Arsip

Archive for the ‘Agama’ Category

Ada Apa Dengan AL AQSA

🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥 “ADA APA DENGAN AL-AQSA???” Tentu org awam spt sy akan bertanya hal sederhana gini pertanyaannya : “Eh kenapa sih org cm mw solat aja gak boleh? Emang umat islam mw ngapain coba? ampe segitunya dihadanglah diculiklah dibunuhlah..

apasih yg direbutin? Ada apa sih sm Al-Aqsa?? Yg lagi gak sibuk.. yg lagi nonton sinetron atau lagi nonton drama korea dipause yuks, ini urusan persiapan perang akhir zaman, seru lo.. di baca ya.. Yuk kita simak cerita dibawah ini.. By. Farah tentang mesjid al aqsha yang jadi rebutan…

masyaAllah… sejarah isra miraj’… inilah mesjid al aqsha… allahu’akbar masjid tersuci ke tiga bagi kaum muslim, setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Kisah yang paling terkenal dari masjid soal isra’ dan mi’raj Nabi Muhammad pada tahun 620. Masjidil Aqsa disebut menjadi perjalanan akhir isra Nabi dari Masjidil Haram. Dari tempat ini pula Nabi Muhammad memulai perjalanan ke Sidrat Al Muntaha atau langit lapis ke tujuh. Nabi Sulaiman menjadi salah satu yang diyakini meninggal di sekitar Masjidil Aqsa… dan inilah MODUS israel menduduki mesjid padahal tidak ada apapun di bawah bangunan mesjid… pembongkaran pondasi mesjid hanya dikarenakan mereka ingin merobohkan mesjid dengan membobol membuat terowongan bawah mesjid kisah perang salib juga ada di mesjid ini… masyaAllah..

Salahuddin Al Ayubi saat menakhlukkan Yerusalem, dan menduduki mesjid al aqsha, dan membebaskan muslim yang di kurung, dan dibantai di dalam mesjid mesjid ini SEJARAH KEJAYAAN ISLAM… zionis israel ingin membangun kuil sulaiman untuk menyambut messiah… taukah antum siapa dan apa messiah itu ? yang di agungkan oleh zionis israel? ada satu syarat lagi menjelang hadirnya Messiah, yakni mereka harus menemukan dan menyembelih serta membakar seekor sapi betina berbulu merah berusia tiga tahun dan belum pernah melahirkan anak. Untuk yang satu ini pun kaum Zionis telah mempersiapkannya.

Melalui suatu proses rekayasa genetika, di tahun 1997, mereka telah mendapatkan seekor sapi dengan ciri-ciri tersebut. zionis gila… mereka terbentur satu persyaratan lagi, yakni penyembelihan dan pembakaran sapi merah ini harus dilakukan di atas kaki Bukit Zaitun. Daerah ini sekarang masih berada di tangan bangsa Palestina, sebab itulah maka kaum Zionis selalu berupaya tanpa lelah mengusir orang-orang Palestina dari wilayah ini… dan messiah itu adalah DAJJAL….. NAUDZUBILLAH inilah mengapa mereka ingin MENGHANCURKAN MESJID AL AQSHA PERSEMBAHAN KUIL UNTUK DAJJAL…. Dajjal akan keluar bersama para pengikutnya orang-orang Yahudi. Dajjal akan lahir dari keturunan yahudi. Dia akan memimpin para pengikutnya orang Yahudi keturunan Dan, seperti keturunan Israel lainnya. Dia juga akan melindungi mereka dari musuh-musuh yang ingin menghancurkannya.

Rasulullah telah bersabda bahwa para pengikut setia Dajjal adalah orang-orang Yahudi : “Dari Anas bahwasanya Rasulullah saw bersabda : “Orang Yahudi Isbahan sebanyak tujuh puluh ribu lengkap dengan pakaian seragamnya akan mengikuti Dajjal”. (HR. Muslim) lihatlah….dan renungkanlah….. yahudi saja percaya akan kebangkitan dan kelahiran dajjal, dan mereka sedang mempersiapkan kedatangannya…. dan KITA MASIH BERSENANG2 dengan dunia???? Iran adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang ditinggali oleh komunitas Yahudi terbesar setelah Israel. … dan di NEGARA SANALAH dajjal akan memulai memerintah dan mengumpulkan yahudi pasukannya persiapkan diri…. akhir jaman sudah di depan mata… dajjal sdh akan keluar… “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah al-Masih ad-Dajjal….aamiiin yaa Rabb ‘Jika salah seorang di antara kalian bertasyahhud, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari empat hal, dengan mengucapkan, ‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa Neraka, siksa kubur, fitnah kehidupan dan mati, dan dari kejahatan fitnah Dajjal.

