Archive

Posts Tagged ‘pinrang’

LANDASAN TEORI

Teori adalah alur logika atau penalaran, yang merupakan seperangkap konsep, definisi, dan proposisi yang disusun secara sistematis.

Jadi teori memuat:

– Konsep

– Definisi

– Proposisi

Secara umum fungsi dari teori adalah untuk:

  1. Menjelaskan (explanation) ruang lingkup variable-variabel yang akan diteliti.
  2. Meramalkan (prediction), yaitu menyusun hipotesis dan menyusun instrumen penelitian
  3. Pengendalian (control), yaitu membahas hasil penelitian dan memberikan saran.

Oleh karena itu seorang peneliti harus membaca buku-buku dan penelitian-penelitian yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukannya. Sumber-sumber bacaan dapat berbentuk buku teks, kamus, ensiklopedia, jurnal ilmiah dan hasil penelitian. Membaca buku adalah prinsip berfikir deduktif, sedangkan membaca hasil penelitian adalah prinsip berpikir induktif. Sumber bacaan yang baik memenuhi tiga criteria, yaitu relevansi, kelengkapan, kemutakhiran (kecuali penelitian histories).

Deskripsi Teori

Dalam penelitian, dekripsi teori merupakan uraian yang sistematis tentang teori dan hasil penelitian yang relevan dengan variable yang diteliti. Bila dalam suatu penelitian terdapat tiga variabel independent dan satu variable dependen maka kelompok teori yang perlu dideskripsikan ada empat kelompok teori.

Contoh judul penelitian: Pengaruh Tingkat IQ, motivasi orang tua, dan lingkungan belajar terhadap Kesuksesan anak didik dalam menyelesaikan tugas akhir.

Maka kelompok teori yang harus dideskripsikan adalah tingkat IQ, motivasi, lingkungan belajar, dan tingkat kesuksesan menyelesaikan tugas akhir. Juga harus dideskripsikan tentang hubungan variable independent dengan variable dependen.

Langkah-langkah dalam melakukan pendeskripsian teori:

  1. Tetapkan variable yang akan diteliti
  2. Cari sumber bacaan
  3. Lihat daftar isi, cari dan pilih topic yang relevan dengan variable yang diteliti

  1. Cari definisi setiap variable, bandingkan antara sumber yang satu dengan sumber yang lain. Pilih definisi yang paling sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan atau membuat kesimpulan dari beberapa definisi.
  2. Baca seluruh isi topic sesuai variable yang akan diteliti
  3. Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dengan bahasa sendiri. Sumber yang dikutip harus dicantumkan.

Kerangka Berfikir

Kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai factor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting (Sekaran, 1992).

Kerangka berfikir harus menjelaskan pertautan secara teoritis antar variable yang akan diteliti. Jadi harus dijelaskan hubungan antara variable independent dan variable dependen, dan jika ada kedudukan variable moderator dan intervening dalam penelitian.

Kerangka berfikir perlu dikemukakan apabila dalam penelitian tersebut berkenaan dua variable atau lebih.

Kriteria utama agar suatu kerangka pemikiran dapat meyakinkan sesame ilmuwan adalah alur pikiran yang logis dalam membangun suatu kerangka berfikir yang membuahkan kesimpulan berupa hipotesis.

Kerangka berfikir yang baik adalah:

  1. Variabel-variabel yang diteliti harus jelas
  2. Diskusi dalam kerangka berfikir harus menjelaskan hubungan/pertautan antar variable yang diteliti dan teori yang mendasari
  3. Diskusi harus dapat menunjukkan dan menjelaskan apakah hubungan antar variable itu positif atau negative, berbentuk simetris, kausal, atau interaktif (timbale balik)
  4. Kerangka berfikir tersebut dinyatakan dalam diagram (paradigma penelitian), sehingga mudah dipahami.

Data 89 %, Aslam Kalahkan Calon Golkar

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR – Kasil Quick Count atau hitung cepat yang dilakukan oleh Celebes Reserarc Center (CRC) untuk Pilkada Pinrang, incumbent Aslam Patonangi unggul sementara 32.02 persen. Jika margin error QC 1 persen akurat, maka sementara Pilwali Pinrang bisa satu putaran. Data sementara masuk sudah 89 %. “Belum bisa dipastikan hasil akhirnya hingga 99 persen data masuk,” kata Direktur CRC, Herman Heizer, Rabu (18/9/2013).

Hasil Quick Count Pilkada Pinrang
Sutani dan Rifaimana: 6.37 %
Andi Aslam Patonangi-Darwis Bustama: 32.02 %
Suriadi -Sahabudin: 5.55 %
Andi Kaharudin-Ardan Razak: 6.59 %
Abdullah Rasyid-Faisal Tahir Sarkawi: 22.82 %
Andi Irwan Hamid-Andi Mappanyuki: 26.65 %

Sumber : http://makassar.tribunnews.com/2013/09/18/data-89-aslam-kalahkan-calon-golkar

PROFIL DESA LEPPANGANG

BAB I
SELAYANG PANDANG DESA LEPPANGANG

1.1 Asal Kata Leppangang
Pada masa kerajaan, dalam perjalanannya Arung atau Mangkau bersama abdinya “singga beristirahat” yang dalam bahasa daerah bugis berarti “alleppang Mappesau” karena terkesan dengan keramahan penduduk dan kenyamanan serta keamanan di kampung ini.

Dalam sejarah awal mula terbetuknya Kabupaten Pinrang tercatat pula, bahwa dengan berbagai macam pertimbangan kampung ini dipilih sebagai tempat mempertemukan para pemimpin pemerintahan dalam membicarakan pembagian wilaya-wilaya pemerintahan.

Sebagai wujud kebahagian dan kebanggaan tersendiri bagi rakyat kampung serta demi mengabadikan sejarah yang kelak akan diwariskan kepada anak cucu, maka disepakatilah pemberian nama kampung dengan nama “Leppangang” yang berasal dari kalimat “Alleppang Mappisau” . Penggunaan nama “Leppangang” selanjutnya dipakai setelah diputuskan Kempung Leppangang bersama beberapa kampung disekitarnya ditetapkan sebagai satu wilayah pemerintahan yang devenif di mana kampung Leppangang sebagai pusat pemerintahan.

