Beranda > Tesis > Tinjauan Umum Tentang Status Gizi Ibu Hamil

Tinjauan Umum Tentang Status Gizi Ibu Hamil

Status gizi ibu hamil umumnya ditentukan jauh sebelum ibu itu hamil, yaitu selama masa kanak-kanak hingga dewasa. Gizi selama kehamilan penting, namun banyak tambahan kebutuhan nutrient dapat terpenuhi apabila ibu mempunyai cadangan nutrient yang cukup sebelum hamil, kebutuhan nutrient dan energy selama kehamilan lebih tinggi daripada orang dewasa. Kebutuhan energy dapat diprediksi dari kehilangan nutrient selama konsepsi. Lamanya kehamilan dari ovulasi sampai partus adalah sekitar 280 hari dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu).

PBB melalui WHO dan UNICEF membantu perkembangan BKIA dengan dana obat-obatan, tenaga dan fasilitas untuk Negara yang berkembang, sehingga BKIA menjadi pusat kesehatan Ibu dan anak (KIA) dan ini terbukti dengan menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Hasil penelitian tahun 2000 yang dilakukan Sarwa Handayani menunjukkan cakupan ibu hamil oleh tenaga kesehatan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya peningkatan ini secara kumulatif berkisar pada angka 85 %, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan didapatkan pada wanita dengan usia kurang dari 30 tahun, pendidikan diatas SD dengan cakupan imunisasi TT minimal 1 kali sekitar 72%, TT 2 kali sekitar 53%. Pemberian tablet Fe sekitar 74% tetapi hanya 24% yang memperoleh 90 butir Fe sebesar 91% pemeriksaan. Kehamilan pada dukun yang tidak mendapat tablet Fe.

Setiap wanita hamil menghadapi komplikasi yang mengancam jiwanya. Oleh karena itu, setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya 4 kali kunjungan selama periode antenatal.

K1 (Kunjungan Pertama) Adalah kunjungan / kontak pertama dengan petugas kesehatan pada trimester pertama selama kehamilan, yang dimaksud untuk mendiagnosis adalah :
1. Anamnesis lengkap termasuk riwayat obstetric dan ginekologik terdahulu
2. Pemeriksaan fisik dan tekanan darah, suhu, nadi, pernapasan, bunyi jantung, odema dan lain-lain
3. Pemeriksaan obstetric : umur kehamilan, besar uterus, bunyi jantung janin dan pengukuran panggul luar
4. Pemeriksaan laboratorium : urine lengkap dan darah (Hb, lekosit dan gula darah)
5. Penilaian status gizi : dilihat dari keseimbangan berat badan dan tinggi badan atau LILA (Lingkar Lengan Atas).

K2 (Kunjungan Kedua) Adalah kunjungan / kontak kedua ibu hamil dengan petugas kesehatan pada trimester kedua selama kehamilan. Pemeriksaan terutama menilai resiko kehamilan dan kelainan / cacat bawaan.
Kegiatannya adalah :
1. Anamnesis : keluhan dan perkembangan yang dirasakan oleh ibu
2. Pemeriksaan fisik dan obstetric
3. Penilaian resiko kehamilan
4. Pemberian imunisasi TT dan pemberian tabet penambah darah (Fe)

K3 (Kunjungan Ketiga)
Adalah kunjungan / kontak ibu hamil dengan petugas kesehatan pada trimester ketiga selama kehamilan. Pemeriksaan terutama menilai resiko kehamilan, juga untuk melihat aktivitas janin dan pertumbuhan janin secara khusus.
Kegiatannya adalah :
1. Anamnesis : keluhan, gerakan janin
2. Pemeriksaan fisik dan obstetric (pemeriksaan panggul dalam khusus pada kehamilan pertama)
3. Penilain resiko kehamilan
4. Pemberian TT-2 dan pemberian tablet penambah darah (Fe)

K4 (Kunjungan Keempat)
Adalah kunjungan / kontak keempat dengan petugas kesehatan pada trimester selama kehamilan. Pemeriksaan ditujukan terutama pada penilaian kesejahteraan janin dan fungsi plasenta serta persiapan persalinan.
Kegiatannya adalah :
1. Anamnesis : keluhan janin dan lain-lain
2. Pengamatan gerakan janin
3. Pemeriksaan fisik dan obstetric

Penyuluhan bagi ibu hamil sangat diperlukan untuk memberikan pengetahuan mengenai kehamilan, perubahan yang berkaitan dengan kehamilan, perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim, termasuk gizi, kebersihan, olahraga (senam hamil), pekerjaan dan perilaku sehari-hari, perawatan payudara, penting dan manfaat ASI, tanda – tanda kehamilan resiko tinggi, melakukan pemeriksaan kehamilan, pentingnya pemberian imunisasi TT pada ibu hamil, pentingnya meminta pertolongan persalinan pada tenaga terlatih dan perawatan bayi baru lahir. Dengan pengetahuan tersebut diharapkan ibu akan memotivasi untuk mejaga dirinya dan kehamilannya dengan mentaati nasehat yang diberikan oleh pelaksanaan pemeriksaan kehamilan, sehingga ibu dapat melewati masa kehamilannya dengan baik dan menghasilkan bayi yang sehat.

Cakupan pelayanan antenatal dapat di pantau melalui pelayanan kunjungan baru ibu hamil (K1) dan pelayanan ibu hamil sesuai standar paling sedikit empat kali dengan distribusi sekali pada triwulan pertama , sekali pada triwulan ketiga (K4).

Kategori:Tesis
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: