Arsip

Posts Tagged ‘luar biasa’

LANDASAN TEORI

Teori adalah alur logika atau penalaran, yang merupakan seperangkap konsep, definisi, dan proposisi yang disusun secara sistematis.

Jadi teori memuat:

– Konsep

– Definisi

– Proposisi

Secara umum fungsi dari teori adalah untuk:

  1. Menjelaskan (explanation) ruang lingkup variable-variabel yang akan diteliti.
  2. Meramalkan (prediction), yaitu menyusun hipotesis dan menyusun instrumen penelitian
  3. Pengendalian (control), yaitu membahas hasil penelitian dan memberikan saran.

Oleh karena itu seorang peneliti harus membaca buku-buku dan penelitian-penelitian yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukannya. Sumber-sumber bacaan dapat berbentuk buku teks, kamus, ensiklopedia, jurnal ilmiah dan hasil penelitian. Membaca buku adalah prinsip berfikir deduktif, sedangkan membaca hasil penelitian adalah prinsip berpikir induktif. Sumber bacaan yang baik memenuhi tiga criteria, yaitu relevansi, kelengkapan, kemutakhiran (kecuali penelitian histories).

Deskripsi Teori

Dalam penelitian, dekripsi teori merupakan uraian yang sistematis tentang teori dan hasil penelitian yang relevan dengan variable yang diteliti. Bila dalam suatu penelitian terdapat tiga variabel independent dan satu variable dependen maka kelompok teori yang perlu dideskripsikan ada empat kelompok teori.

Contoh judul penelitian: Pengaruh Tingkat IQ, motivasi orang tua, dan lingkungan belajar terhadap Kesuksesan anak didik dalam menyelesaikan tugas akhir.

Maka kelompok teori yang harus dideskripsikan adalah tingkat IQ, motivasi, lingkungan belajar, dan tingkat kesuksesan menyelesaikan tugas akhir. Juga harus dideskripsikan tentang hubungan variable independent dengan variable dependen.

Langkah-langkah dalam melakukan pendeskripsian teori:

  1. Tetapkan variable yang akan diteliti
  2. Cari sumber bacaan
  3. Lihat daftar isi, cari dan pilih topic yang relevan dengan variable yang diteliti

  1. Cari definisi setiap variable, bandingkan antara sumber yang satu dengan sumber yang lain. Pilih definisi yang paling sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan atau membuat kesimpulan dari beberapa definisi.
  2. Baca seluruh isi topic sesuai variable yang akan diteliti
  3. Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dengan bahasa sendiri. Sumber yang dikutip harus dicantumkan.

Kerangka Berfikir

Kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai factor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting (Sekaran, 1992).

Kerangka berfikir harus menjelaskan pertautan secara teoritis antar variable yang akan diteliti. Jadi harus dijelaskan hubungan antara variable independent dan variable dependen, dan jika ada kedudukan variable moderator dan intervening dalam penelitian.

Kerangka berfikir perlu dikemukakan apabila dalam penelitian tersebut berkenaan dua variable atau lebih.

Kriteria utama agar suatu kerangka pemikiran dapat meyakinkan sesame ilmuwan adalah alur pikiran yang logis dalam membangun suatu kerangka berfikir yang membuahkan kesimpulan berupa hipotesis.

Kerangka berfikir yang baik adalah:

  1. Variabel-variabel yang diteliti harus jelas
  2. Diskusi dalam kerangka berfikir harus menjelaskan hubungan/pertautan antar variable yang diteliti dan teori yang mendasari
  3. Diskusi harus dapat menunjukkan dan menjelaskan apakah hubungan antar variable itu positif atau negative, berbentuk simetris, kausal, atau interaktif (timbale balik)
  4. Kerangka berfikir tersebut dinyatakan dalam diagram (paradigma penelitian), sehingga mudah dipahami.

Amalan Enteng Tapi MasyaAllah (4)

Shalawat. Amalan ke-4 yg enteng dibaca, yakni shalawat, ga maen-maen juga balasannya, fadhilahnya, keutamaannya. Banyak banget saya kupas atas izin Allah tentang shalawat ini. Shalawat ini amalan Allah dan para malaikat. Ya, Allah dan para malaikat, bershalawat kepada Nabi Muhammad. MasyaAllah kan? Luar biasa. Kita kalo mau sukses, nyontoh yang dilakukan orang-orang sukses. Nah ini, lebih daripada amalan orang sukses. Ini amalannya Allah dan para malaikat-Nya! Ga tanggung2 kan? Amalin dah. Shalawat juga sekurang2nya 100x. Jangan pelit2. Shalawat yang paling ringan: Allaahumma shallii ‘alaa Sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali Sayyidinaa Muhammad. Disiplinin juga ngamalinnya. Buat peserta KuliahOnline yang baru, dan yang akan daftar, pembahasan panjang kali lebar ada disebar di semua kanal tentang shalawat ini. Semoga bisa semakin cinta sama amalan shalawat ini. Aamiiin.

Membuat Nilai Tambah

Agar bisnis berkembang pesat dan tumbuh sukses, nilai tambah sangat diperlukan. Faktor-faktor nilai tambah pun akan membuat bisnis Anda unggul.

