pada seseorang yang lanjut usia sangat dipengaruhi oleh tipe personality yang dimilikinya.
3) Teori Pembebasan (Disengagement Theory)
Putusnya pergaulan atau hubungan dengan masyarakat dan kemunduran individu dengan individu lainnya. Teori ini menyatakan bahwa dengan bertambahnya usia, seseorang secara berangsur-angsur mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya atau menarik diri dari pergaulan isekitarnya.

c) Batasan-Batasan Lanjut Usia
Mengenai kapankah orang disebut lanjut usia, sulit dijawab secara memuaskan. Dibawah ini dikemukakan beberapa pendapat mengenai batasan umur:
a. Batasan usia menurut WHO meliputi :
1) Usia pertengahan (middle age), ialah kelompok usia 45 sampai 59 tahun.
2) Lanjut usia (erderl) antara 60 dan 74 tahun.
3) Lanjut usia tua (old) antara 75 dan 90 tahun.
4) Lanjut usia sangat tua (very old) diatas 90 tahun
b. Menurut UU No. 4 tahun 1965 pasal 1 dinyatakan sebagai berikut: “Seorang dapat dinyatakan sebagai seorang jompo atau lanjut usia setelah yang bersangkutan mencapai umur 55 tahun, tidak mempunyai atau tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain.” Saat ini berlaku UU No. 13 tahun 1998 BAB I pasal 1 ayat 2 yang berbunyi “Lanjut Usia adalah seseorang mencapai usia 60 (enam puluh) tahun ke atas.”

Kategori:Kesehatan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: