Beranda > Kesehatan > Pengertian Kelancaran ASI

Pengertian Kelancaran ASI

Pengeluaran ASI dikatakan lancar bila produksi ASI berlebihan yang
ditandai dengan ASI akan menetes dan akan memancar deras saat diisap bayi (Purwanti, 2004).

3. Jenis-jenis ASI

a. ASI stadium I
ASI stadium I adalah kolostrum yang merupakan cairan viscous kental dengan warna kekuning-kuningan yang pertama disekresikan oleh kelenjar payudara dari hari pertama sampai hari ketiga atau keempat setelah melahirkan.
b. ASI stadium II
Merupakan ASI peralihan dari kolostrum sampai menjadi ASI yang matur disekresikan pada hari keempat sampai hari kesepuluh masa laktasi.
c. ASI stadium III
ASI stadium III adalah ASI matur yang disekresikan pada hari ke sepuluh dan seterusnya. ASI ini merupakan makanan satu-satunya yang paling baik dan cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan (soetjiningsih, 1997).

4. Komposisi ASI
a. Protein
Protein dalam ASI jumlahnya lebih rendah dibandingkan dengan protein dalam susu sapi. Merupakan bahan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi karena merupakan kelompok protein yang sangat halus, lembut dan mudah dicerna sehingga hampir seluruhnya terserap oleh sistem pencernaan bayi. Kandungan protein dalam ASI terdiri dari :

1) Gammaglobulin yang memberikan perlindungan terhadap infeksi. Jenis protein ini juga membuat konsistensi ASI menjadi pekat ataupun padat sehingga bayi lebih lama merasa kenyang. ASI juga mengandung protein jenis Alfa Laktalbumin yang melindungi bayi dari alergi.

2) Asam amino taurin yang merupakan bahan baku untuk pertumbuhan sel otak, retina dan konjugasi bilirubin. Pada bayi baru lahir biasanya menunjukan peningkatan bilirubin karena mereka baru mendapat trauma pada saat melalui jalan lahir (Adanya pendarahan), sedangkan pada usus bayi belum menstimulasi vitamin K untuk proses pembekuan darah. ASI mengandung taurin yang cukup tinggi, ini akan membantu menurunkan kadar bilirubin yang tinggi dalam tubuh bayi. Sedangkan vitamin K yang dibutuhkan untuk pembekuan darah harus dibantu asupan dari luar.

3) Asam amino sistin sangat penting untuk pertumbuhan otak.

4) Tirosin dan fenilalanin dengan kadar yang sangat rendah menguntungkan untuk bayi terutama bayi prematur, karena pada bayi prematur, kadar tirosin yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan otak.

5) Laktoferin yang berfungsi mengangkut zat besi dari ASI ke sistem peredaran darah bayi sehingga zat besi akan lebih mudah diserap oleh sistem pencernaan bayi. Laktoferi juga merupakan pelindung karena membiakan bakteri, yang dalam sistem pencernaan bayi tubuh akan menghancurkan bakteri yang jahat itu .

6) Poliamin dan nukleotid yang sangat penting untuk sintesis protein dalam ASI.

7) Lisozim merupakan salah satu kelompok antibody alami dengan kadar yang cukup tinggi, bersama-sama dengan system komplemen dan SIgA berhasiat memecahkan dinding sel bakteri (Bakteriolitik) dari kuman-kuman gram positif.

b. Karbohidrat
Karbohidrat yang utama terdapat dalam ASI adalah laktosa. Kadar Laktosa dalam ASI lebih tinggi bila dibandingkan dengan air susu sapi. Hal ini sangat menguntungkan karena laktosa ini oleh fermentasi akan diubah menjadi asam laktat. Adanya asam laktat ini memberikan suasana asam dalam usus bayi sehingga memberikan beberapa keuntungan antara lain :
1) Penghambatan pertumbuhan bakteri yang patologis.
2) Memacu pertumbuhan mikro organisme yang memproduksi asam organik dan mensintesis vitamin.
3) Memudahkan terjadinya pengendapan dari Ca-caseinat
4) Memudahkan absorpsi dari mineral, misalnya kalsium, fosfor dan magnesium.
Laktosa ini juga relatif tidak larut sehingga waktu proses digesti didalam usus bayi lebih lama tetapi dapat diabsorpsi dengan baik oleh usus bayi. Selain laktosa yang merupakan 7 % dari total ASI juga terdapat glukosa, galaktosa dan glukosamin. Galaktosa ini penting untuk pertumbuhan otak dan medula spinalis.

c. Lemak
Kadar lemak dalam ASI merupakan sumber kalori yang utama
bagi bayi dan sumber vitamin yang larut dalam lemak (A,D,E dan K).
Keistimewaan dalam ASI anatara lain :
1) Bentuk emulsi lebih sempurna, hal ini disebabkan karena ASI mengandung ensim lipase yang memecah trigliserida menjadi gliserida dan kemudian menjadi monogliserida sebelum pencernaan diusus terjadi.
2) Kadar asam lemak tak jenuh terdapat dalam kadar yang tinggi, dan yang terpenting adalah asam linoleat yang akan memacu perkembangan otak bayi. Kolestrol diperlukan untuk melinisasi susunan saraf pusat dan diperkirakan juga berfungsi dalam pembentukan enzim untuk metabolisme kolestrol yang akan mengendalikan kadar kolestrol dikemudian hari (Mencegah asteriosklerosis pada usia muda).

d. Mineral
ASI mengandung mineral yang lengkap, walaupun kadarnya relatif rendah tetapi cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan. Total mineral selama masa laktasi adalah konstan, tetapi beberapa meineral yang spesifik kadarnya tergantung dari diit dan stadium laktasi. Garam organik yang terdapat dalam ASI terutama adalah kalsium, kalium dan natrium dari asam klorida dan fosfat.

e. Air
Kira-kira 88 % dari ASI terdiri dari air. Air ini berguna untuk melarutkan zat-zat yang terdapat didalamnya. ASI merupakan sumber air yang secara metabolik adalah aman. Air yang relatif tinggi dalam ASI akan meraedakan rangsanga haus dari bayi.

 f. Vitamin
Vitamin dalam ASI dapat dikatakan lengkap. Vitamin A,D dan C cukup, sedangkan golongan Vitamin B, kecuali riboflavin dan asam pantothenik adalah kurang.

g. Kalori
Kalori dalam ASI relatif rendah, hanya 77 kalori/100 ml ASI 90 % berasal dari karbonhidrat dan lemak, sedangkan 10 % berasal dari protein (Soetjiningsih, 1997).

5. Keuntungan Pemberian ASI
a. Steril, aman dari pencemaran kuman.
b. Selalu tersedia dalam suhu yang optimal.
c. Produksi disesuaikan dengan kebutuhan bayi.
d. ASI merupakan pencahar yang ideal untuk membersihkan mekoneum dari usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan makanan bayi bagi makanan yang akan datang.
e. ASI mengandung antibody yang tertinggi yang siap memberikan perlindungan bagi bayi ketika bayi dalam kondisi lemah.
f. Mencegah arteriosclerosis pada usia muda dengan adanya enzim yang mencerna kolestrol.
g. Mengandung tripsin inhibitor sehingga hidrolisis protein dalam usus bayi menjadi kurang sempurna. Hal ini akan lebih banyak menambah kadar antibody pada bayi.
h. Kekebalan bayi bertambah dengan volume kolostrum meningkat, akibat isapan bayi yang baru lahir secara terus-menerus (Soetjiningsih, 1997).

6. Indikator Kelancaran ASI
a. ASI dapat merembes keluar melalui puting susu.
b. Sebelum disusukan payudara merasa tegang.
c. Bayi akan buang air kecil 6 – 8 kali dalam sehari.
d. Turgor kulit dan tonus otot bayi baik
e. Perilaku bayi yang penuh semangat pada waktu menyusui.
f. Bayi tampak puas yang ditandai dengan :
1) Bayi akan segera tertidur
2) Tidak sering menangis
3) Suka bersosialisasi
g. Terdapat kenaikan berat badan rata-rata 500 gram per bulan (Soetjiningsih, 2007).

Kategori:Kesehatan Tag:,
  1. 10 Juli 2014 pukul 6:36 am

    It’s really a cool and helpful piece of info.
    I am glad that you just shared this helpful information with us.

    Please stay us informed like this. Thank you for sharing.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: