Arsip

Archive for the ‘Motivasi’ Category

Indah pada waktunya

Hidup tidak selamanya mudah. Karena sejatinya hidup adalah perjuangan dalam meraih kebahagiaan. Seberat apapun ujian dan cobaaan yang kita hadapi, percayalah bahwa Tuhan tidak akan memberikan ujian dan cobaan tersebut diluar batas kemampuan kita.

Iklan
Kategori:Motivasi

Motivasi Jumat

Jadilah dirimu sendiri, dan jika ada orang lain yg tdk menyukaimu,

maka sentuhlah hatinya dengan cara yang

tak terduga.

Kategori:Motivasi

Dengarkan Kata Hati, Rasakan Intuisi

Dalam bahasa Latin, intuisi berasal dari kata intueri, yang secara bebas diartikan ‘melihat ke dalam diri kita’ (to contemplate). Carl Gustav Jung,  pakar psikoanalisis dari Swiss, mendefinisikan intuisi sebagai persepsi yang muncul dari pikiran alam bawah sadar manusia dan tidak didasari oleh logika atau perasaan. Intuisi bersumber pada naluri (chakra jantung) yang terhubung pada God Spot atau Kearifan Illahi. “Boleh dibilang, intuisi adalah semacam ‘wahyu Illahi’ (divine),” ujar Noviana Kusumardani, seorang intuition coach.

Sejatinya setiap orang memiliki kepekaan intuisi secara alami. Hanya saja, karena selama ini kita lebih dituntut menggunakan logika dalam berbagai hal, maka kemampuan intuisi kita tidak terasah dengan baik.

Bayangkan, dari bangun tidur hingga tidur lagi di malam hari, otak kita penuh. Mulai dari menyiapkan sarapan, mengurus keperluan rumah, menyelesaikan pekerjaan di kantor, menghadiri berbagai meeting, bahkan kembali ke rumah pun kita masih harus berkutat di depan komputer. Dalam kondisi seperti ini, kerja otak kiri kita lebih dominan ketimbang otak kanan. Otak kiri merupakan otak akademis yang berisikan logika, analisis, bahasa, dan matematika.

Sementara otak kanan, jika diaktifkan, memiliki kemampuan luar biasa karena
berisikan imajinasi, emosi, intuisi, dan spiritualitas. Kedua bagian otak kita bekerja
secara paralel. “Jadi, kalau kita ingin mendengarkan intuisi (otak kanan), kita harus
secara berkala ‘mematikan’ logika (otak kiri),” kata Novi.

Kategori:Kerohanian, Motivasi

Semakin Bebas dan Bahagia

Bagi wanita, pertambahan usia bisa menimbulkan berbagai perasaan. Sebagian bersikap tenang-tenang saja, namun banyak juga yang merasa cemas, terutama ketika mulai terlihat kerutan di wajah atau munculnya beberapa helai uban. Hati kian was-was ketika berat badan terus bertambah dan sulit sekali untuk menurunkannya. Bagaimana sebaiknya kita menerima perubahan itu?’

Ukuran ‘tua’

Setiap orang pasti mengalami proses penuaan. Proses ini berjalan secara bertahap, sejak usia 35 tahun. Ketika itu produksi hormon dalam tubuh berkurang sekitar 14%. Proses penuaan semakin jelas di usia 40-an tahun, ketika human growth hormone (HGH) berkurang hingga 25%. Karena hormon pertumbuhan ini merupakan ‘motor’ utama dalam menggerakkan fungsi-fungsi tubuh, maka akan mempengaruhi kondisi fisik maupun biologis seseorang. Puncak proses ini terjadi pada usia di atas 45 tahun ketika produksi hormon terus berkurang hingga tubuh kekurangan sekitar 20 jenis hormon, antara lain: estrogen dan testosteron.

“Kondisi inilah yang menyebabkan tubuh semakin rentan terhadap penyakit,” ucap dr. Erwin Peetosutan, Sp.P., pakar anti-aging medicine yang juga presiden dan pendiri Perkumpulan Awet Sehat Indonesia (PASTI).

Ketika usia bertambah, apa yang dirasakan oleh wanita? Dari hasil diskusi wanita pembaca PESONA beberapa waktu lalu, ternyata mereka tidak terlalu mencemaskan penampilan. Hal yang paling mereka cemaskan adalah masalah kesehatan, dari berat badan sampai meningkatnya risiko penyakit, seperti jantung, alzheimer, dan diabetes. Menopause juga menjadi salah satu hal yang mereka pikirkan dengan serius.

Usia berapakah seseorang disebut tua?
Banyak yang menjawab, 50 tahun ke atas. Pasalnya, di usia tersebut mulai muncul berbagai tanda-tanda penuaan, seperti kulit berkerut, tubuh melar, tubuh loyo dan tak bergairah. Tetapi sekarang, banyak wanita yang masih bugar, aktif, dan tampak muda meskipun usia sudah di atas 50 tahun.

Jadi, apa ukuran tua yang sebenarnya?
Menurut Deepak Chopra, penulis buku best seller yang kerap menulis tentang transformasi kehidupan dan sangat populer di Amerika Serikat, ada tiga cara dalam menentukan usia seseorang:

Chronological aging. Usia yang tercatat berdasarkan tahun kelahiran. Usia ini  akan terus bertambah.

Biological aging. Usia yang dilihat dari fungsi dan sistem tubuh. Setiap usia memiliki biomarkers yang dinilai berdasarkan kondisi tubuh, seperti tekanan darah, kadar hormon, kadar kolesterol, kepadatan massa tulang, serta kepekaan visual dan pendengaran.

Psychological aging. Penilaian subyektif ini diukur dari sejauh mana seseorang dapat menikmati hidup serta merasakan cinta dan kebahagiaan. Bila seseorang masih terus bekerja dan merasa bermakna bagi lingkungannya, berarti usia psikologisnya semakin baik. Usia psikologis ini sangat mempengaruhi usia biologis. Biasanya orang yang bahagia jauh lebih sehat dan panjang umur dibandingkan orang yang sering mengalami stres.

Dari ketiga hal tersebut, usia kronologis tidak dapat dimanipulasi. Tapi usia biologis dan psikologis bisa diperpanjang, terutama sejak ditemukannya anti-aging medicine. Menurut dr. Erwin, program anti-aging mampu mengembalikan semua disfungsi dan kelainan yang terjadi pada tubuh, sekaligus mencegah penuaan dini.

Tetapi apakah Anda cukup puas dengan awet muda dan panjang umur saja? Tentunya Anda juga tidak ingin masa tua yang sakit-sakitan dan tidak bahagia. Karena itu, perlu cara tertentu agar kualitas hidup terjaga dengan baik sepanjang usia.

Ubah persepsi

Dalam buku Growing Younger, Living Longer,Deepak Chopra memaparkan bahwa untuk awet muda dan panjang umur sebenarnya sederhana. Syaratnya dimulai dari persepsi terhadap aging itu sendiri. Persepsi atau cara pandang seseorang terhadap dunia memainkan peranan penting dalam menentukan perilakunya.Namun selama ini persepsi kita umumnya telah dibentuk oleh lingkungan. Sehingga tanpa disadari, ketika usia bertambah, aktivitas kita pun menurun. Misalnya kita tidak lagi berdandan, malas berolahraga, bahkan merasa tidak berguna –apalagi jika telah memasuki masa pensiun.

Padahal, menurut Chopra, jiwa kita sebenarnya tidak mempunyai batas ruang dan waktu.Jiwa bukanlah mesin biologis yang gampang rapuh dimakan usia. Tetapi di dalam diri kita terdapat serangkaian jaringan energi, informasi, dan kecerdasan tinggi. Sehingga tidak seharusnya kita menyerah begitu saja pada umur. Sebaliknya, karena dibekali pikiran, kita dapat mengubah persepsi tentang aging agar bisa menikmati masa tua lebih baik.

Anda bisa mengibaratkan buah anggur atau pohon jati yang semakin tua justru semakin nikmat dan tinggi nilainya. Begitu juga manusia, semakin tua, mestinya semakin bertambah bijak, berpengalaman dan punya kepedulian pada sesama. Ketika cara pandang Anda tentang aging sudah lebih baik, maka kesehatan fisik dan mental pun akan terbawa, sehingga Anda bisa menerima dan menjalani proses menjadi tua dengan damai.

Kategori:Motivasi

Agar Hidup Lebih ‘Hidup’

Banyak orang di usia matang terjebak dalam lingkaran comfort zone. Menjalani rutinitas yang membosankan. Salah satu penyebabnya adalah hilangnya passion. Simak 7 saran ahli agar passion Anda terus menyala:

Rene Suhandono, career coach dan penulis buku Your Job is not Your Career memberikan saran: “Luangkan waktu untuk bertanya kepada diri sendiri, apa passion Anda. Passion adalah sesuatu yang membuat Anda merasa enjoy. Yang membuat Anda bergairah setiap bangun tidur, yang membuat Anda bersemangat mengerjakannya hingga larut malam.”

Sebelum mencari passion, kata Deepak Chopra, penulis buku best seller dan ‘guru’ transformasi dari Amerika Serikat, Anda perlu punya sikap positif terhadap diri sendiri dan dunia ini agar bisa menikmati hidup lebih baik.

