2017 Seluruh Puskesmas Ditargetkan Terakreditasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, menargetkan pada 2017 mendatang, semua puskesmas yang ada di daerah ini telah terakreditasi.

Saat ini, Diskes masih dalam taraf sosialisasi pada kepala puskesmas terkait hal ini. Pasalnya, untuk akreditasi puskesmas diperlukan instrumen-instrumen yang mendukung di antaranya gedung yang memadai serta representatif, sumber daya manusia (SDM)-nya dan peralatannya yang menunjang.

��Dan jika bicara soal itu, maka jelas berkaitan dengan anggaran kami di APBD Pelalawan. Tapi kami sendiri mendukung hal ini dengan tahap awal menyosialisasikan akreditasi puskesmas pada kepala puskesmasnya,�� terang Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan Dr Endit Romo Pratiknyo.

Endit menjelaskan, bahwa rencananya setiap tahunnya ada 3-4 puskesmas di daerah ini yang bisa diakreditasikan. Pasalnya, agar sebuah puskesmas bisa mendapatkan status akreditasi, maka puskesmas tersebut harus bisa memenuhi 155 kompetensi dasar atau kasus yang bisa dilayani di Puskesmas itu.

��Karena itu, jika sudah akreditasi, maka pelayanan di puskesmas akan sama dengan di rumah sakit-rumah sakit besar. Sederhananya, jika puskesmas sudah terakreditasi, maka pelayanan puskesmas seperti puskesmas di Kecamatan Kuala Kampar akan sama dengan pelayanan puskesmas di Jakarta. Jadi, untuk mendapatkan akreditasi itu, ya tidak main-main juga, karena banyak persyaratan yang harus dipenuhi,�� paparnya.

Disinggung terkait sanksi yang diberikan oleh Kemenkes jika pada 2015 mendatang suatu daerah belum memberlakukan akreditasi pada puskesmas sehingga BPJS tidak bisa diterapkan, Endit mengungkapkan, bahwa sanksi tersebut memang benar. Namun, tidak sefrontal seperti itu. Pasalnya, akreditasi bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dasar pada masyarakat. Jika akreditasi diterapkan dengan serba terburu-buru hanya untuk mengejar target, maka jelas hasilnya akan mengecewakan.

��Apalagi untuk akreditasi itu, hal dasar yang paling utama adalah gedung yang memadai, peralatannya lengkap dan SDM-nya pun memadai. Nantinya, jika puskesmas sudah terakreditasi, maka Rumah Sakit tidak menjadi Puskesmas terbesar lagi. Kalau sekarang kan, masyarakat sakit sedikit lebih banyak ke rumah sakit ketimbang puskesmas. Tapi, jika Puskesmas telah terakreditasi, maka nantinya Rumah Sakit hanya sebagai rujukan saja,�� ujarnya.

Tapi yang pasti, lanjut mantan Direktur RSUD Selasih Pangkalankerinci ini, secara bertahap sampai tahun 2017 mendatang, pihaknya memastikan puskesmas yang ada di Kabupaten Pelalawan telah terakreditasi semua. ��Sehingga dengan begitu, pelayanan dasar pada masyarakat secara otomatis akan meningkat. Untuk itu, kami harap target ini dapat berjalan lancar, sehingga pelayanan kesehatan sesuai program Pelalawan sehat dapat ditingkatkan pula demi kesejahteraan masyarakat di Negeri Bono ini,�� tutupnya.(amn)

Iklan

#puskesmas, #terakreditasi

Polisi Cari Remaja yang Duduki Patung Pahlawan di Simalungun

polisi-cari-remaja-yang-duduki-patung-pahlawan-di-simalungun-ZxWhcWselH

Foto-foto sejumlah remaja di patung pahlawan yang berada di area Perkebunan PTPN III Kebung Bandar Betsi, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, bikin heboh. Pasalnya, remaja tersebut berpose menduduki kepala pahlawan revolusi.

Pihak kepolisian setempat pun langsung mencari remaja yang ada dalam foto yang menjadi viral tersebut. “Sampai saat ini kita masih melakukan pencarian kepada remaja yang bersangkutan. Kami juga sudah koordinasi dengan Dandim dan Koramil,” ujar Kapolres Simalungun, AKBP Yofie Girianto Putro kepada Okezone, Minggu (8/5/2016).

Ditambahkannya, bila nantinya berhasil ditemukan, para remaja yang duduk di atas kepala patung pahlawan itu akan diberi pembinaan. Sebab berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, remaja tersebut tidak ada melakukan pelanggaran.

“Dari segi mana kita kalau melakukan penahanan? Intinya akan dilakukan pembinaan. Dan bukan hanya pihak kepolisian, juga instansi yang lain. Mereka kan masih remaja, belum tentu mereka tidak sadar melakukannya,” tambahnya lagi.

Dikatakannya lagi, dia juga berharap supaya masyarakat atau instansi yang lain juga dapat memberikan pembelajaran terhadap remaja saat ini supaya lebih paham terhadap lambang-lambang negara, dan juga mengetahui sejarah bangsa.

(ris)

Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/05/08/340/1382932/polisi-cari-remaja-yang-duduki-patung-pahlawan-di-simalungun

#gaya-hidup