Bagi orang Yahudi, tanda di kitab mereka merupakan bukti kedatangan Mesias semakin dekat! taukah antum semua tanda di kitab mereka….sehingga mereka mempersiapkan kedatangan messiah??? di wilayah mereka, ada namanya bukit galilie, dan dikitab mereka di sebutkan jika bukit tersebut memgalami kesuburan selama 5 periode berturut2, maka kejayaan pemimpin yahudi akan turun…dan itulah messiah ini isi kitab talmud mereka…👇🏻👇🏻 yang mereka yakini inilah saat messiah muncul…

Maka kamu, gunung-gunung Israel, akan bertunas kembali dan akan memberi buah untuk umat-Ku Israel, sebab mereka akan segera kembali. ~Yehezkiel 36: 8 banyak di antara kita tidak tau soal ini kan???? dan APA dibalik pengrusakan dan keinginan zionis menduduki mesjid… mereka sdh mempersiapkan diri… dan taukah antum semua, yahudi juga sudah menanam pohon QHORGOD DI WILAYAH MEREKA???? Tidak akan terjadi kiamat hingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi, lalu membunuh mereka, sehingga seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon berkata: Hai Muslim! Hai hamba Allah! Ini Yahudi di belakangku, kemarilah, bunuhlah dia! Kecuali pohon ghorqod, maka itu adalah dari pohon-pohonnya orang Yahudi. ” (HR Muslim VII/188, Bukhari IV/51, Lu’lu’ wa al-Marjan III/308) yahudi percaya isi hadist….dan mereka mempersiapkan diri apa apa yg bisa menyelamatkan mereka😊, astagfirullah mereka percaya… tapi mereka tidak beriman pada Allah… buta mata, tuli telinga…persis dalam alquran Melihat ulah para Zionis-Yahudi yang berlomba-lomba menanami Tanah Palestina dengan pohon Ghorqod, maka kenyataan ini menjelaskan kepada kita bahwa kaum Yahudi itu sesungguhnya memahami hakikat hari akhir, di mana mereka akan dikejar-kejar oleh umat Islam dan hanya pohon Ghorqod-lah satu-satunya tempat yang bersedia dipakai guna tempat persembunyian kaum Yahudi. dan ITU SUDAH JADI PROYEK INTERNASIONAL YAHUDI….😊, penanaman pohon QHORGOD Tanah Palestina telah ditanami sebanyak 220 juta batang pohon Ghorqod. dan mereka MEMBAYAR MAHAL siapa saja yg menjual pohon qhorgod ke mereka… masyaAllah… sudah dekat…. sudah dekat… ketakutan akan perang armgeddon…dan pohon qhorgod tempat mereka berlindung persiapan yahudi….

1. menyambut kedatangan messiah…dengan membangun kuil sulaiman di lokasi mesjid al aqsha

2. mengkloning sapi dari tahun 1997 berbulu merah usia tiga tahun, yg bwlum melahirkan anak. dan mereka sudah berhasil buatnya…

3. mengusir orang2 palestina di bukit zaitun, karena disanalah sapi itu akan di sembelih sebagai sesembahan pada dajjal

4. menanam ribuan pohon qhorgod sebagai tempat perlindungan saat perang armageddon dan ini sudah mereka lakukan semua dengan berbagai cara…. dan tunggu lah saat perang akhir zaman itu tiba… allahuAkbar… istiqomahkan kami di jalanMu yaa Rabb Referensi : berbagai buku, terutama “Huru-hara Akhir Jaman”, berita tadi jumat dari #savealaqsha

Kategori:Agama Tag:, ,

​*Kenapa Seorang Mayit Memilih “BERSEDEKAH” Jika Bisa Kembali Hidup ke Dunia?*

__________________________
Sebagaimana firman Allah:
 رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ
*”Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah…”* {QS. Al Munafiqun: 10}
Kenapa dia tdk mengatakan,

*”Maka aku dapat melaksanakan umroh”* atau

*”Maka aku dapat melakukan sholat atau puasa”* dll?
Berkata para ulama,

*Tidaklah seorang mayit menyebutkan “sedekah” kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal…*
Maka, perbanyaklah bersedekah, karena seorang mukmin akan berada dibawah naungan sedekahnnya…
Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,
*“Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia.”* (HR. Ahmad) 
Dan, bersedekah-lah atas nama orang-orang yg sudah meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mereka sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mereka…
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia mengatakan,
*“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku tiba-tiba saja meninggal dunia dan tidak sempat menyampaikan wasiat padaku. Seandainya dia ingin menyampaikan wasiat, pasti dia akan mewasiatkan agar bersedekah untuknya. Apakah Ibuku akan mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya?* Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, *“Iya”*. (HR. Bukhari & Muslim) *
Dan, biasakan, ajarkan anak-anak kalian untuk bersedekah…
Dan sedekah yg *”paling utama”* saat ini adalah; menyebarkan tulisan ini dengan niat sedekah.
Karena siapa saja yg mempraktekkan isi tulisan ini, dan mengajarkannya untuk generasi berikutnya, maka pahala-nya akan kembali kepada anda..insya Allah_
َْآمِّيْن…آمِّيْن… يَا رَبَّ الْعَالَمِين
Oleh:

*Syeikh Maher al’Mueaqly hafidzahullah* 

[Imam Masjidil Haram]

Kategori:Agama Tag:,

Kisah Ahli Ibadah yang Masuk Neraka

ibadah-300x237Alkisah, ada dua orang bersaudara dari kalangan Bani Israil. Yang satu sering berbuat dosa, sementara yang lain sebaliknya: sangat tekun beribadah. Yang terakhir disebut ini rupanya tak henti-hentinya menyaksikan saudaranya itu melakukan dosa hingga mulutnya tak betah untuk tidak menegur.

“Berhentilah!” sergahnya.

Teguran seolah hanya masuk melalui telinga kanan dan keluar lagi lewat telinga kiri. Perbuatan dosa berlanjut dan sekali lagi tak luput dari mata saudaranya yang rajin beribadah. “Berhentilah!” Sergahnya kembali.

Si pendosa lantas berucap, “Tinggalkan aku bersama Tuhanku. Apakah kau diutus untuk mengawasiku?”

Saudara yang ahli ibadah pun menimpali, “Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu. Allah tidak akan memasukkanmu ke surga.”

Cerita ini tertuang dalam sebuah Hadits shahih yang diriwayatkan Abu Dawud dan Ahmad. Di ujung, Hadits tersebut melanjutkan, tatkala keduanya meninggal dunia, keduanya pun dikumpulkan di hadapan Allah subhanahu wata’ala.

Kepada yang sungguh-sungguh beribadah, Allah mengatakan, “Apakah kau telah mengetahui tentang-Ku? Apakah kau sudah memiliki kemampuan atas apa yang ada dalam genggaman-Ku?”

Drama keduanya pun berlanjut dengan akhir yang mengejutkan.

“Pergi dan masuklah ke surga dengan rahmat-Ku,” kata Allah kepada si pendosa. Sementara kepada ahli ibadah, Allah mengatakan, “(Wahai malaikat) giringlah ia menuju neraka.”

Kisah di atas menyiratkan pesan kepada kita untuk tidak merasa paling benar untuk hal-hal yang sesungguhnya menjadi hak prerogatif Allah. Tentu beribadah dan meyakini kebenaran adalah hal yang utama. Tapi menjadi keliru tatkala sikap tersebut dihinggapi takabur dengan menghakimi pihak lain, apakah ia bahagia atau celaka di akhirat kelak. Sebuah kata bijak menyebutkan, “Perbuatan dosa yang membuatmu menyesal jauh lebih baik ketimbang beribadah yang disertai rasa ujub.”

Tentang etika dakwah, Islam pun mengajarkan bahwa tugas seorang mubaligh sebatas menyampaikan, bukan mengislamkan apalagi menjanjikan kenikmatan surgawi.

Vonis terhadap orang ini-itu sebagai golongan kafir atau bukan, masuk neraka atau surga, sangat tidak dianjurkan karena melangkahi Rabb, penguasa seluruh ciptaan. Islam menekankan umatnya muhasabah atau koreksi diri sendiri daripada mencari kesalahan pribadi orang lain yang belum tentu lebih buruk di hadapan Tuhan. (LiputanIslam.com)

Sumber : http://www.liputanislam.com

Kategori:Agama, Uncategorized

HIDUP ITU SEPERTI TASBIH

Berawal dan berakhir dititik yang sama.
Bukan tasbih jika cuma 1 butir,bukan hidup jika hanya 1 dimensi.

Kehidupan akan sempurna jika telah melewati serangkaian suka – duka, bahagia-sedih, sukses- gagal, pasang-surut.

Seperti tasbih yang melingkar,hidup juga demikian. Kemanapun kita pergi dan berlari menghindar tetap dalam lingkaran takdir-NYA.

Semoga kita dapat menjalani setiap hari-hari kita dengan kesabaran, ketabahan, keikhlasan dan dengan senyuman
manis yang kita miliki.

Semoga hari-hari kita juga diberikan keberkahan dan
keridhoan ALLAH SWT.

Aamiin

Kategori:Agama, Kerohanian

MEWASPADAI JERATAN GURITA BANK

Bapak A ingin membangun rumah, namun dia tidak memiliki cukup uang untuk membeli materialnya. Lalu, dia pun meminjam ke bank untuk membangun rumah.

Bapak B ingin memulai usaha yang membutuhkan modal banyak, maka dia pun meminjam uang di bank. Sedangkan Bapak C terkena musibah, anaknya kecelakaan dan dirawat di rumah sakit sehingga membutuhkan biaya yang tinggi, maka dia pun lari ke bank untuk meminjan uang.

Gambaran di atas adalah sekelumit gambaran keadaan seseorang dalam kehidupan di dunia ini. Terkadang, seseorang dihadang kebutuhan mendadak yang harus segera ditunaikan, namun dia belum memiliki uang.

Apakah kondisi-kondisi tersebut bisa melegalkan seseorang untuk pinjam uang di bank? Apakah sebenarnya hukum meminjam uang di bank? Terus, bagaimana jika meminjam uang di bank syariat?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tesebut, maka seyogianya kita mengenal apa itu hakikat utang-piutang dalam Islam.

Hakitat utang-piutang

“Utang piutang”, dalam agama kita, adalah ‘memberikan sesuatu yang menjadi hak milik pemberi pinjaman kepada peminjam, dengan pengembalian di kemudian hari, sesuai perjanjian, dengan jumlah yang sama’. Jika peminjam diberi pinjaman Rp. 1.000.000 maka di masa depan si peminjam akan mengembalikan uang sejumlah satu juta juga.

Pada asalnya, hukum utang-piutang adalah sunah bagi pemberi pinjaman, karena memberi pinjaman kepada orang yang membutuhkan adalah bentuk kelembutan dan kasih sayang kepada orang lain yang tertindih kesulitan, termasuk perbuatan saling tolong-menolong antara umat manusia, yang sangat dianjurkan oleh Allah ta’ala, selama (dalam koridor) tolong-menolong dalam kebajikan.

Bahkan, utang-piutang dapat mengurangi kesulitan orang lain yang sedang dirundung masalah serta dapat memperkuat tali persaudaraan kedua belah pihak. Karena itu, meminjam (berutang) adalah perkara yang diperbolehkan, bukan termasuk meminta yang dimakruhkan, selama tidak berutang untuk perkara-perkara yang haram, seperti: narkoba, berbuat kejahatan, menyewa pelacur, dan lain sebagainya.

Adapun hukum memberi pinjaman terkadang bisa menjadi wajib, tatkala memberikan pinjaman kepada orang yang sangat membutuhkan, seperti: tetangga yang anaknya sedang sakit keras dan membutuhkan uang untuk menebus resep obat yang diberikan oleh dokter.