Alexander Sriewijono, psikolog dan konsultan pengembangan diri dari Daily Meaning menyarankan: “Beranilah ‘memutuskan’ rantai rutinitas dengan melakukan hal baru dan sedikit menantang. Kuncinya, bersikaplah open mind terhadap apa pun yang Anda terima.”

Pelihara aset pribadi. Yang dimaksud aset bukan saja fisik atau materi, tapi yang terpenting adalah kesehatan lahir dan batin. Tanpa itu, Anda tak akan dapat menggali dan merealisasikan passion. Deepak Chopra mengingatkan, tubuh bukanlah mesin biologis yang mudah rapuh dimakan usia. Sehingga berapa pun usia kita, menjaga kesehatan adalah wajib hukumnya.

Stephen Covey, motivator dan penulis buku laris Seven Habits of Highly Effective People mengatakan, orang tidak selamanya terikat pada sejarah masa lalu. Artinya, setiap saat Anda bisa mengubah sejarah, melakukan hal baru yang belum pernah Anda lakukan.

Bermimpilah, karena mimpi merupakan sumber energi. Ingat kata Bung Karno,”Gantungkan mimpimu setinggi langit”. Tantanglah diri Anda sesekali, buat rencana, maka Anda akan selalu termotivasi untuk mewujudkan mimpi menjadi kenyataan.

The best way to find yourself is to lose yourself in the service of others, begitu ungkapan Mahatma Gandhi. Ketika periode aktualisasi diri mencapai klimaksnya, seseorang akan beralih untuk berbuat bagi sesama. Kepedulian dan semangat berbagi ini juga bisa menjadi salah satu sumber passion.

Kategori:Motivasi

Melatih Kesadaran Emosi

Ketidakmampuan untuk menerima kenyataan yang berbeda dengan harapan, menurut Reza Gunawan, praktisi penyembuhan holistik dari True Nature Healing, menyebabkan seseorang mengalami emosi, stres, atau masalah mental lainnya. Selama ini kita lebih terlatih untuk berusaha mengubah kenyataan, ketimbang belajar melepas harapan yang seringkali tidak realistis itu. Sehingga batin kita umumnya lebih cepat menderita.

Salah satu cara untuk bisa menyalurkan emosi dengan tepat, menurut Reza, adalah dengan melatih mindfulness. Yaitu keterampilan untuk mengamati segala sesuatu dengan sadar, jernih, dan penuh perhatian. Istilah yang dahulu sering ditemukan dalam konsep meditasi Buddha ini diwakili oleh dua karakter, yaitu ‘kehadiran’ dan ‘hati’.

Dari berbagai penelitian terungkap bahwa mindfulness secara efektif mengurangi gejala gangguan penyakit kronis, depresi, gangguan kecemasan, dan kondisi kesehatan lain. Untuk mencapai mindfulness bisa berbagai cara, antara lain dengan latihan meditasi.

Menurut Reza, ada tiga keterampilan utama yang diasah dalam latihan meditasi kesadaran, yaitu:

1. Konsentrasi

Yang ditandai dengan seberapa stabil kita mampu memperhatikan sesuatu. Tanpa konsentrasi, memahami sesuatu dengan jernih tentu mustahil.

2. Kejernihan indrawi
Contohnya, ketika kita mengalami sebuah pengalaman yang mengguncang emosi, maka akan terekam gambaran, pikiran, rasa, dan sensasi fisik. Namun mereka yang tidak terlatih, akan mengalami semua komponen tersebut sebagai satu kesatuan yang keruh dan pekat. Kejernihan indrawi artinya kita lebih mampu melihat masing-masing komponen tersebut dengan jelas. Sehingga membantu kita memahami suatu permasalahan.

3. Ekuanimitas
Yang secara sederhana diartikan sebagai kemampuan batin kita untuk tidak terlalu reaktif terhadap berbagai pengalaman (emosional). Ini tidak membuat kita menjadi mati rasa, tetapi membuat kita belajar merasakan sesuatu dengan sewajarnya. Jika mengalami kemalangan, tidak lantas sedih berkepanjangan dan sebaliknya, ketika sedang menerima keberuntungan, tidak merasa senang berlebihan.

Mau coba? “Pasang alarm yang berbunyi setiap 30 menit dari ponsel Anda. Setiap mendengar alarmnya, belajarlah untuk berhenti total dari apa pun yang sedang Anda kerjakan, menarik napas sejenak, amati semua yang sedang kita alami, pikirkan, dan rasakan dalam hati segala sensasi di tubuh, selama 1 menit saja,” Reza menjelaskan.

Dengan keterampilan mindfulness, kita akan mampu ‘menikmati’ setiap gejolak emosi yang muncul, tanpa terperangkap di dalamnya. Sehingga akhirnya mampu menangkap pesan di balik setiap kejadian dengan bijaksana.

Kunci kesadaran emosi:

1. Fokus pada saat ini
Jangan memikirkan masa lalu atau khawatir akan masa depan, karena itu akan menghambat Anda untuk menikmati dan menghayati apa yang terjadi saat ini.

2. Terima apa adanya
Biakan diri Anda menyambut segala rasa yang ada, tanpa menilai baik atau buruk, tanpa berusaha mengubahnya. Semua perasaan memiliki tujuan, apakah itu melindungi Anda dari ancaman atau membuka diri untuk mencintai.

3. Paskan dengan cara yang ‘aman’ dan sewajarnya
Yang perlu dilepaskan adalah energi yang mengikuti emosi kita. Setiap orang punya cara berbeda mengekspresikannya. Ada yang menuangkannya dalam jurnal, lukisan, atau musik. Ada juga yang membutuhkan teman untuk curhat. Pelampiasan ini memberi kesempatan pada Anda untuk merasakan semua sensasi yang ada, sehingga Anda merasa lega dan jernih.

Kategori:Motivasi

Pilih Sendiri Usia Anda

Menurut Deepak Chopra, dokter, penulis buku-buku best seller tentang awet muda, dan pemilik The Chopra Center for Well Being di Amerika Serikat, banyak cara meraih kondisi tubuh awet muda dan panjang umur. Selain memerhatikan kesehatan fisik, seperti menjaga asupan makanan sehat dan rutin berolahraga, Anda juga dianjurkan memerhatikan hal-hal yang sifatnya spiritual.

Ternyata tak terlalu sulit membuat diri tampak awet muda secara nonfisik, asalkan dilakukan dengan serius dan berkesinambungan. Salah satunya adalah menerapkan efek plasebo. Efek ini populer di kalangan dokter atau psikiater dalam menyembuhkan seseorang. Pasien hanya diberik obat ‘kosong’, tapi bisa sembuh karena ia percaya obat itu manjur. Hal ini tak hanya berlaku pada penyakit-penyakit ringan, semacam flu atau migrain, tapi juga kelas berat, seperti asma, tekanan darah tinggi, radang usus, sampai kanker.

Prinsip utamanya adalah sugesti: apa yang Anda percaya, itulah yang terjadi. Belajarlah memercayai bahwa Anda akan tampil lebih muda dan hidup lebih lama. Lakukan ‘ritual’ berikut:

1. Tutup mata Anda
2. Bernapaslah teratur dan relaks (lepaskan semua beban pikiran).
3. Tentukan umur yang Anda inginkan, di antara umur sekarang dan 15 tahun ke belakang (misalkan Anda 40 tahun, pilih umur antara 40 dan 25 tahun, misalnya 30 tahun).
4. Kini, 30 tahun adalah Biostat Anda. Seperti menyetel alarm, ‘putar’ umur Anda ke angka 30. Maka fisik, mental, dan intelegensia Anda akan menyesuaikan diri ke umur tersebut.
5. Pertahankan Biostat Anda dengan bertindak dan berpikir seperti saat usia 30 tahun. Buatlah afirmasi (pengukuhan) sedikitnya lima kali dalam sehari, dengan menggunakan mantra: ‘setiap hari setiap waktu, aku mengembangkan kapasitas fisik dan mentalku. Biostatku disetel pada usia 30 yang sehat. Aku terlihat dan berasa sehat pada usia 30 tahun’.
6. Setelah beberapa hari melakukan ritual tersebut, lambat laun Anda akan percaya bahwa umur Anda kini 30 tahun, yang akan memengaruhi semua aspek biologis maupun psikologis Anda.

Memperlambat waktu
Kondisi kejiwaan memengaruhi waktu yang kita tempuh. Einstein memberi contoh melalui teori relativitasnya: “Jika saya membakar diri dalam tungku panas, meski hanya beberapa detik, rasanya seperti berjuta tahun. Tapi jika saya sedang bersama seseorang wanita yang jelita, rasanya seperti sekejap. Waktu cepat berlalu, dan waktu tak pernah cukup.”

Waktu sifatnya sangat subjektif. Jika dalam keadaan terburu-buru, jam biologis Anda akan dipercepat. Sebaliknya, jika Anda merasa punya banyak waktu, jam biologis Anda pun seperti melambat. Bahkan ketika Anda dalam kondisi khusuk bermeditasi, waktu seakan berhenti. Sama halnya ketika Anda mendengarkan musik atau saat jatuh cinta. Jadi, hentikan, atau paling tidak buatlah waktu Anda melambat, dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan, tanpa terburu-buru.

Sumber: http://www.pesona.co.id

Kategori:Motivasi