1.2 Desa Leppangang.
Awal mula terbetuknya Desa Leppangang mencakup wilayah kampung Masolo, Pincara, Sali-Sali, SengaE, Sempang dan Leppangang sendiri namun dengan adanya pemekaran desa yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, maka kampung yang dulunya masuk wilayah Leppangang berdiri sendiri dan kampung Leppangang menjadi satu Wilayah Desa Yang devenitif.

Desa Leppangang termasuk wilayah Kecamtan Patampanua Kabupaten Pinrang yang berjarak ± 5 Km dari pusat pemerintahan Kecamatan Patampanua dengan luas wilayah 561,89 Ha yang berbatasan dengan ;
· Sebelah utara Desa Pincara
· Sebelah Timur Kelurahan Tonyamang
· Sebelah Selatan Desa Mattiro Ade
· Sebelah Barat Kecamatan Cempa.

Desa Leppangang saat ini terdiri dari 2 Dusun yang meliputi 4 RW dan 8 RT dengan Jumlah KK 642.Jumlah penduduk 2.458 jiwa yang terdiri dari laki-laki 1.170 jiwa dan perempuan 1.288 jiwa. Mata pencaharian pada umumnya Bergerak dibidang pertanian dengan presentase 90 % bergerak dibidang pertanian dan selebihnya bergerak dibidang jasa dan perdagangan.

Sejak ditetapkan sebagai satu wilayah Desa yang devenif pada tahun 1955 Desa Leppangang dipimpin oleh Kepala desa sebagai berikut ;
1. Muhammad Tahir Periode tahun 1955 s/d 1965
2. Muhammad Yasin Periode tahun 1965 s/d 1970
3. Andi Baso Kerrang Periode tahun 1970 s/d 1972
4. Andi Azis Bau Polo Periode tahun 1972 s/d 1975
5. Muhammad Ali Periode tahun 1975 s/d 1978
6. Zainuddin Periode tahun 1978 s/d 1983
7. Andi Thamrin Riu Periode tahun 1983 s/d 1988
8. H. Muslimin Niskar Periode tahun 1988 s/d 2001
9. Drs. Badaruddin Periode tahun 2001 sampai sekarang

1.3 Visi dan Misi
1.3.1 Visi
“Peningkatan ilmu pengetahuan, tekhnologi dan ketakwaan dalam mengembangkan potensi menuju masyarakat yang sejahtera, aman, sehat dan bermartabat”

1.3.2 Misi
1. Peningkatan kwalitas sarana dan prasarana.
2. Pemberdayaan masyarakat.
3. Optimalisasi penerapan Tehnologi Tepat Guna (TTG) yang berwawasan lingkungan.
4. Pengembangan olahraga, seni dan budaya.
5. Mewujudkan lingkungan yang sehat secara terpadu.
6. Optimalisasi fungsi Poskamling.

BAB II
INDIKATOR
PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA LEPPANGANG

2.1 Pendidikan.
Pendidikan merupakan bagian terpenting dalam pembangunan bangsa dan Negara, hal ini sangat disadari sehingga Pemerintah Desa Leppangang terus berupaya semaksimal mungkin mensukseskan segala program Pemerintah baik Pusat maupun daerah dengan memanfaatkan segala potensi/keunggulan yang dimiliki.

2.1.1 Potensi yang dimiliki ;
1. Gedung SLTP 1 Buah
2. Gedung SD 2 Buah
3. TK satu atap 1 Buah
4. PAUD 1 Unit
5. TK/TPA 1 Unit
6. Perpustakaan Masjid 1 Unit
7. Kejar Paket C 1 Unit
8. Emrio sanggar seni dan budaya 1 Unit

2.1.2 Perestasi yang dicapai ;
1. Tingkat kelulusan SLTP 100 % Ta. 2008-2009 dan 100 % 2009-2010
2. Tingkat kelulusan SD 100 % Ta. 2008-2009 dan 100 % 2009-2010
3. Juara 1 Lomba Tari Mappadendang tingkat Kabupaten.
4. Dan beberapa kategori dalam setiap lomba dibidang olahraga.

2.1.3 Kendala yang dihadapi ;
1. Minimnya informasi perkembangan ilmu dan tehnologi.
2. Minimnya sarana pendukung disetiap kegiatan.
3. Kurangnya tenaga terampil dan propesional dalam memberikan bimbingan.
4. Tidak adanya gedung yang representative dalam pengembangan sanggar kegiatan pemuda dan remaja di bidang seni, budaya dan olahraga.

2.1.4 Upaya yang dilakukan ;
1. Inventarisasi warga buta aksara
2. Sosialisasi pentingnya Pendidikan Usia Dini (PADU) dan Taman Kanak (TK)
3. Sosialisasi Wajib Belajar (Wajar) Sembilan tahun.
4. Pengembangan dan pelatihah Peningkatan Kapasitas Masyaraka (PKM)
5. Pengembangan sanggar seni dan budaya bagi remaja dan anak-anak.
6. Pemberdayaan Pemuda Remaja Masjid (PRM) dalam pengembangandan pengelolaan Taman Kanak-kanak/Taman Pendidikan Al-Qur’an (TK/TPA)
7. Berupaya mengaktifkan kembali Perpustakaan Masjid.

2.2 Kesehatan.
2.2.1 Potensi yang dimiliki ;
1. Gedung PUSTU 1 Unit
2. POSYANDU sementara 2 Unit
3. Kader Posyandu 10 Orang
4. Lokasi Pembangunan gedung POSYANDU 2 Titik

2.2.2 Prestasi yang dicapai ;
Penetapan Desa Leppangang sebagai Desa SIAGA oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, ini sejalan dengan kempuan menekan angka kematian ibu hamil, bayi dan balita.

Pelayanan terhadap Lansia akan terus ditingkatkan seiring tingginya kepercayaan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan dan pengidentifikasian kesehahatan.

2.2.3 Kendala yang dihadapi ;
1. Tidak adanya pelatihan Kader posyandu yang kontinyu sebagai peningkatan kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
2. Minimnya anggaran untuk insentif kepada kader POSYANDU.
3. Belum adanya Gedung yang reperenstatif.

3.2.4 Upayah yang dilakukan
1. Pendekatan dan mempererat silaturahmi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kader dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
2. Melibatkan Kader pada kegiatan-kegiatan lain yang memiliki nilai ekonomi.
3. Memproritaskan pengadaan gedung Posyandu untuk rencana pembangunan tahun anggaran 2010

2.3 Ekonomi.
2.3.1 Potensi yang dimiliki ;
1. Lembanga keuangan BMT PUAP 1 Unit
2. Kelompok Simpan Pinjam. 4 Kelompok
3. Kelompok Usaha Bersama 4 Kelompok
4. Usaha Sektor ril 26 Unit
5. Usaha Kelompok Tani 5 Unit
6. Usaha Industri Penggilingan gabah 4 Unit
7. Usaha Perdagangan hasil bumi 5 Orang
8. Usaha Peternakan Unggas 7 Unit
9. Usaha Ternak sapi 2 Unit
10. Lahan Pertanian padi sawah 415 Ha
11. Lahan perkebunan 132 Ha
12. Usaha Perbengkelan 3 Unit
13. Jasa anggkutan 5 Unit
14. Usaha Jasa panen padi dan jagung 9 Unit

2.3.2 Prestasi yang dicapai ;
Lembaga keuangan BMT PUAP yang dikelolah oleh Gapoktan Ada Gau ditetapkan sebagai pengelola tebaik se-Kabupaten Pinrang dan beberapa prestasi lain yang diaraih sesuai dengan spesifikasi lembaga yang ada.

2.3.3 Kendala yang dihadapi ;
1. Minimnya kemampuan dalam pemanfaatan tekhnologi.
2. Belum adanya pola kemitraan yang terbaik antara petani dan pengusaha.
3. Tidak adanya menejemen yang baik.
4. Minimnya keterampilan dalam mengembangkan usaha.

2.4 Keamanan dan Ketertiban.
Saat ini Desa Leppangang memiliki 5 unit Poskamling, 3 unit di bangaun melalui swadaya. Ke-5 Poskamling tersebut diaktifkan oleh masyrakat yang digerakan oleh Kepala Dusun, RW dan RT diwilayah masing-masing dan dibina oleh Babinkantibmas dan Babinsa Desa Leppangang.

Tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan dan ketertiban, masyarkat bahu membahu mengaktipkan Poskaling. Proses pelaksanaan dilaksanakan secara bergilir. Biaya operasional berupa konsumsi pun dilakukan dengan swadaya dari beberapa masyarakat. Sumua ini berjalan secara sukarela tanpa adanya sangsi yang mengikat.

2.5 Partisipasi Masyarakat.
Gotong royong adalah budaya bangsa yang harus terus dipertahankan dalam menghadipi era mederinisasi yang terkadang tidak berpihak pada pengembangan budaya dan karakter masyarakat khususnya generasi muda.

Pendekatan secara persuasip terus dilakukan dalam membangun sinerji yang positif antara pemerintah dan masyarakat, memberikan pelayanan prima adalah kunci utama untuk meraih simpati masyarakat karena tidak bisa dipungkiri tertanamnya keyakinan negatif bahwa kewajiban untuk membangun bangsa dan Negara adalah kewajiban mutlak bagi penyelenggara Negara dalam hal ini pemerintah.

Penyampaian program dengan bijak akan memupuk rasa memiliki sehingga program pembengunan partisifattif dapat diwujudkan, hal ini dapat dilihat dari berbagai keberhasilan yang telah dirai, diantaranya ;
1. Pembangunan 3 unit Poskamling adalah swadaya murni dari masyarakat.
2. Pembahasan lahan untuk pembangunan gedung Posyandu 2 tempat dengan nilai Rp. 10.000.000,- adalah swadya murni dari masyarakat.
3. Gotong royong perbaikan saluran tersiar dan pembuangan.
4. Penyelenggaraan kantibmas dan operasionalnya adalah swadaya masyarakat.
5. Pembebasan Lahan untuk jalan tani senilai Rp. 23.000.000,-
6. Pengadaan Mesin diesel listrik) dan kursi.
7. Dan hal-hal lain yang sipatnya tidak mengikat yang kedepannya diharapkan membudaya ditengah-tengah masyarakat.

2.6 Penyelenggaraan Pemerintahan.
Kemampuan menejerial yang baik akan mendukung jalannya pemerintahan dalam suatu wilayah. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab serta sinejisitas antar lembaga pemerintahan akan memberikan kekokohan pemerintahan yang merupakan satu kesatuan yang tidak bias dipisahkan.

Hal-hal yang dapat jadi tolak ukur kesuksesan penyelenggaraan pemerintahan adalah ;
1. Penyusunan RPJMDes.
2. Terbentuknya Tim Penyusunan rencana Peraturan Desa (Perdesa) tentang Pendapatan dan Belanja Desa.
3. Melahirkan kesepakatan atas penetapan Lokasi Pembangunan Gedung Kantor Ursan Agama Kec. Patampanua.
4. Pelaksanaan ADD tahun anggaran 2008-2009 dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan Peraturan dan mekanisme (permendagri Nomor 37 tahun 2007) dengan presentase 65% untuk Program Pemberdayaan Masyarakat.
5. Kemampuan menentukan dan menyepakati skala prioritas pada setiap penyusunan rencana kerja 1 tahun.
6. Kemampuan menyepakati kesanggupan swadaya atas pembuatan badan jalan tani ± 500 m.
7. Kemampuan menyepakati kesanggupan swadaya atas penyiapan lokasi pembangunan gedung Posyandu 2 unit.
8. Kemampuan menyelesaikan beberapa perselisihan antara masyarakat.
9. Kemapuaan memediasi dan menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti ;
· Pemilukada tahun 2008 dan 2009
· Pemilu 2009 yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
10. Kemampuan menyepakati, mengaplikasikan, menerapakan dan menyelesaikan semua kebijakan, program dan rencana kerja dengan baik.
11. Berbagai kesepakatan atas pelaksanaan kebijakan atau kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Desa Leppangang seperti MUSDA VI BAKPRMI 2010.
12. Dan kesepakatan-kesepakat lain yang tidak dituangkan dalam dokumen.

2.7 Lembaga Kemasyarakatan.
Lembaga-lembaga kemasyarakatan di bentuk atas dasar musyawarah mupakat, baik yang menyesuaikan dengan struktur pemerintahan Desa, kebijakan pemerintah, program pemerintah dan Lembaga yang terbentuk atas prakarsa masyaraka di harapkan mampu menjadi bagian dari keberhasilan pembangunan Desa Leppangang yang diharapkan bergerak sesuai dengan bidang masing-masing, diantaranya ;

1. Lembaga dibidang pertanian.
2. Lembaga-lembaga yang dibentuk dengan adanya program PNPM-Mandiri Perdesaan dan program lainnya.
3. Lembaga kepemudaan.
4. Lembaga Sosial.
5. Lembaga Seni Budaya.
6. Lembaga Keagamaan
.
Dilatar belakangi oleh kemampuan pinansial dan ilmu pengetahuan dari pelaku yang ada menjadi kendala dalam pengembangan dan pengoptimalan peran dalam pembangunan di era sekarang ini. Kemampuan memanfaatkan tehnologi bukanlah hal yang mudah sehingga dibutuhkan pendampingan atau mediasi.

Lembaga-lembaga ini akan terus diberi ruang untuk berperan dan melaksanakan program kerja sehigga mampu berdaya guna. Lengkah mediasi yang dilakukan akan terus dikembangkan sehingga kedepan desa ini mampu meningkatkan status dari Desa Swadaya menjadi Desa Swakarsa atau bahkan Desa Swasembada.

2.8 Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Desa Leppangang saat ini telah memiliki sekretariat di gedung kantor Desa Leppangang, dengan didukung oleh sumber daya Manusia (SDM) pengelolahan administrasi dan pelaksanaan program kerja terus dijalankan sehingga keberadaan TP. PKK cukup memberikan arti dalam proses pembangunan Desa.

Berangkat dari potensi yang dimiliki TP. PKK Desa Leppangang ditetapkan sebagai Juara 1 Lomba Administrasi Tingkat Kecamatan Patampanua dan senantiasa aktif dalam setiap kegiatan yang dilakukan baik ditingkat Kecamatan, Kabupaten, maupun ditingkat Propinsi.

Prestasi yang lebih membanggakan adalah kemampuan TP. PKK Desa dalam melaksanakan segala program kerja yang telah disepakati, diantaranya ;
1. Kemampuan menempatkan TP. PKK sebagai bagian dalam pembangunan Desa.
2. Kemampuan meningkatkan pelaksanaan 10 program PKK
3. Meningkatkan peran kelompok dasa wisma dan kader PKK Desa.
4. Mengimplementasikan program pemberdayaan perempuan dalam kerangka kesetaraan gender.

Ini tidak terlepas dari upaya-upaya yang dilakukan secara kontinyu, diantaranya ;
1. Melibatkan TP. PKK dalam pembangunan.
2. Mendorong penataan kelembagaan dan proses kaderisasi dalam mengoptimalkan pelaksanaan 10 program PKK.
3. Mendukung pembiayaan pelaksanaan program.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan
Penyelenggaraan Pemerintahan di Desa Leppangang sudah cukup efektif ditinjau dari realisasi tugas dan fungsi serta realisasi program kerja yang sebagian besar dapat terlaksana walaupun dibidang-bidang tertentu ada yang mengalami hambatan.

Urusan pemerintahan telah disesuaikan dengan kebutuhan yang tentunya tetap memperhatikan prinsip efesiensi dan akuntabilitas. Kemampuan personiliti akan terus ditingkatkan melalui pelatihan dan semacamnya guna lebih memberikan pelayanan kepada masyarakat.

2. Saran
Aparat pemerintahan seyogianya berpenampilan professional, taat terhadap hukum, rasional, demokratis, inovatif, mandiri dan memiliki integritas yang tinggi serta menjunjung tinggi etika adminstrasi public dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Peningkatan profesionalisme aparatur harus ditunjukkan dengan mengupayakan terlembagakannya karekteristik yang baik serta mampu menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat.

“PERSEPSI ANAK REMAJA PUTRI TERHADAP AMENORRHOE DI SMP NEGERI 1 PINRANG”

Amenorrhoe diketahui secara benar, agar remaja memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai gejala amenorrhoe. Ada beberapa kalangan yang menganggap amenorrhoe sebagai sebuah penyakit atau mengalami gangguan pada sistem reproduksinya, bahkan ada yang beranggapan bahwa jika seorang perempuan akil baligh tidak mengalami menstruasi (amenorrhoe), berarti hamil. Dari fakta yang didapatkan peneliti tersebut, maka peneliti tertarik untuk meneliti mengenai persepsi siswi di SLTP Negeri 1 Pinrang
Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi secara mendalam untuk selengkapnya bisa klik disini

PERKAMPUNGAN PENDIDIKAN 2011 TINGKAT SMA / SMK SEDERAJAT SE AJATAPPARENG DENGAN MEMPERINGATI HARI PENDIDIKAN NASIONAL DI LAKSANAKAN PADA TANGGAL 28 APRIL s.d 2 MEI 2011 BERTEMPAT DI STADION BAU MASSEPE KABUPATEN PINRANG SULAWESI SELATAN

BAB I

PENYELENGGARAAN

1. PENDAHULUAN

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja organisasi Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa (FK-BEM) Lasinrang yang bertujuan untuk memeriahkan dan menyambut Hari Pendidikan Nasional kepada para pelajar SMA/SMK dan Sederajatnya dalam lingkup wilayah Ajatappareng. Dimana kegiatan ini dalam bentuk Pertandingan Olah raga dan perlombaan seni dan beranjak dari sinilah, maka kami dari salah satu organisasi extern yang berada dilingkup Pinrang ingin menyumbangkan sebuah konsep inovatif yang bernuansa positif dalam menumbuh kembangkan bakat dan minat olah raga dan seni dan memeriahkan/menyambut Hari Pendidikan Nasional dikalangan para pelajar SMA/SMK dan Sederajatnya dalam bentuk Perkampungan Pendidikan yang akan diadakan dalam waktu 5 hari sekaligus untuk memupuk rasa kebersamaan dan rasa persaudaraan antar para pelajar khususnya para pelajar dalam lingkup Ajatappareng.

2. PEDOMAN DASAR

  • Pancasila
  • UUD 1945
  • UU Pendidikan
  • Program kerja bidang kemahasiswaan

3. NAMA KEGIATAN PERKAMPUNGAN PENDIDIKAN 2011 TINGKAT SMA/SMK SEDERAJAT SE-AJATAPPARENG

4. VISI

Sebagai wadah dalam membina dan mengembangkan sikap taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus momentum untuk mengimplementasikan kreatifitas/bakat yang sejalan dengan nilai-nilai pancasila sebagai solusi handal untuk memecahkan masalah-masalah para generasi muda yang sedang berkembang saat ini.

5. MISI

ô Sebagai wadah untuk membina pelajar berlandaskan Imtaq dan Iptek.

ô Sebagai wadah untuk mengembangkan kegiatan olah raga dan seni sesuai karakteristik dan minat para pelajar

ô Sebagai wadah untuk mengasah ketangkasan, keterampilan, dan kecepatan para peserta dalam memecahkan sebuah masalah

ô Untuk menanamkan dan menumbuhkan kesadaran para pelajar terhadap solidaritas dan rasa persaudaraan antar pelajar.

6. TEMA KEGIATAN

“Merefleksi Dunia Pendidikan Melalui Budaya Minat Baca, Seni dan Olahraga

Sebagai Teropong Implementasi Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”

7. WAKTU PELAKSANAAN

Ø Pembukaan – Penutupan

Hari/Tanggal : Kamis – Senin 28 April – 2 Mei 2011

Tempat : Stadion Bau Massepe Kab. Pinrang

(Jalan Poros Pinrang-Polman)

8. PESERTA KEGIATAN

Terdiri dari Pelajar SMA/SMK dan sederajatnya dalam lingkup wilayah Ajattappareng.

A. Peserta

Masing – masing sekolah mengutus putra-putri yang terdiri dari 20 – 40 siswa.

B. Pembina /Pendamping

Masing – masing sekolah mengutus 1 pembina putra dan 1 pembina Putri

C. Peserta dan Pembina

1. Menyerahkan surat mandat dari kepala sekolah kepada panitia pelaksana

2. Menyerahkan pas Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar ( ditempel pada lampiran biodata )

3. Mengisi lampiran biodata dan diserahkan pada saat pendaftaran peserta.

BAB II

KEGIATAN

1. PENDAHULUAN

Secara keseluruhan kegiatan ini lebih menitikberatkan pada pengembangan diri peserta yang terdiri atas mental, fisik, intelektual, sosial, spiritual, bakat dan minat, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Penyelenggara kegiatan Perkampungan Pendidikan 2011 dalam bentuk pertandingan olahraga dan perlombaan seni dengan tujuan untuk mengembangkan bakat dan minat seni para pelajar.

Kegiatan ini dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan muatan materi yang terkandung di dalamnya, dengan harapan peserta perkampungan pendidikan mendapatkan beragam kegiatan/lomba sebagai penambah bekal dalam proses pembetukan jati diri.

2. RUANG LINGKUP KEGIATAN

Perkampungan Pendidikan 2011 meliputi kegiatan dan klasifikasi pertandingan/lomba sebagai berikut:

1. Kegiatan Olah raga

– Bola Volly (Pa/Pi)

– Footsal (Pa) Sitem Gugur

– Sepak Takrow (Pa/Pi)

– Tarik Tambang (Pa/Pi)

– Lari 100 meter (Pa/Pi)

2. Kegiatan Seni

– Lomba Baca Puisi (Pa/Pi)

– Lomba Pidato Bahasa Indonesia (Pa/Pi)

– Lomba Debat (Utusan)

– Lomba Orasi Ilmiah (Utusan)

– Lomba Drama (Utusan)

– Lomba Karikatur (Pa/Pi)

– Lomba Majalah Dinding (Mading) (Utusan)

– Lomba Kreasi Seni Rupa (Utusan)

– Lomba Buleting (Utusan)

– Lomba Lagu Daerah (Bugis) (Utusan)

– Lomba Mengarang (Pa/Pi)

– Lomba Qasida Rebana (Utusan)

3. Kegiatan Umum

– Lomba Wiyata Mandala

– Area Bahasa (3 Bahasa)

– Karya Ilmiah Remaja

3. METODE LOMBA DAN KLASIFIKASI PENILAIAN

Semua kegiatan/lomba berpusat Stadion Bau Massepe (Pinrang) dan peserta diwajibkan menggunakan kostum olah raga pada saat kegiatan olah raga .

1. Tujuan Lomba

ô Untuk mengasah kemampuan dan wawasan para peserta mengenai pengetahuan guna mempersiapkan generasi muda yang handal.

ô Melatih kecepatan dan ketepatan peserta dalam memecahkan masalah

ô Untuk memupuk jiwa kerja sama dan kreatifitas peserta

ô Mengembangkan dan menumbuhkan bakat dan minat peserta dalam bidang olahraga dan seni.

2. Jenis – Jenis Lomba Dan Metode Penilaian

1. Kegiatan Seni

a. Lomba Baca Puisi

ô Metode Lomba ( Pa/Pi)

Puisi di bagi menjadi 2 yaitu puisi wajib di tentukan oleh panitia (terlampir) dan Puisi ditentukan sendiri oleh peserta dengan syarat berkaitan dengan pendidikan.

ô Metode Penilaian

1. Ekspresi ( bahasa tubuh )

2. Artikulasi ( pengucapan )

3. Penguasaan panggung

b. Lomba Pidato Bahasa Indonesia

ô Metode Lomba ( Pa/Pi )

Pidato berdurasi 10 menit

Dengan Tema :

a. Peranan pelajar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa

b. Dampak kemajuan teknologi terhadap pendidikan

ô Metode Penilaian

1. Ekspresi ( bahasa tubuh )

2. Artikulasi bahasa( pengucapan )

3. Penguasaan panggung

4. Retorika

c. Lomba Debat

ô Metode Lomba ( Utusan)

Masing – masing utusan mengutus 3 orang anggotanya untuk dipertemukan dengan utusan lainnya dalam adu argumentasi mengenai tema yang akan diberikan oleh panitia pelaksana pada saat lomba akan di mulai. Untuk teknisnya dibahas pada saat lomba akan dimulai.

ô Metode Penilaian

* Argumentasi sesuai tema

* Retorika

* Etika

d. Lomba Orasi Ilmiah

ô Metode Lomba ( Utusan )

Orasi Ilmiah dibuat oleh peserta dengan durasi 10 menit

Tema bebas

ô Metode Penilaian

1. Ekspresi ( bahasa tubuh )

2. Retorika

3. Penguasaan panggung

e. Lomba Drama

ô Metode Lomba (Utusan)

Drama Sesuai dengan tema apresiasi seni jadi peserta dibebaskan menampilkan apresiasinya dalam bidang seni baik itu melawak, musik, vokal group, dll. Tidak diperbolehkan playback instrument.

Dengan Tema :

F Mengapresiasikan Budaya Masing-masing daerah

F Perjuangan Pahlawan Masing-masing daerah

ô Metode Penilaian

* Kekompakan

* Kreatif

* Ekspresi

f. Lomba Karikatur

ô Metode Lomba ( Pa/Pi )

Tema ditentukan oleh panitia dan akan diberikan pada peserta pada saat lomba akan dimulai, perlengkapan menggambar di bawa sendiri oleh peserta kecuali kertas akan disediakan oleh panpel.

ô Metode Penilaian

1. Gambar sesuai dengan tema

2. Kreatif

3. Penjelasan sesuai dengan hasil kreatifitasnya

g. Lomba Kreasi Seni Rupa

ô Metode Lomba (Utusan)

Masing-masing utusan mengutus 3 orang anggotanya. Perlengkapan di bawa sendiri dan bahannya seperti Koran/kertas, bambu, tanah liat, dan daundaunan

ô Metode Penilaian

1. Kreatif

2. Kekompakan

3. Kebersihan

h. Lomba Buleting

ô Metode Lomba (Utusan)

Masing-masing utusan dapat meliput kegiatan selama kegiatan berlangsung dengan tema “Perkampungan Pendidikan 2011 dengan memperingati HUT Pendidikan”. Hasilnya di print out dan dikumpul sebelum kegiatan penutupan.

ô Metode Penilaian

1. Kreasi

2. Penggunaan Tanda Baca

i. Lomba Majalah Dinding (Mading)

ô Metode Lomba ( Utusan)

Masing – masing utusan mengutus 5 orang anggotanya. Perlengkapan di bawa sendiri oleh peserta kecuali kertas karton ukuran A1 yang akan disediakan oleh panpel.

ô Metode Penilaian

1 Gambar sesuai dengan tema

2. Kekompakan

3. Kreatif

4. Penjelasan sesuai dengan hasil kreatifitasnya

j. Lomba Mengarang

ô Metode Lomba ( Pa/Pi)

Masing-masing peserta membawa alat tulis kecuali kertas disiapkan oleh panitia. Judul di tentukan pada saat lomba dilaksanakan.

ô Metode Penilaian

1. Sesuai judul

2. Penggunaan tanda baca

3. Estetika tulisan

k. Lomba Lagu Daerah (Bugis)

ô Metode Lomba (Utusan)

Setiap utusan mengutus pesertanya 1 putra dan 1 putri (duet) dan setiap utusan membawa kaset (CD). CD dikumpul 15 menit sebelum tampil pada panitia.

ô Metode Penilaian

1. Penguasaan Panggung

2. Ekspresi

3. Mimik (Vocal)

4. Coustum (pakaian adat bugis)

l. Lomba Qasida Rebana

ô Metode Lomba (Utusan)

Setiap utusan menampilkan anggotanya maksimal 9 orang dengan membawakan lagu bernuansa islami

ô Metode Penilaian

– Kostum

– Kekompakan

– Pariasi gerakan

– Mimik (Vocal)

2. Kegiatan Umum

a. Lomba Wiyata Mandala

ô Metode Lomba ( Utusan )

Selama berlangsungsungnya perkemahan peserta akan dinilai oleh panitia pelaksana.

ô Metode Penilaian

– Sikap

– Kekompakan

– Keaktipan dalam mengikuti kegiatan

– Menjunjung tinggi rasa persaudaraan

– Menjaga Kebersihan di lokasi kegiatan

– Kreatif dalam pembenahan area yang ditentukan

b. Lomba Area Bahasa

ô Metode Lomba ( Utusan )

Peserta mengutus anggotanya 1 putra dan 1 putri yang memiliki keterampilan menggunakan 3 bahasa :

1. Bahasa Indonesia

2. Bahasa Inggris

3. Bahasa Daerah/Bahasa Bugis

ô Metode Penilaian

4. Pengucapan Sesuai Area bahasa yang ditentukan

5. Ekspresi

6. Retorika

c. Lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR)

ô Metode Lomba (Utusan)

Peserta diwajibkan membuat Karya Ilmiah Remaja (KIR) sesuai dengan tema pendidikan, apabila masuk dalam 3 besar maka peserta wajib mempersentasekan dengan menggunakan Laptop dan LCD/Proyektor di depan juri. Peserta membawa laptop sendiri kecuali LCD disiapkan oleh panitia, Karya Ilmiah Remaja (KIR) di print out dan dibagikan kepada juri sebanyak 3 rangkap.

ô Metode Penilaian

1. Rangkuman Materi dalam bentuk Slide (Microsoft Power Point)

2. Penggunaan bahasa yang benar

3. Penguasaan Makalah

 

MENGETAHUI

PANITIA PELAKSANA

PERKAMPUNGAN PENDIDIKAN 2011

TINGKAT SMA/SMK SEDERAJAT SE-AJATAPPARENG

d. ADMINISTRASI PESERTA DAN PENGHARGAAN

a. Biaya Administrasi.

Masing – masing utusan membayar biaya konstribusi sebesar Rp. 200.000,- kepada panitia pelaksana.

b. Fasilitas Peserta.

1. Masing – masing peserta dan pembina mendapatkan :

ô Sertifikat

ô ID Card

2. Masing – masing utusan yang telah mendapatkan juara akan mendapatkan piagam penghargaan pribadi dari panitia pelaksana

3. Seluruh kontingen yang mendapatkan juara berhak untuk mendapatkan trofi dari panitia pelaksana.

4. Kontingen yang mendapatkan juara 1,2, dan 3 umum berhak memperoleh piala umum.

5. Kontingen yang keluar sebagai juara umum pertama berhak mendapatkan piala bergilir.

c. Penghargaan

1. Piala Bergilir akan dipersembahkan oleh Bupati Pinrang

2. Piala tetap dipersembahkan oleh DIKPORA Pinrang

3. Trofi untuk masing – masing juara dipersembahkan oleh donatur dan dari panitia pelaksana

4. Kontingen/utusan yang mendapatkan juara 1,2, dan 3 umum, memperoleh uang pembinaan.

e. PERLENGKAPAN PESERTA

1. Perlengkapan Pribadi

ô Wajib membawa seragam olah raga,baju santai, dan perlengkapan pribadi lainnya.

ô Wajib membawa buku bacaan

2. Perlengkapan Kelompok

ô Wajib membawa bendera Indonesia, bendera Osis, dan untuk di pasang di gapura masing-masing.

ô Wajib membawa tenda dan perlengkapannya serta alat memasak.

ô Wajib membawa alat tulis, dan papan pengalas/standar.