Dalam bisnis ini kita harus selalu mempunyai nilai tambah, sebetulnya nilai tambah itu secara garis besar di bagi tiga. Anda hanya bisa ambil dua , jarang sekali anda bisa tiga tiganya. Ini saya ambil dan belajar dari Michael Tracy bagaimana ”Double Digit Grow”. Ini buku yang sangat bagus dan bagaimana kita tumbuh dua kali lipat. Dia cerita tentang IBM dan perusahaan yang tumbuhnya cuma dua sekian persen tapi ada juga yang 11% dan 20%,dan terus tumbuh. Dan ada Jhonson anda jhonson yang tumbuh selama 59 tahun bisnis nya terus tumbuh dan tumbuh terus. Dan saya pun masih terus harus belajar, disini dikatakan oleh Michael Tracy ada tiga keunggulan bisnis. Satu adalah murah, anda dengan operasional yang paling ringkes dan paling efisien anda bisa murah.

Bisa seperti toko buku saya, satu keunggulannya adalah murah, parkir gratis dan segala macam yang lainnya, yang kedua keunggulan berikutnya adalah unggul dalam mutu produk – produk anda, dahsyat luar biasa, mutunya lebih baik di banding yang lain, yang ketiga adalah servisnya atau pelayanannya. Hanya tiga menurut dia dan servis itu termasuk kecepatan.

Salam Dahsyat,

Tung Desem Waringin

INTELEGENSI KECERDASAN PADA MANUSIA

INTELEGENSI

KECERDASAN PADA MANUSIA

Manusia diciptakan dan dengan dilengkapi dengan kecerdasan yang memiliki kemampuan luar biasa, yang tidak dimiliki oleh makhluk lain dan kec erdasan sebagai suatu kemampuan ini pulalah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya dimuka bumi ini, dengan kec erdasan ini pula manusia dapat menjalani kehidupan yang dinamis dan beadab.

Adapun kecerdasan atu inteligensi manusia mempunyai implikasi sebagai suatu kemampuan adalah sbb :

1. Kemampuan mengklasifikasi pola – pola objek

Seorang yang normal adalah orang yang mampu dalam mengklasifikasikan stimulasi-stimulasi yang tidak identik ke dalam satu kelas atau rumpun

2. Kemampuan beradaptasi (kemampuan belajar)

Kemampuan beradaptasi merupakan suatu kemampuan yang harus manusia miliki dalam kehidupannya dan kemampuan beradaptasi ini menentukan inteligensi atau kecerdasan seseorang apakah inteligensinya tinggi atau rendah

3. Kemampuan menalar secara deduktif

Yaitu kemampuan menalar atau melogikan sesuatu dari kesimpulan menjadi paparan yang detail

4. Kemampuan menalar secara induktif

Yakni kemampuan penalaran atau melogikakan sesuatu yang berupa paparan atau penjelasan menjadi suatu kesimpulan yang mewakili

5. Kemampuan mengembangkan konsep

Yaitu kemampuan seseorang memahami suatu c ara kerja objek atau fungsinya dan kemampuannya bagaimana menginterpretasikan suatu kejadian

6. Kemampuan memahami

Kemampuan memahami adalah kemampuan seseorang dalam melihat adanya hubungan atau relasi didalam suatu masalah dan kegunaan – kegunaan hubungannya bagi pemecahan masalah tersebut.

Pengertian Intelegensi

I. Pengertian Intelegensi Secara Etimologis

Intelegensi berasal dari bahasa Inggris “Intelligence” yang juga berasal dari bahasa Latin yaitu “Intellectus dan Intelligentia atau Intellegere”. Teori tentang intelegensi pertama kali dikemukakan oleh Spearman dan Wynn Jones Pol pada tahun 1951. Spearman dan Wynn mengemukakan adanya konsep lama mengenai suatu kekuatan (power) yang dapat melengkapi akal pikiran manusia tunggal pengetahuan sejati. Kekuatan tersebut dalam bahasa Yunani disebut dengan “Nous”, sedangkan penggunaan kekuatannya disebut “Noeseis”. Intelegensi berasal dari kata Latin,yang berarti memahami. Jadi intelegensi adalah aktivitas atau perilaku yang merupakan perwujudan dari daya atau potensi untuk memahami sesuatu.

II. Definisi Intelegensi Menurut Para Ahli.

Menurut para ahli : ” kemampuan untuk berpikir secara abstrak (Terman)”, “ Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya (Colvin)”, “intelek plus pengetahuan(Henmon)”, ”tekhnik untuk memproses informasi yang disediakan oleh indra “(Hunt).

• S.C Utami Munandar

Secara umum intelegensi dirumuskan sebagai berikut :

a. Kemampuan untuk berpikir abstrak

b. Kemampuan untuk menangkap hubungan – hubungan dan untuk belajar

c. Kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi – situasi baru

• L.L. Thurstone

7 faktor dasar :

a. Verbal comprehension (v), kecakapan untuk memahami pengertian yang diucapkan dengan kata – kata.

b. Word fluency (w), kecakapan dan kefasihan dalam menggunakan kata – kata.

c. Number (n), kecakapan untuk memecahkan soal matematika.

d. Space (s), kecakapan tilikan ruang, sesuai dengan bentuk hubungan formal

e. Memory (m), kecakapan untuk mengingat

f. Perceptual (p), kecakapan mengamati dan menafsirkan.

g. Reasoning (r), kecakapan menemukan dan menggunakan prinsip – prinsip.

• Edward Thorndike

“intelligence is demonstrable in ability of the individual to make good response from the stand point of truth or fact” (intelegensi adalah kemampuan individu untuk memberikan respon yang tepat (baik)terhadap stimulasi yang diterimanya.)

• George D. Stodard

Intelegensi adalah kecakapan dalam menyatakan tingkah laku, yang memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

a. Mempunyai tingkat kesukaran

b. Kompleks

c. Abstrak

d. Ekonomis

e. Memiliki nilai – nilai sosial

f. Memiliki daya adaptasi dan tujuan

g. Menunjukkan kemurnian (original)

• William Stern

Intelegensi merupakan kapasitas atau kecakapan umum pada individu secara sadar untuk menyesuaikan pikirannya pada situasi yang dihadapinya.

• Lewis Medison Terman

Intelegensi terdiri atas dua faktor :

General ability (faktor G), yaitu kecakapan umum dan special ability(faktor S), yaitu kecakapan khusus.

• Carl Witherington

Dalam buku Educational psychlogy, Witherington mendefenisikan intelegensi sebagai berikut :

“…excellence of performance as manifested in efficient activity” (intelegensi adalah kesempurnaan bertindak sebagaimana dimanifestasikan dalam kemampuan-kemampuan / kegiatan-kegiatan)

• Alfred Binet, tokoh perintis pengukuran intelegensi mendefinisikan intelegensi terdiri dari tiga komponen, yaitu:

– Direction , kemampuan untuk memusatkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan.

– Adaptation, kemampuan untuk mengadakan adapatasi terhadap masalah yang dihadapinya atau fleksibel dalam menghadapi masalah

– Critism, kemampuan untuk mengadakan kritik, baik terhadap masalah yang dihadapi atau terhadap dirinya sendiri.

• Super dan Cities mendefinisikan kemampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau belajar dari pengalaman.

• J. P. Guilford menjelaskan bahwa tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen, yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Sedangkan kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen, yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Lebih jauh, Guilford menyatakan bahwa intelegensi merupakan perpaduan dari banyak faktor khusus.

• K. Buhler mengatakan bahwa intelegensi adalah perbuatan yang disertai dengan pemahaman atau pengertian.

• George D. Stoddard (1941) menyebutkan intelegensi sebagai kemampuan untuk memahami masalah-masalah yang bercirikan:

1. Mengandung kesukaran

2. Kompleks

3. Abastrak

4. Diarahkan pada tujuan

5. Ekonomis

6. Bernilai sosial

• Garett (1946) mendefinisikan setidak-tidaknya mencakup kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk memecahkan masalah-masalah yang memerlukan pengertian serta menggunakan simbol-simbol.

• Bischof, psikolog Amerika (1954) mendefinisikan kemampuan untuk memecahkan segala jenis masalah.

• Lewis Hedison Terman memberikan pengertian intelegensi sebagai kemampuan untuk berfikir secara abstrak dengan baik (lih. Hariman, 1958).

• David Wechsler (1958) mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif.

• Freeman (1959) memandang intelegensi sebagai

1. Kemampuan untuk menyatukan pengalaman-pengalaman,

2. Kemampuan untuk belajar dengan lebih baik,

3. Kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit dengan memperhatikan aspek psikologis dan intelektual, dan

4. Kemampuan untuk berpikir abstrak.

• Heidenrich (1970) mendefinisikan kemampuan untuk belajar dan menggunakan apa yang telah dipelajari dalam usaha untuk menyesuaikan terhadap situasi-situasi yang kurang dikenal atau dalam pemecahan masalah.

• Sorenson (1977) intelegensi adalah kemampuan untuk berpikir abstrak, belajar merespon dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan.

• Suryabrata (1982) intelegensi didefinisikan sebagai kapasitas yang bersifat umum dari individu untuk mengadakan penyesuaian terhadap situasi-situasi baru atau problem yang sedang dihadapi.

• Walters dan Gardnes (1986) mendefinisikan intelegensi sebagai serangkaian kemampuan-kemampuan yang memungkinkan individu memecahkan masalah atau produk sebagai konsekuensi seksistensi suatu budaya tertentu.

Dari berbagai pendapat dapat diatas disimpulkan bahwa inteligensi adalah

1. Kemampuan untuk berfikir secara konvergen (memusat) dan divergen (menyebar)

2. Kemampuan berfikir secara abstrak

3. Kemampuan berfikir dan bertindak secara terarah, bertujuan, dan rasional

4. Kemampuan untuk menyatukan pengalaman-pengalaman

5. Kemampuan untuk menggunakan apa yang telah dipelajari

6. Kemampuan untuk belajar dengan lebih baik,

7. Kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit dengan memperhatikan aspek psikologis dan intelektual

8. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dan merespon terhadap situasi-situasi baru

9. Kemampuan untuk memahami masalah dan memecahkannya.

Karena intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi sebenarnya tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.

Ciri – ciri intelegensi

Ciri-ciri intelegensi yaitu :

1. Intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berfikir secara rasional (intelegensi dapat diamati secara langsung).

2. Intelegensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul daripadanya.

Ciri – ciri tingkah laku yang intelegen menurut Effendi dan Praja (1993):

1) Purposeful behavior, artinya selalu terarah pada tujuan atau mempunyai tujuan yang jelas.

2) Organized behavior, artinya tingkah laku yang terkoordinasi, senua tenaga dan alat – alat yang digunakan dalam suatu pemecahan masalah terkoordinasi dengan baik.

3) Physical well toned behavior, artinya memiliki sikap jasmaniah yang baik, penuh tenaga, ketangkasan, dan kepatuhan.

4) Adaptable behavior, artinya tingkah laku yang luas fleksibel, tidak statis, dan kaku, tetapi selalu siap untuk mengadakan penyesuaian/perubahan terhadap situasi yang baru.

5) Success oriented behavior, artinya tingkah laku yang didasari rasa aman, tenang, gairah, penuh kepercayaan, akan sukses/optimal.

6) Clearly motivated behavior, artinya tingkah laku yang memenuhi kebutuhannya dan bermanfaat bagi orang lain atau masyarakat.

7) Rapid behavior, artinya tingkah laku yang efisien, efektif dan cepat atau menggunakan waktu yang singkat.

8) Broad behavior, artinya tingkah laku yang mempunyai latar belakang dan pandangan luas yang meliputi sikap dasar dan jiwa yang terbuka.

TEORI – TEORI INTELIGENSI

Teori – teori inteligensi dibedakan menjadi empat macam, diantaranya:

1. Teori Faktor

Teori ini dikembangkan oleh Spearman, dia mengembangkan teori dua factor dalam kemampuan mental manusia. Yakni :

a. teori factor “g” (factor kemampuan umum) : kemampuan menyelesaikan masalah atau tugas – tugas secara umum (misalnya, kemampuan menyelesaikan soal – soal matematika)

b. teori factor “s” (factor kemampuan khusus) : kemampuan menyelesaikan masalah atau tugas – tugas secara khusus (misalnya, mengerjakan soal – soal perkalian,atau penambahan dalam matematika)

2. Teori Struktural Intelektual

Teori ini dikembangkan oleh Guilford, dia mengatakan bahwa tiap tiap kemampuan memiliki jenis keunikan tersendiri dalam aktifitas mental atau pikiran (operation), isi informasi (content), dan hasil informasi (product).penjelasannya adalah sbb :

a. Operation (aktivitas pikiran atau mental)

• Cognition yaitu aktivitas mencari, menemukan, mengetahui dan memahami informasi. Misalnya mengetahui makna kata “adil” atau “krisis”

• Memory yakni menyimpan informasi dalam pikiran dan mempertahankannya

• Divergent production yakni proses menghasikan sejumlah alternative informasi dari gudang ingatan untuk memenuhi kebutuhan, misalnya mengusulkan sejumlah judul sebuah cerita

• Convergent production yaitu penggalian informasi khusus secara penuh dari gudang ingatan. Misalkan menemukan kata – kata yang cocok untuk jawaban TTS

• Evaluation yakni memutuskan yang paling baik dan yang cocok dengan tuntunan berpikir logis

b. Content (isi informasi)

• Visual yaitu informasi – informasi yang muncul secara langsung dari stimulasi yang diterina oleh mata

• Auditory yakni informasi – informasi yang muncul secara langsung dari stimulasi yang diterina oleh system pendengaran (telinga)

• Simbolic yaitu iem – item informasi yang tersusun urut bersamaan dengan iem – iet yang lain.

• Misalnya sederet angka, huruf abjad dan kombinasinya

• Sematic biasanya berhubungan dengan makna atau arti tetapi tidak melekat pada symbol – symbol kata

• Behavioral yakni item informasi mengenai keadaan mental dan perilaku individuuang dipindahkan melalui tindakan dan bahasa tubuh.

c. Product (bentuk informasi yang dihasilkan)

• Unit yaitu suatu kesatuan yang memiliki suatu keunuikan didalam kombinasi sifat dan atributnya, contoh bunyi musik,cetakan kata

• Class yakni sebuah konsep dibalik sekumpulan obyek yang serupa. Misalkan bilangan genap dan ganjil

• Relation yakni hubungan antara dua item. Contoh dua orang yang memiliki huruf depan berurutan, Abi kawin dengan Ani

• Sistem yakni tiga item atau lebih berhubungan dalam suatu susunan totalitas. Misalkan tiga orang berinteraksi didalam sebuah acara dialog di TV

• Transformation yaitu setiap perubahan atau pergantian item informasi

• Implication yakni item informasi diusulkan oleh item informasi yang sudah ada. Misalkan melihat 4X5 dan berpikir 20.