Disyariatkannya utang-piutang adalah berdasarkan firman Allah (yang artinya), “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Q.S. Al-Maidah:2)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa meringankan kesulitan seseorang di dunia, niscaya Allah akan meringankan kesulitannya kelak pada hari kiamat; barang siapa mempermudah urusan seseorang yang sedang terhimpit kesusahan, niscaya Allah akan mempermudah urusannya kelak pada hari kiamat; dan Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama dia menolong saudaranya.” (H.R. Muslim)

Pemberian pinjaman merupakan transaksi yang bertujuan untuk memberi uluran tangan kepada orang yang sedang terhimpit kesusahan, bukan bertujuan untuk mencari keuntungan. Oleh karena itu, Islam mengharamkan memancing di air keruh, yaitu dengan mencari keuntungan dari piutang karena setiap keuntungan dari piutang adalah riba, dan riba diharamkan oleh syariat Islam.

Para ulama telah menegaskan hukum keuntungan yang didapat dari piutang, melalui sebuah kaidah yang sangat masyhur dalam ilmu fikih, yaitu, “Setiap piutang yang mendatangkan kemanfaatan/keuntungan maka itu adalah riba.”

Kaidah ini menegaskan bahwa keuntungan yang dihasilkan dari utang-piutang, baik berupa materi, jasa, atau yang lainnya adalah haram, karena semuanya termasuk riba yang jelas keharamannya.

Perlu dicamkan, keuntungan dari piutang yang diharamkan adalah keuntungan yang diberikan berdasarkan kesepakatan di dalamnya. Jika pihak peminjam memberikan tambahan kepada pemberi pinjaman tanpa kesepakatan sebelumnya (dan tanpa tuntutan dari pihak pemberi pinjaman), maka hal ini tidak mengapa, karena hal tersebut merupakan bentuk pembayaran utang yang bagus.

Berutang di bank?

Dari penjelasan tadi, bagaimana hukum meminjam uang di bank? Apakah sama antara hukum meminjam uang di bank konvensional dengan bank syariat?

Harus kita tanamkan dalam sanubari kita, bahwa Islam telah memberikan kaidah utama, yaitu: selama akadnya adalah utang-piutang maka setiap keuntungan atau tambahan yang dipersyaratkan atau disepakati oleh kedua belah pihak adalah riba, dan riba itu diharamkan dalam Islam.

Ketika seseorang melakukan transaksi utang-piutang dengan bank, baik bank syariat atau pun bank konvensional, jika utang-piutang itu menghasilkan keuntungan maka keuntungan yang dihasilkan darinya adalah riba. Riba diharamkan dalam Islam, pada keadaan apa pun dan dalam bentuk apa pun; diharamkan atas pemberi piutang dan juga atas orang yang berutang darinya dengan memberikan bunga, baik yang berutang itu adalah orang miskin atau orang kaya. Masing-masing dari keduanya menanggung dosa, bahkan keduanya dilaknat (dikutuk). Setiap orang yang ikut membantu keduanya, mulai dari penulis dan saksinya juga dilaknat.

Jabir radhiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang memberikan/membayar riba (nasabah), penulisnya (sekretarisnya), dan juga dua orang saksinya. Beliau juga bersabda, ‘Mereka itu sama dalam hal dosanya.’” (H.R. Muslim)

Islam dengan tegas mengharamkan riba, Allah berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata (berpendapat) bahwa sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabb-nya, lalu berhenti (dari mengambil riba), maka baginya bagian yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan melipat-gandakan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang senantiasa berbuat kekafiran/ingkar dan selalu berbuat dosa.” (Q.S Al-Baqarah:275–276)

Jika seseorang beralasan bahwa dirinya tidak ikut memakan riba maka ingatlah firman Allah (yang artinya), “Dan janganlah kalian tolong-menolong dalam dosa dan pelanggaran.” (Q.S. Al-Maidah:2)

Ayat ini dengan tegas melarang tolong-menolong dalam dosa dan pelanggaran, dan orang yang meminjam uang ke bank berarti telah menolong pihak pemberi utang untuk memakan riba.