BAB III

METODE PERKEMAHAN

1. LOKASI PERKEMAHAN

Lokasi perkemahan terletak di Stadion Bau Massepe Kabupaten Pinrang

(Jalan Poros Pinrang-Polmas) Kabupaten Pinrang.

2. SISTEM PERKEMAHAN

ô Sistem yang digunakan adalah sistem satuan terpisah antara putra dan putri.

ô Kegiatan terdiri dari pertandingan olahraga dan perlombaan seni.

ô Setiap lomba akan dinilai oleh Juri yang berpengalaman dalam setiap materi lomba.

ô Dewan juri diambil dari perwakilan dosen Perguruan Tinggi Kabupaten Pinrang dan di luar Kab. Pinrang , Aktivis Mahasiswa Pinrang, Keluarga Besar Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa (FK-BEM) Lasinrang dan akan ditinjau langsung oleh DIKPORA Pinrang.

BAB IV

TATA TERTIB PERKEMAHAN/PERKAMPUNGAN

I. U M U M

1. Peserta adalah Siswa yang terdaftar di sekolah dan di mandatir oleh Kepala Sekolah .

2. Peserta tidak diperbolehkan menerima tamu/pengunjung dilokasi atau ditenda pada saat:

a. Waktu kegiatan akan dimulai dan sedang berlangsung.

b. Malam hari mulai Pukul 19.00 Wita keatas kecuali waktu istirahat Pukul 11.30-12.35 wita dan harus melapor pada pelaksana kegiatan ditenda posko (bila di izinkan berkunjung), dan mengisi buku tamu dengan memperhatikan waktu berkunjung

3. Peserta dilarang keras merokok, minum-minuman keras (Beralkohol) ataupun membawa senjata tajam yang dapat melukai orang lain.

4. Setiap peserta perkemahan yang akan keluar dari lokasi perkemahan harus melapor dan minta izin kepada Pembina dan terakhir pada panitia pelaksana kegiatan ditenda POSKO .

5. Peserta harus hadir 10 (Sepuluh) menit sebelum kegiatan dimulai.

6. Peserta yang terlambat mengikuti kegiatan 10 (sepuluh) menit maka di anggap gugur.

7. Hidup gembira,sabar,sopan, disiplin,bersemangat dan suka menolong antar sesama.

II. SATUAN TERPISAH

1. Sistem satuan terpisah antara peserta putra dan peserta putri adalah merupakan keharusan yang wajib dipatuhi oleh semua peserta perkemahan kapan dan dimana saja berada.

2. Setiap peserta putra dan putri dilarang keras saling kunjung mengunjungi baik pada batas wilayah yang ditentukan, batas MCK maupun berada didalam ditenda. Tanpa sepengetahuan pelaksana kegiatan di tenda posko.

3. Setiap peserta perkemahan yang mengikuti kegiatan harus berada pada satuan terpisah putra dan putri yang sudah ditentukan

III. PAKAIAN

1. Peserta perkemahan dan pendamping harus selalu berpakaian rapi ,sopan,disiplin dan beribawah baik berada dilokasi perkemahan,ditenda saat berada dilokasi perkemahan,ditenda dan saat berada dilingkungan masyarakat.

2. Peserta perkemahan putra dan putri saat menuju dan berada di MCK harus selalu berpakaian yang sopan dan rapi.

3. Pada saat kegiatan olahraga peserta harus selalu berpakain olah raga dan sepatu olah raga yang lengkap dan rapi.

4. Sebelum mengikuti kegiatan,peserta dan pendamping selalu memperhatikan kelengkapan atribut pakaian dan kelengkapan lainnya.

5. Dilarang menulis apapun pada pakaian dan tempat-tempat kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan dilokasi perkemahan maupun dilingkungan masyarakat.

IV. P E R G A U L A N

i. Hubungan antara peserta, pendamping dan pelaksanaan kegiatan adalah sebagai saudara dan kakak beradik.

ii. Hubungan antara peserta, pendamping dan pelaksanaan kegiatan dengan masyarakat yang berada didalam maupun diluar dilingkungan perkemahan harus selalu dipelihara dengan sebaik-baiknya kapan dan dimana saja berada.

iii. Waktu berkunjung ditenda antara putra dan putri tidak dibenarkan kecuali ada perlu mendesak ,dan harus seizin dengan pelaksana kegiatan ditenda POSKO.

V. PERKAMPUNGAN / KEMAH

1. Kebersihan, keindahan dan kerapian didalam tenda dan diluar tenda serta dilingkungan sekitarnya menjadi tanggung jawab oleh setiap peserta perkemahan.

2. Daftar utusan harus dipasang didepan tenda masing-masing agar mudah dikontrol .

3. Peserta tidak dibenarkan membuat hal-hal atau keributan yang dapat mengganggu teman/orang lain yang berada dilingkungan perkemahan .

4. Peserta perkemahan harus selalu mengenakan tanda pengenal yang ada dan dikenakan setiap saat kapan dan dimana saja berada.

5. Bila Peserta mendapatkan tamu harap dilaporkan pada panitia pelaksana kegiatan ditenda POSKO.

6. Setiap peserta perkemahan harus menjaga keamanan diri sendiri,lingkungan perkemahan baik didalam maupun diluar dilingkungan masyarakat luas,adalah keswajiban setiap peserta perkemahan.

7. Setiap peserta, pada waktu istirahat malam hari (Pukul 24.00 ) keatas harus berada ditendanya masing-masing dan istirahat penuh serta tidak dibenarkan membuat keributan.

8. Setiap Utusan harus ada anggotanya yang piket ditendanya 1 orang dan mengutus anggotanya 1 orang untuk piket di POSKO induk pengamanan dengan memperhatikan jadwal piket yang ada.

VI. SANKSI.

Peserta yang terbukti melanggar tata tertib yang sudah ditetapkan akan diberikan sangsi seringan-ringannya yaitu mendapat teguran dari panitia pelaksana dan seberat-beratnya yaitu dipulangkan secara tidak terhormat dan setiap sekolah yang mengutusnya tidak akan diundang kembali untuk kegiatan yang sama.

VII. L A I N – L A I N

Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan ditentukan dan disampaikan kemudian setelah berada dilokasi perkemahan.

Pinrang , Maret 2011

Kenapa ada FK BEM LASINRANG

FK BEM LASINRANG adalah singkatan dari Forum Komunikasi Badan Eksekutif mahasiswa Lasinrang adlah merupakan suatu organasisasi Eksternal kampus yang memeberikan sebuah tatanan dan garis kordinasi di berbagai perguruan tinggi di Pinrang khususnya. Adapun perguruan tinggi yang tergabung di dalamnya ADALAH :

  1. STT BARAMULI.
  2. STIKES BARAMULI.
  3. STKIP COKROAMINOTO.
  4. STKIP DDI PINRANG
  5. STIKES NUSANTARA
  6. STAI DDI PINRANG

Salah satu unsur dalam pembentukan organisasi kemahasiswaan ini adalah merupakan kombinasi dalam memperkuat tali dan signal komunikasi di interen kampus yang ada di pinrang sehingga dalam memncapai kesatuan dan cita-cita dalam mewujudkan tri darma perguruan tinggi tercetus di dalam kerangka juang FK BEM Lasinrang dan merupakan cikal bakal pengerak dalam mendampingi masyrakat pinrang dalam berbagai persoalan yang mengaju kepada aturan yang berlaku didalam pemerintah daerah pinrang pada khususnya dan indonesia pada umumnya. Dalam menerapkan pola dan kerangka juang FK BEM Lasinrang ini adalah salah satu nilai yang memberikan subansi dan kerja sama dalam kebutuhan yang ada pada interen tiap institusi yang bergabung didalam organisasi ini sebagai ikatan cikal bakal penerus bangsa.

Sehigga dalam berkolaborasi dalam mencetus citra juang FK BEM LASINRANG ini merupakan  punggung dari garis konsultasi yang ada dalam intitusi perguruan tinggi yang bergabung di dalam organisasi ini. dalam menerapkan program pelaksanaan yang merupakan perjuangan para adalah subansi riil yang di notabene oleh ide para pengurus yang telah ada sehingga pola dan tata penyusunan pelaksaanaan kegiataan tersusun dalam aturan organisasi yang telah di sepakati.

 Dalam proses perancangan dan kerja sama antara pengurus yang tergabung di beberapa intitusi yang ada di Pinrang ini memberikan sumbangsi tersendiri dalam menciptakan persatuan dan kesatuan antar mahasiswa ini sehingga dalam menjalangkan roda organisasi memerlukan bantuan dari pemerintah setempat dan para pembantu ketua III di berbagai institusi masing-masin dan beberapa pembina lainnya yang tidak sempat menyebutkan satu persatu yang lebih inti ucapan banyak terima kasih dari unsur yang terkait dalam memdidik dan memantau dari berbagai kegiatan dan jalanya organisasi yang kami perjuangkan ini.

Salam  Hormatku

Sekretaris Umum

PP Pinrang – Makassar

Siang tadi begitu berat untuk dijalani namun karena sesuatu haarus diselamatkan di kota makassar hingga harus cepat bertindak, biasa masalah bisnis he..he..he… walau cuman pemula. tapi sangatlah sulit untuk bisa menjalangkan ketika  kita memulai dari mines Nol hingga deretan untuk menjalangkannya haruslah bersifat sabar dan berfikir positif walau harus dipaksakan. he..he..he.. Kenapa dipaksakan so, kalu fikiran negatif terus kebisnis hanya berdampak resah tapi kalau diiringi rasa percaya diri dan berfikir positif saya rasa semua punya jalan solusinya pun tetap ada silakan buktikan kalau tidak percaya he…he…he… (sama-sama belajar).

Baru pertama kalinya menempuh perjalanan kurang lebih 280 kilometer ini tak banyak istirahat tiba di Makassar langsung out ke kota asa; Pinrang city. Dalam perjalanan tadi awal keberangkatan pasti adalah rintanganya pengen tahu ya ceritanya begini tujuan sebenarnya ke makassar pengen perpanjang masa kontrak barang namun masalahnya ga pengang uang maklum bik pemula bisnis ya jadinya ada aja jalan tu kan kalau kita fikir posif terus he…he..he… pas dapat langsung berangkat karena tabggal jatuh temponya besok 31 Mei lo takut jika barang yang sangat berharga dilelang begitu saja sama halnya jika pembaca demikian pun akan menolong orang maupun barang yang sangat di cintai. pasti begitu yah tapi kalau tidak argumen sendiri saja. saya cuman nyarangin dan berikan contoh.

Setelah menempuk jalan 5 jam dari daerah asal ke makassar hingga tetap sama seperti kemarin disaat ke sana pas dah ditebus legah rasanya. hingga ke rumah sang pencipta kita semua disana istirahat sejenak dan lakukan kewajiban sebagaimana umat islam pada umumnya fardhu. tak lama kemudian kenapa fikiran sudah ada di kamar tidur pada hal jasad masih di makassar. wah kayanya ngak jadi nginap nih awalnya memang pengen nginap tapi karena sudah ada tanda jadinya Out deh.

Sebelum out ibu pertiwiku pun memberikan nasehat yah walaupun ga langsung hanya perantara lewat ponsel, pasti pembaca punya juga yah. he..he..he…  Wah ibu pertiwiku banyak juga nasehat yang dikasih yah maklum calon ibu istana kalau soal namanya nanti kapan-kapan akan di publikkan kalau sudah jadi ibu istana.

Sore pun tiba jadi mulai bergegaas dengan Mr sahabat sejatiku yakni Mr Smash 110 wah ini mr setia banget denganku sudah hampir 5 tahun bersama denganku cuman baru satu kali dia marah hingga aku dorong 2 km deh mampus juga doronnya ternyata kabulatornya kosong pantas dia marah. Jadi ambil pelajaran deh ke dia karena mungkin dia bilang enak aja pake aku tanpa dirawat baik-baik, jadi harus ekstra perawatan deh dengan mr smash.

Saat di perjalan kenangan dengan ibu pertiwi pun selalu muncul kadang muncul di pertamina, mesjid dan bahkan di kota-kota tertentu. Astaga kenapa bisa muncul kembali perasaan dan kenangan dengan ibu pertiwiku, Honeyyyyy….. baik-baik di sana yah. Hmmm…. biasa kangen banget dengannya. pasti pembaca pun pernah kangen yah ma seseorang kurang lebih seperti itu deh rasanya.

Wah ternyata perjalanan pulang lebih menaruhkan waktu yang banyak 6 jam, yah mata sudah rabun-rabun begitupun terus ada bisikan-bisikan ditelinga bunyinya begini ” Hati-hatiq Ny…Hati-hatiq Ny” jadi lambat deh jalanya tidak apalah yang penting bisa selamat sampai rumah hingga tercipta ketikan ini.