3. Teori Kognitif

Teori ini dikembangkan oleh Sternberg menurutnya inteligensi dapat dianalisis kedalam beberapa komponen yang dapat membantu seseorang untuk memecahkan masalahnya diantaranya :

• Metakomponen adalah proses pengendalian yang terletak pada urutan lebih tinggi yang digunakan untuk melaksanakan rencana, memonitor, dan mengevaluasi kinerja dalam suatu tugas

• Komponen kinerja adalah proses – proses pada urutan lebih rendah yang digunakan untuk melaksanakan berbagai strategi bagi kinerja dalam tugas

• Komponen perolehan pengetahuan adalah proses – proses yang terlibat dalam mempelajari informasi baru dan penyimpanannya dalam ingatan

4. Teori Inteligensi Majemuk (multiple intelligences)

Teori ini dikembangkan oleh Howard Gadner, dalam teorinya ia mengemukakan sedikitnya ada tujuh jenis inteligensi yang dimiliki manusia secara alami, diantaranya :

Inteligensi bahasa (verbal or linguistic intelligence) yaitu kemampuan memanipulasi kata – kata didalam bentuk lisan atau tulisan. Misalnya membuat puisi

Inteligensi matematika-logika (mathematical-logical) yaitu kemampuan memanipulasi system-sistemangka dan konsep-konsep menurut logika. Misalkan para ilmuwan bidang fisika, matematika

• Inteligensi ruang (spatial intelligence) adalah kemampuan untuk melihat dan memanipulasi pola-pola dan rancangan. Contohnya pelaut, insinyur dan dokter bedah

• Inteligensi musik (musical intelligence)adalah kemampuan memahami dan memanipulasi konsep-konsep musik. Contohnya intonasi, irama, harmoni

• Inteligensi gerak-tubuh(bodily-kinesthetic intelligence)yakni kemampuan untuk menggunakan tubuh dan gerak. Misalkan penari, atlet

• Inteligensi intrapersonal yaitu kemampuan untuk memahami perasaan – perasaan sendiri, refleksi, pengetahuan batin, dan filosofinya,contohnya ahli sufi dan agamawan

• Inteligensi interpersonal yaitu kemmampuan memahami orang lain, pikiran maupun perasaan – perasaannya, misalnya politis, petugas klinik, psikiater

Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id

GOOD TO GREAT

1 Desember 2012 1 komentar

Good to Great karya Jim Collins bukan sekadar buku yang berbicara tentang kemajuan dalam organisasi, namun tentang bagaimana bertumbuh menjadi luar biasa. Sejak di bagian awal buku, Jim Collins menekankan bahwa “good is the enemy of great”. Kata-kata ini akan terus diulang di dalam buku, sehingga pembaca akan terdorong untuk “melepaskan” diri dari bayang-bayang pencapaian yang sudah diraih organisasinya untuk fokus agar terus bertumbuh menjadi luar biasa.

Prinsip-prinsip dalam Good to Great adalah sari pati dari riset yang dilakukan secara menyeluruh dan dalam waktu lama. Jim menganalisis perusahaan-perusahaan yang harga sahamnya naik minimal 3 kali lipat lebih banyak dari kenaikan rata-rata nilai saham keseluruhan dalam rentang waktu 15 tahun.

Jim juga memisahkan kondisi keseluruhan dari industri dan perusahaan yang diteliti agar bisa membedakan mana yang didorong oleh kemajuan di industri, dan mana yang benar-benar bertumbuh tanpa terpengaruh kondisi industrinya. Ia kemudian menganalisis berbagai faktor dalam perusahaan, mulai dari teknologi, sistem renumerasi, gaya kepemimpinan, strategi merger dan akuisisi perusahaan, serta berbagai variabel lainnya untuk melihat apa yang membuat sebuah perusahaan bisa berubah dari sekadar baik menjadi luar biasa.

Hasilnya, Jim Collins menemukan bahwa ada beberapa prinsip yang dapat dilakukan untuk mendorong terciptanya sebuah “flywheel”. Flywheel adalah istilah untuk tindakan yang saling terkait satu sama lain, yang pada akhirnya mendorong momentum perubahan sebuah organisasi menjadi luar biasa.

Dalam flywheel, satu tindakan mendorong tindakan lainnya, dan di saat yang sama, sebuah tindakan merupakan hasil dari tindakan sebelumnya. Semuanya menjadi seperti roda yang bergerak semakin lama semakin cepat, dan menggerakkan organisasi untuk lebih unggul dari organisasi lainnya. Dalam flywheel tersebut, ada 3 hal besar yang harus diperhatikan, yakni disciplined people, disciplined thought, dan disciplined action. Berikut ini sekilas mengenai ketiga hal tersebut.

Tahap pertama ini terdiri atas 2 hal, yaitu “Level 5 leadership” dan “First who, then what”. Dalam “Level 5 leadership”, Jim menjelaskan pentingnya kepemimpinan dengan kapasitas “level 5”. Hampir semua dari perusahaan yang berubah dari sekadar baik menjadi luar biasa dipimpin oleh pemimpin jenis ini. Hal utama yang membedakan mereka dengan pemimpin lain adalah, bahwa para pemimpin level 5 ini mempunyai karakter yang paradoks dalam hal kesederhanaan sebagai individu dan ambisi sebagai seorang professional.

Pemimpin level 5 adalah orang yang rendah hati, tidak menonjolkan diri, dan banyak memberikan kredit atas kontribusi pihak lain. Namun di saat yang sama, dia juga mempunyai determinasi, kapasitas, dan ambisi yang kuat sebagai seorang professional.

Dalam “First who, then what”, Jim menjelaskan perlunya merekrut orang-orang terbaik dalam bidangnya masing-masing. Dengan modal ini, barulah sebuah organisasi memutuskan tujuan apa yang ingin dicapai, sesuai dengan rekomendasi dan kesepakatan tim yang solid ini. Hal ini membuat semua orang dalam organisasi dapat berkontribusi maksimal.

Menurut Jim, jika organisasi memutuskan kebalikannya (first what, then who), maka organisasi akan bergantung pada 1-2 orang yang “jenius” saja, dan anggota tim yang lain hanya berfokus membantu tanpa berbuat lebih jauh.

Disciplined Thought
Di tahap kedua, perusahaan bergerak dari kondisi “build up” menjadi “breakthrough”. Ini berarti pada tahap ini, sudah ada peningkatan yang terjadi sebagai hasil penerapan prinsip-prinsip sebelumnya. Di tahap ini, ada 2 hal penting yang harus diperhatikan, yaitu “Confront the brutal fact” dan “Hedgehog concept”.

Confront the brutal fact berarti sebuah organisasi harus mempunyai budaya keterbukaan dalam hal komunikasi. Keterbukaan ini bukan dalam semangat ingin menjatuhkan, namun dalam semangat perbaikan. Pemimpin mendorong keterbukaan dengan lebih banyak mengajukan pertanyaan daripada jawaban.

Sedangkan para staf di level bawah dan menengah mendorong keterbukaan. Di antaranya dengan menganalisis kondisi perusahaan secara jujur, melihat kesalahan secara apa adanya tanpa ditutupi, atau apapun dalam kaitannya dengan keterbukaan untuk menerima fakta secara apa adanya.
Sedangkan Hedgehog concept adalah analisis organisasi yang didasarkan atas 3 pertanyaan besar:

Aktivitas apa yang paling menarik bagi organisasi untuk dilakukan?
Aktivitas apa yang bisa dilakukan organisasi dengan lebih baik dibandingkan pesaing?
Aktivitas apa yang paling menguntungkan secara ekonomi bagi organisasi?

Interseksi ketiga pertanyaan tersebut adalah area yang harus menjadi fokus kegiatan sebuah organisasi agar bertumbuh dengan maksimal.

Disciplined Action
Pada tahap ini, fokus perusahaan bukan lagi untuk bertumbuh, tetapi bagaimana mempertahankan pertumbuhan secara berkelanjutan. Di tahap ini ada 2 hal utama, yaitu “A culture of discipline” dan “Technology accelerator”. A culture of discipline adalah pentingnya perusahaan mempunyai sebuah sistem kerja yang bisa menjamin budaya kerja tanpa adanya pengawasan, sehingga pertumbuhan bisa terus dialami.

Technology accelerator adalah pentingnya perusahaan mengaplikasi kemajuan teknologi sebagai alat untuk mempercepat pertumbuhan, bukan sebagai fokus dari pertumbuhan. Segala kemajuan yang bisa mempercepat gerak perusahaan, perlu diadaptasi. Sebaliknya, teknologi yang tidak relevan terhadap pertumbuhan perusahaan tidak perlu diadaptasi. Ini dilakukan agar perusahaan tetap efisien dalam pengeluaran sumber daya uang dan waktu.

Disciplined People
Yang menjadi ukuran bahwa suatu perusahaan dapat disebut dengan perusahaan yang hebat adalah :

Harga saham kumulatif perusahaan hebat tersebut minimal 3 kali diatas harga pasar.
Perusahaan sebagaimana tersebut diatas harus dapat bertahan minimal 15 tahun di kondisi tersebut.
Pola perusahaan tersebut tidak tergantung pada jenis industri, namun berlaku universal.

Dalam melakukan penelitiannya, Jim Collins menggunakan beberapa cara sebagai berikut :

* Mengumpulkan berbagai informasi & data mengenai perusahaan-perusahaan yang ada di Amerika, termasuk di dalamnya informasi mengenai harga saham tersebut di pasar dan operasional perusahaan tersebut sehari-hari.

* Mengklasifikasikan perusahaan-perusahaan tersebut ke dalam golongan : Kelompok perusahaan dengan industri sejenis. Kelompok perusahaan yang memiliki harga saham kumulatif minimal 3 kali diatas harga pasar, dan dapat bertahan minimal 15 tahun, yang kemudian disebut kelompok perusahaan baik-menjadi-hebat.
Kelompol perusahaan pembanding, yaitu perusahaan yang pernah memiliki harga saham kumulatif minimal 3 kali diatas harga pasar, namun gagal mempertahankannya.

* Membandingkan perusahaan baik-menjadi-hebat dengan perusahaan pesaing langsung (perusahaan industri sejenis) dengan perusahaan yang gagal melakukan lompatan dari hasil baik menjadi hebat (atau bila berhasil mencapai hebat, namun gagal mempertahankannya), dan juga dengan perusahaan yang biasa saja, à untuk menemukan faktor penting yang membedakan perusahaan baik-menjadi-hebat dengan perusahaan lainnya.

Dari hasil membandingkan tersebut didapatkanlah informasi sebagai berikut :
Didapatkan hasil 11 perusahaan masuk dalam kategori perusahaan baikmenjadi-hebat. Perusahaan baik-menjadi-hebat, jika diinvestasikan uang senilai $1 pada tahun x (tahun transisi), maka 15 tahun kemudian setelah masa transisi perusahaan tersebut, rata-rata nilai kumulatif harga saham hasil investasi tersebut (dengan asumsi : deviden hasil saham tersebut diinvestasikan kembali, sesuai dengan semua pemisahan saham) pada tahun ke-15 adalah 6,9 x harga pasar (atau nilai uang awal $1 tersebut menjadi 471x, sedangkan dalam pasar nilainya 56x). 10 dari 11 Dirut perusahaan baik-menjadi-hebat berasal dari dalam perusahaan tersebut, dan hanya 1 perusahaan yang Dirutnya berasal dari luar perusahaan tersebut, dimana perusahaan pembanding melakukan pergantian Dirut dari luar perusahaan mereka 6x lebih sering.

Ditemukan tidak ada pola sistematis yang menghubungkan bentuk spesifik dari kompensasi eksekutif terhadap proses beranjaknya perusahaan dari status baik menjadi status hebat. Pendapat yang mengutarakan bahwa struktur kompensasi eksekutif merupakan penggerak utama dalam kinerja perusahaan tidak didukung oleh data yang ada.

Strategi saja tidak memisahkan perusahaan baik-menjadi-hebat dari perusahaan pembanding. Kedua kelompok perusahaan mempunyai strategi yang ditetapkan dengan baik, dan tidak ada bukti bahwa perusahaan baikmenjadi-hebat meluangkan waktu lebih banyak untuk membuat rencana strategi jangka panjang ketimbang perusahaan pembanding.
Perusahaan baik-menjadi-hebat secara prinsip tidak memfokuskan pada apa yang harus dilakukan untuk menjadi hebat, mereka juga memfokuskan dengan perhatian yang sama besar pada apa yang tidak boleh dilakukan dan tindakan apa yang harus dihentikan.

Teknologi dan perubahan yang digerakkan oleh teknologi praktis tidak mempunyai kaitan dengan memulai transformasi dari baik menjadi hebat. Teknologi dapat mempercepat transformasi, namun teknologi tidak dapat menyebabkan terjadinya transformasi.

Merger dan akuisisi praktis tidak mempunyai peran dalam memulai transformasi dari baik menjadi hebat. 2 perusahaan besar dengan prestasi sedang yang bergabung menjadi 1 tidak pernah menjadi satu perusahaan yang hebat.

Perusahaan baik-menjadi-hebat kurang memberi perhatian untuk mengelola perubahan, memotivasi orang, atau menciptakan penyesuaian. Dengan kondisi yang tepat, sebagian besar masalah komitmen, penyesuaian, motivasi dan perubahan akan hilang dengan sendirinya.

Perusahaan baik-menjadi-hebat tidak mempunyai nama, batas tanggal tertentu, peresmian peristiwa, atau program untuk menandai transformasi mereka. Sekalipun demikian, beberapa melaporkan tidak menyadari mengenai besarnya transformasi pada waktu itu. Barulah kemudian, ketika melakukan introspeksi, hal ini menjadi jelas. Benar, mereka benar-benar membuahkan lompatan revolusioner dalam hasil, tetapi tidak dengan proses revolusioner.
Perusahaan baik-menjadi-hebat, secara umum, tidak berkecimpung dalam industri yang hebat, dan beberapa berada dalam industri yang buruk sekali. Kami belum pernah bertemu dengan kasus perusahaan yang sudah berada dalam posisi mantap ketika tinggal landas. Kehebatan bukan fungsi keadaan. Kehebatan, ternyata, pada dasarnya adalah masalah pilihan yang dibuat secara sadar.

The reason why we have to read “good to great”
Pertama, buku ini adalah penjabaran hasil riset yang menganalisis berbagai dimensi dan dari berbagai sumber informasi dalam jangka waktu lama. Buku ini bukan sekadar versi panjang dari ilham penulis yang ditambah-tambahkan dengan data-data untuk memperkuat argumen.
Kedua, buku ini berhasil menyajikan prinsip yang berlaku universal, sehingga isinya dapat diterapkan dalam berbagai kondisi, termasuk dalam momen perubahan ICT dan perubahan sosial saat ini.
Ketiga, buku ini ditulis dengan gaya bahasa bercerita yang enak dibaca. Dalam buku ini, pembaca akan membayangkan Jim Collins seolah sedang bercerita mengenai hasil risetnya. Ketiga hal itulah yang menjadi alasan mengapa buku ini menarik untuk dibaca oleh siapapun yang tertarik untuk berubah dari sekadar baik menjadi luar biasa.