Mungkin, ada yang berpendapat, ketika seseorang meminjam uang di bank syariat maka sebenarnya dia tidak melakukan transaksi utang-piutang, namun dia melakukan transaksi mudharabah atau “bagi hasil”.

Perlu ditanyakan, jenis transaksi apa yang dilakukan tersebut? Jika memang transaksi yang dilakukan adalah transaksi “bagi hasil” maka tidak mengapa. Namun, jika ternyata pada hakikatnya yang dia lakukan adalah transaksi utang-piutang, maka setiap keuntungan yang dihasilkan dari piutang adalah riba.

Nah, untuk membedakan antara transaksi utang-piutang dengan transaksi bagi hasil, bisa dicermati dengan dua hal di bawah ini:

Jika bank yang mendatangkan barang, itu adalah perniagaan biasa. Akan tetapi, bila nasabah yang mendatangkan barang maka itu berarti akad utang-piutang.
Bila bank tidak bersedia bertanggung jawab atas setiap komplain terhadap barang yang diperoleh nasabah melalui akad itu (ketika terdapat kerusakan atau pun cacat pada barang), akad yang terjadi adalah utang-piutang. Akan tetapi, bila bank bertanggung jawab atas kerusakan pada barang yang didapatkan nasabah melalui akad itu, berarti akad itu adalah akad perniagaan biasa dan insya Allah halal.

Dua kaidah ini berlaku pada bank konvensional dan bank syariat. Dengan demikian, boleh atau tidaknya meminjam uang di bank, baik bank konvensional maupun bank syariat, tergantung pada bentuk transaksi yang dilakukan nasabah dengan bank. Namun, mayoritas bank melakukan transaksi utang-piutang, bukan bagi hasil. Wallahu a’lam.

Kategori:Agama, Kerohanian

TEMUKAN SOLUSI DALAM ISTIGHFAR. QS: NUH: 10-12

Hidup ini tak pernah lepas dari problem. Semua orang menghadapi problem. Karena problem itu adalah peluang penguatan jiwa, ujian iman, peluang amal, motivasi kreatifitas, dan sederet manfaat lainnya.
Problem hidup adalah nasehat Allah agar hambaNya kembali ke JalanNya, dan meningkatkatkan pendekatan kepadaNya.
Inilah substansi istighfar.


Ucapan Istighfar ialah: ASTAGHFIRULLAHAL LADZI LA ILAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUM WA ATUBU ILAIH.
“Aku memohon ampunan Allah Yang Tiada Tuhan Selain Dia Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus makhlukNya, dan aku bertaubat kepadaNya”.


Istighfar ini dianjurkan untuk kita jadikan sebagai wirid harian.MTapi istighfar ba’da shalat fardhu, lafazhnya hanya: ASTAGHFIRULLAH. Tanpa tambahan.

MARI BERSAMA KITA RAIH SOLUSI ILAHI PENUH BERKAH DENGAN ISTIGHFAR EFEKTIF

Kategori:Agama, Kerohanian Tag:

Pandangan Habib Munzir Al-Musawwa Mengenai Syiah

1508631_10202003086378318_5761526568268752119_nBerkata Habib Munzir :
Mengenai pendapat kita ahlussunnah waljamaah bahwa 12 Imam yg diakui oleh syiah bukanlah merupakan kemungkaran, namun kita tak mengakui bahwa Imam Imam kita hanyalah 12 orang saja, para penerus risalah dan para Muhaddits dan Mujtahid banyak yg diakui sebagai imam dan tidak mesti dari ahlulbait, dan kaum syiah mempunyai kelemahan dalam hal ini, karena mereka menobatkan 12 imam pilihan mereka hanya dari keturunan Ahlulbait, justru disana terdapat kelemahan yg nyata karena mereka hanya mengambil Imam Imam tsb dari keturunan Husein bin Ali kw, jika mereka menganggap 12 imam itu hanya dari Ahlulbait maka mengapa tak satupun mengambil dari keturunan Hasan bin Ali kw?

Karena Ahlulbait Rasul saw tentunya juga dari keturunan Hasan bin Ali kw bahkan sayyidina Hasan lebih dekat pada Rasul saw sebagai mansabah karena ia adalah kakak dari Sayyidina Husein ra.

Maka kita melihat bahwa syiah sebenarnya hanya membesarkan keturunan ratu persia mereka, bukan ahlulbait Rasul saw, karena putri persia dinikahi oleh Husein bin Ali kw, maka mereka memilih keturunan ratu persia dari Sayyidina Husein ra sebagai 12 imam.

Kedudukan hadits itu dhoif dan tidak bisa dijadikan dalil, dan Imam Mahdi itu munculnya adalah setelah turunnya Isa bin Maryam as, bukan telah lahir masa lalu, kemudian bersembunyi di goa lalu orang syiah memanggil manggilnya dari lobang goa, ini adalah hal yg dungu.

Dan imam imam kita bukan hanya 12, tapi keturunan Imam Hasan pun banyak yg menjadi Imam, yaitu Al Imam Abdulqadir Jailaniy, dan banyak lagi. dan yg dimaksud dalam hadits itu bukanlah imam panutan hanya 12 saja, karena Rasul saw tidak mengatakan bahwa Imam yg harus dipanut adalah hanya 12 saja.

Namun hal yg aneh adalah orang syiah mengakui Imam 12 ini namun tak mencontoh akhlak mereka, karena tak satupun mereka itu pencaci, tak satupun dari Imam Imam Ahlulbait itu yg mengkafirkan orang muslim, atau melaknat orang muslim.

Imam Ali Zainal Abidin melakukan shalat malam 1.000 rakaat setiap malamnya hingga digelari Assajjad (orang yg banyak bersujud), bibirnya suci dari melaknat orang lain, mereka adalah orang yg bermunajat dimalam hari, Imam Thawus ra disuatu malam mendengar munajat Imam Ali zainal Abidin ra, ia berdoa dg suara Lirih dan tangis.. : “Abduka
bifinaa’ik.., miskiinuka bifinaa’ik…, saa’iluka bifinaa’ik.., faqiiruka bifinaa’ik..” (hamba Mu diteras Istana Mu.., si miskin di teras istana Mu.., si faqir di teras istana Mu.., si pengemis diteras istana Mu…)
Imam Thawus tak tahan mendengar doa itu, iapun pergi, dan berkata : tidaklah aku ditimpa kesulitan dan aku berdoa dg doa itu kecuali Allah mengangkat kesusahanku.

Imam Jakfar Shadiq ra meriwayatkan bahwa ia mendengar ayahnya (Muhammad Albaqir ra) bermunajat disuatu malam : “Amartaniy fala a’tamir.., wanahaytaniy falaa anzajir.., Haa ana abdun bayna yadayka muqirrun bindzanbiy, falaa a’tadzir…”
(Engkau memerintahku namun aku tak mampu melaksanakan kesemuanya, Engkau melarangku dan aku tak mampu menghindari kesemuanya.., inilah aku hamba dihadapan Mu, mengaku dengan
dosa dan kesalahan dan aku tak mampu berkilah..”

Inilah akhlak ahlulbait, inilah Imam Imam ahlulbayt, inilah doa dan kesucian jiwa mereka, demi Allah mereka bukan pencaci, dan tak pernah mengajarkan caci maki..

Jelaslah sudah yg saya maksud bahwa orang syiah hanya mengagungkan keturunan ratu persia, bukan keturunan Imam Husein, karena jika mereka memuliakan keturunan Imam Husein maka mereka akan mengikuti akhlak mereka, mereka ini pengkhianat ahlulbait, karena mengaku pengikut ahlulbait namun bertentangan dengan ajaran ahlulbait.

Kami ahlussunnah waljamaah mengikuti dan memuliakan Imam Imam, dari keturunan Imam Husein, dari keturunan Imam Hasan, dan Imam Imam selain ahlulbait yg berjalan bergandengan dg Ahlulbait, karena memang demikianlah agama yg benar. kami mencintai ahlulbait Nabi saw dan melestarikan ajarannya, beda dengan orang syiah yg mengaku cinta pada ahlulbait tapi merusak ajaran ahlulbait.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,
Aamiin..

Kategori:Agama