Beranda > Pendidikan > LANDASAN TEORI

LANDASAN TEORI

Teori adalah alur logika atau penalaran, yang merupakan seperangkap konsep, definisi, dan proposisi yang disusun secara sistematis.

Jadi teori memuat:

– Konsep

– Definisi

– Proposisi

Secara umum fungsi dari teori adalah untuk:

  1. Menjelaskan (explanation) ruang lingkup variable-variabel yang akan diteliti.
  2. Meramalkan (prediction), yaitu menyusun hipotesis dan menyusun instrumen penelitian
  3. Pengendalian (control), yaitu membahas hasil penelitian dan memberikan saran.

Oleh karena itu seorang peneliti harus membaca buku-buku dan penelitian-penelitian yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukannya. Sumber-sumber bacaan dapat berbentuk buku teks, kamus, ensiklopedia, jurnal ilmiah dan hasil penelitian. Membaca buku adalah prinsip berfikir deduktif, sedangkan membaca hasil penelitian adalah prinsip berpikir induktif. Sumber bacaan yang baik memenuhi tiga criteria, yaitu relevansi, kelengkapan, kemutakhiran (kecuali penelitian histories).

Deskripsi Teori

Dalam penelitian, dekripsi teori merupakan uraian yang sistematis tentang teori dan hasil penelitian yang relevan dengan variable yang diteliti. Bila dalam suatu penelitian terdapat tiga variabel independent dan satu variable dependen maka kelompok teori yang perlu dideskripsikan ada empat kelompok teori.

Contoh judul penelitian: Pengaruh Tingkat IQ, motivasi orang tua, dan lingkungan belajar terhadap Kesuksesan anak didik dalam menyelesaikan tugas akhir.

Maka kelompok teori yang harus dideskripsikan adalah tingkat IQ, motivasi, lingkungan belajar, dan tingkat kesuksesan menyelesaikan tugas akhir. Juga harus dideskripsikan tentang hubungan variable independent dengan variable dependen.

Langkah-langkah dalam melakukan pendeskripsian teori:

  1. Tetapkan variable yang akan diteliti
  2. Cari sumber bacaan
  3. Lihat daftar isi, cari dan pilih topic yang relevan dengan variable yang diteliti

  1. Cari definisi setiap variable, bandingkan antara sumber yang satu dengan sumber yang lain. Pilih definisi yang paling sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan atau membuat kesimpulan dari beberapa definisi.
  2. Baca seluruh isi topic sesuai variable yang akan diteliti
  3. Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dengan bahasa sendiri. Sumber yang dikutip harus dicantumkan.

Kerangka Berfikir

Kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai factor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting (Sekaran, 1992).

Kerangka berfikir harus menjelaskan pertautan secara teoritis antar variable yang akan diteliti. Jadi harus dijelaskan hubungan antara variable independent dan variable dependen, dan jika ada kedudukan variable moderator dan intervening dalam penelitian.

Kerangka berfikir perlu dikemukakan apabila dalam penelitian tersebut berkenaan dua variable atau lebih.

Kriteria utama agar suatu kerangka pemikiran dapat meyakinkan sesame ilmuwan adalah alur pikiran yang logis dalam membangun suatu kerangka berfikir yang membuahkan kesimpulan berupa hipotesis.

Kerangka berfikir yang baik adalah:

  1. Variabel-variabel yang diteliti harus jelas
  2. Diskusi dalam kerangka berfikir harus menjelaskan hubungan/pertautan antar variable yang diteliti dan teori yang mendasari
  3. Diskusi harus dapat menunjukkan dan menjelaskan apakah hubungan antar variable itu positif atau negative, berbentuk simetris, kausal, atau interaktif (timbale balik)
  4. Kerangka berfikir tersebut dinyatakan dalam diagram (paradigma penelitian), sehingga mudah dipahami.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: