Archive

Archive for the ‘Berbaur dengan Alam’ Category

Aktivitas Panen Jagung

Mancing Di “Air Tawar”

Kekeringan melanda

100_4912

Bq47D7TCQAEbfGy

100_4935

Berkibarnya sang Kepala burung Garuda

Sang Gerak Iesia Raya

Sang Gerak Iesia Raya

Masa tanam Padi

Leppangang adalah salah satu daerah yang ada di kabupaten Pinrang dimana memiliki kawasaan pertanian yang terbentang luas . komuditi padi petani menanam berbagai macam fariatek ada yang benih ciliwung, insyiyur, dst nah pada musim kali ini adalh musim penghujan dan musin tanam yang sudah berjalan memasuki 50 hari masa tanam.

Masa Tanam 50 hari

Komuditi para petani ini memakai sistem tanam langsung yang memakai salah satu alat tradisional yakni memkai pipa yang di tanam langsung.

Masa tanam 50 hari

Masa tanam 50 hari

 

masa tanam 50 hari

masa tanam 50 hari

100.000 Tanaman Mangrove ORI010 untuk Benteng Laut Indonesia

penanaman mangrove ORI010

JAKARTA – Penanaman 100.000 batang mangrove menjadi tanda peluncuran ORI (Obligasi Negara Ritel) ke 10. Melalui program ‘Merajut Sabuk Pesisir Hijau Indonesia’dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), mangrove tersebut akan disebar di kawasan Pantai Utara dan Selatan Pulau Jawa.

“Surat hutang sudah tercetak, hasilnya untuk pembangunan. Sebagian harus dikembalikan bukan untuk kita tetapi untuk generasi mendatang,” ujar Wakil Menteri Keuangan I, Anny Ratnawati, saat memberikan sambutan pada peluncuran ORI010 di Mangrove Education Center (MEC), Pantai Indah Kapuk, Jumat 20 September 2013. Menurutnya dengan menanam 100.000 batang mangrove ini, agen-agen penjual ORI10 sudah mempunyai andil untuk memberikan oksigen yang berkualitas pada generasi yang akan datang.

Anny berharap penanaman ini dapat dilipatgandakan pada kesempatan yang akan datang. “Tadi ada yang sudah berjanji akan meningkatkan 5 kali lipat dari yang kita tanam hari ini,” katanya di hadapan perwakilan dari 20 agen penjual ORI10.

Dalam konteks lingkungan, mangrove memiliki peranan penting sebagai benteng alam yang melindungi daratan dari gerusan air laut yang dapat mengakibatkan abrasi dan intrusi. Abrasi dapat menggerus daratan sedangkan intrusi mengakibatkan pelapukan pada bangunan dan air laut yang masuk itu bisa menyebabkan gagal panen pada areal persawahan. Selain itu, keberadaan hutan yang juga biasa disebut hutan bakau ini dapat menjaga ekosistem pesisir sehingga keanekaragaman hayati di kawasan itu masih tetap lestari dan dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Meskipun demikian, kondisi hutan mangrove di Indonesia justru memprihatinkan. Hilangnya hutan mangrove akibat aktivitas manusia mulai memberikan dampak negatif, seperti banjir rob (banjir karena pasang air laut) dan terkontaminasinya air tawar dengan air laut pada ladang pertanian. Oleh karena itu, upaya untuk mengembalikan hutan mangrove ini menjadi sangat penting dan mendesak. Beruntung, 20 agen penjual ORI010, bekerja sama dengan Yayasan KEHATI, telah menyumbangkan 100.000 batang mangrove untuk mengembalikan hutan bakau di Indonesia.

“Saya ucapkan terima kasih pada pengelola ORI010, mudah-mudahan ini menjadi awal dari berkembangnya bisnis dan juga investasi untuk hari yang akan datang,” ujar Dewan Pembina Yayasan KEHATI, Ismid Hadad sebelum menyerahkan secara simbolis satu batang tanaman mangrove pada kordinator agen penjual ORI010.

Oleh Yayasan KEHATI, bibit-bibit mangrove ini akan disebar di beberapa lokasi di kawasan Pantai Utara dan Selatan Pulau Jawa, serta wilayah-wilayah lain. Bersama mitra-mitranya Yayasan KEHATI akan mencoba membentuk kembali benteng alam tersebut agar dampak negatif dari air laut bisa dikurangi.

Sumbangan bibit dari ORI010 ini menjadi jalinan tanaman dan bibit bakau yang akan mendukung program Yayasan KEHATI, ‘MERAJUT SABUK HIJAU PESISIR INDONESIA’. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2008. Dimulai dengan memperbaiki hutan mangrove di pesisir Indramayu, Brebes, dan DKI Jakarta. Upaya ini telah berhasil merestorasi setidaknya 50 Ha kawasan mangrove dengan menanam lebih dari 1,5 juta tanaman yang menjadi bagian dari ekosistem mangrove. Dalam pelaksanaannya, program ini tidak pernah meninggalkan peran masyarakat. Berbagai bentuk pemberdayaan yang terkait dengan peningkatan ekonomi pesisir dan peningkatan kapasitas masyarakat juga dilakukan seiring dengan proses konservasi.

Panorama Kappe Pinrang

17 Desember 2012 1 komentar

DSC04253 DSC04254

 

 

 

DSC04278    DSC04270  DSC04269