6 Kunci Memiliki Winning Team

Kita memerlukan cara untuk membuat SDM kita menjadi dahsyat, nah itu adalah rahasia dari 6 kunci Winning Team. SDM dalam suatu perusahaan merupakan team yang sangat berpengaruh dalam suatu perusahaan, dan merupakan tonggak perusahaan sehingga sangatmempengaruhi perkembangan perusahaan ke depannya.

Dalam artikel ini, saya akan menceritakan cara-caranya untuk membuat winning team yang telah terbukti oleh perusahaan-perusahaan di dunia. Semoga bermanfaat

Enam kunci Winning Team, supaya tim kita dahsyat luar biasa. Perusahaan ada orangnya, kecuali jika Anda menggunakan 100% teknologi.

Berikut ini 6 kunci untuk mencapai winning team :

Kita harus punya Strong Leadership. Pimpinan harus bisa mengatur lalu dia punya drive kuat dan tidak semua orang punya bakat seperti ini bisa di didik. Ada orang punya perusahaan tahun 2005 mendapatkan penghargaan sebagai perusahaan nomor tujuh pertumbuhan terbesar di dunia. 3600 persen sekian. Ali Baba kalah, Deiwu kalah, semua kalah, dia nomor tujuh.
Partner saya dia punya Event Organiser, punya properti, hotel, WAH!! banyak sekali, dia bilang karyawannya cuma dua. WHAT!! Saya tahu karyawannya banyak tapi dia mengaku cuma dua.Karyawan yang di nomor tujuh besar satu orang pimpinannya, yang di EO satu orang pimpinannya.
Kalau ada apa dia tidak mencampuri, tapi selalu melalui pimpinannya. Strong Leadership, Anda cari orang yang ceritanya bisa di percaya, yang mempunyai visi lebih dan bisa mengkomunikasikan. Dan dia orang yang peka. Setiap kita bicara selesai, kalau kita bicara dia selesai. Saya ingin setiap detail perusahaan itu harus selalu diperhatikan.
Mempunyai goal yang sama. Anda harus punya goal. Celakanya banyak perusahaan tidak mempunyai goal. Beri goal, target saya ini, omset saya ini, saya harus dapat ini, Anda harus kasih goal. Saya selalu mempunyai goal, saya ingin jadi toko buku yang terbesar, saya ingin omset sekian, saya ingin naik sekian persen minimal, kehilangannya kurang dari sekian.Dan saya punya goal yang sama. setuju!!.. setuju!! . mari kita kejar goal Anda.
Mempunyai keyakinan yang sama untuk mencapai ini harus pakai cara bagaimana??Ini butuh training budaya. Terus di biasakan mulai dari atas dan terus training-training sampai akhirnya mereka mempunyai keyakinan yang sama.
Harus punya action plan, kamu hubungi ini, kamu rekrut, ini ada rencana kerjanya.
Punya monitoring sistem, produktivitas terkait dengan penghasilan. Kalau dia action begini hasilnya begini, berikutnya, ada pelatihanakan ada skill-skill untuk keterampilan, motivasi dan budaya perusahaan.
Budaya sampai jadi budaya, misal karyawan yang dahsyat. Dia sudah mendarah daging dia tidak hanya termotivasi saja, bahkan dia mati demi perusahaannya pun mau. Dia bilang karyawan dia harus menjadi ”Martir” demi perusahaan kalau Anda bisa membuat karyawan Anda jadi ”Martir” pasti perusahaan Anda akan meledak DAHSYAT!!

Semoga bermanfaat,

Tung Desem Waringin

Berita Heboh!

Karena respon yang luar biasa, manajemen memutuskan untuk merevisi pembayaran bonus untuk Program Langganan Matching (SMP) . Promosi ini akan membantu seluruh pemegang saham untuk meningkatkan pendapatan mereka menjadi dua kali lipat.

1) Payout bonus SMP – Bonus Sponsor Langsung (DSB) dan Bonus Perkembangan Grup (GDB) akan dihitung berdasarkan nilai CPS akhir berlangganan SMP.

Sebelum :

CPS Harga $ 1,10 $ 1.100 = 2.000 CPS (1.000 CPS untuk aktivasi normal)

DSB = 10% x 1.000 CPS x $ 1,10 = $ 110

GDB = 1.000 CPS Volume akumulasi

Promosi:

CPS Harga $ 1,10 $ 1.100 = 2.000 CPS (1.000 CPS untuk aktivasi normal)

DSB = 10% x 2.000 CPS x $ 1,10 = $ 220

GDB = 2.000 CPS Volume akumulasi

2)Perpanjangan tanggal dividend cut-off – Pihak manajemen telah memutuskan untuk memperpanjang tanggal dividend cut-off untuk bulan Juni hingga tanggal 10 Juli 2012.

Pemegang saham yang berinvestasi pada tanggal 10 Juli 2012 pukul 23.59 (waktu server) juga berhak untuk menerima deviden pertama pada tanggal 15 Juli 2012. Investasi yang dilakukan mulai tangga 11 Juli 2012 dan seterusnya akan mendapatkan deviden pada bulan berikutnya.

Menejemen