Membangun Kepercayaan Antara Anda dan Prospek

Tidak dipungkiri lagi dalam berjualan Anda harus bisa dipercaya dan membangun kepercayaan ini adalah hal yang utama dalam berjualan. Kalau dari awal saja Anda sudah tidak dipercaya, sudahlah tidak usah jualan saja. Ketika orang / prospek sudah percaya dengan Anda, Anda jual apapun pasti akan beli (harus bermanfaat). Karena dia percaya bahwa “apa yang Anda jual, manfaat adanya untuk dia”. Tapi ingat, produk atau jasa Anda harus membawa manfaat untuk mereka.
Pertanyaan, siapa yang ingin tahu bagaimana caranya Building Trust. Salah satunya dengan reputasi dan referensi, lalu ada 4 faktor untuk reputasi dan referensi ini :

  1. Dari penampilan
    Penampilan haruslah yang rapi, menjual produk kecantikan yang jual harus cantik.
  2. Gelar atau jabatan
    Orang percaya dengan jabatan apa yang Anda pegang, Anda menjual produk tapi jabatan Anda “Junior Sales” dari jabatannya saja orang sudah tidak yakin. Coba kalau jabatannya Manager Marketing, orang mungkin akan percaya tentang apa yang sedang dipersentasikan.
  3. Catatan Prestasi
    Dengan catatan prestasi orang lain akan lebih percaya dengan si penjualan
  4. Terkait dengan nama merk yang besar
    Kerjasama dengan merek besar akan membuat karena ada suatu yang besar yang Anda gandeng
  5. Edifikasi (saling berbicara dengan baik)

Semoga sharing saya kali ini membawa manfaat untuk penjualan Anda. Salam Dahsyat

4 Tips untuk Karyawan yang Ingin Berbisnis

Anda ingin memulai bisnis tetapi waktu Anda telah tersita oleh kesibukan Anda menjadi karyawan? Hal ini, mungkin menjadi salah satu alasan Anda untuk menunda berbisnis. Tak hanya masalah waktu, masalah niat yang setengah-setengah juga bisa menjadi hambatan bagi Anda. Untuk itu, simak beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Anda benar-benar menjalankan bisnis:

1. Apa motivasi Anda
Pastikan Anda memiliki alasan yang kuat mengapa ingin menjadi pengusaha. Hal ini yang akan membuat Anda mantap untuk menjalankan usaha.

2. Bermitra
Ajaklah orang terdekat Anda seperti, istri/suami, keluarga dekat, atau teman Anda dalam membantu menjalankan usaha sehari-hari sementara Anda masih bekerja sebagai karyawan.

3. Atur waktu
Sebagai karyawan, Anda harus mampu mengelola waktu agar pekerjaan Anda tidak terganggu karena Anda mempunyai usaha.

4. Pilih usaha sesuai dengan keahlian Anda
Pilihlah usaha yang benar-benar Anda kuasai. Dengan menguasai bidang usaha tersebut akan lebih memudahkan Anda dalam menjalankan usaha.

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA PENGUMUMAN NOMOR : PG 13 TAHUN 2013 PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) KEMENTERIAN PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA FORMASI TAHUN 2013 DARI PELAMAR UMUM

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
REPUBLIK INDONESIA
PENGUMUMAN
NOMOR : PG 13 TAHUN 2013
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS)
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA FORMASI TAHUN 2013
DARI PELAMAR UMUM

Berdasarkan Persetujuan Prinsip Alokasi Tambahan Formasi CPNS Pusat Tahun 2013 Untuk Pelamar Umum, maka Kementerian Perhubungan membuka pendaftaran Penerimaan CPNS untuk mengisi lowongan formasi Tahun Anggaran 2013 sejumlah 729 (tujuh ratus dua puluh sembilan) Formasi. Pengumuman dan Pendaftaran lebih lanjut secara ONLINE dilakukan melalui http://www.dephub.go.id setelah diperoleh Penetapan Alokasi Tambahan Formasi CPNS Kementerian Perhubungan Tahun 2013 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara danReformasi Birokrasi. Bagi calon pelamar agar terus mengikuti perkembangan di Portal Kementerian Perhubungan
http://www.dephub.go.id

 

Jakarta, 2 September 2013
TIM PENGADAAN CPNS KEMENTERIAN PERHUBUNGAN T.A. 2013
Catatan : Hati-hati dan agar waspada terhadap modus penipuan dari Oknum yang tidak
bertanggung jawab dengan janji bisa membantu kelulusan. Pelamar Tidak Dipungut
Biaya Apapun Dalam Penerimaan
CPNS Kementerian Perhubungan.

Fungsi Kromosom Pria Punah, Manusia Kawin Bisa Mandul

“Itu terjadi kalau manusia masih ada 5 juta tahun lagi. Belum pasti.”

 

VIVanews – Jenis kelamin pria diprediksi akan punah dalam lima juta tahun mendatang.

Hal itu disampaikan peneliti genetika Universitas LaTrobe Australia, Profesor Jenny Graves dalam seminar Genom Aneh pada Hewan, Jenis kelamin dan Masa Depan Pria di kedubes Australia, Jakarta, 21 Agustus 2013.

Jenny mendasarkan pada pola evolusi kromosom Y, kromosom penentu jenis kelamin laki-laki yang kian menyusut. Sekitar 166 juta tahun yang lalu, kromosom Y mempunyai 1.669 gen. Namun, pada saat ini jumlah gen menyusut menjadi 45 gen saja.

Menanggapi hal itu, Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Profesor Sangkot Marzuki menilai bahwa kemungkinan punahnya pria masih jauh. Pasalnya, belum tentu manusia bisa bertahan hidup dalam lima juta tahun lagi.

“Itu berkonsekuensi langsung kalau manusia bisa bertahan sampai lima juta tahun. Manusia kan baru berumur 200.000 tahun saja,” kata Sangkot yang menjadi moderator dalam kesempatan seminar itu.

Namun demikian, bila nantinya manusia bisa hidup sampai lima juta tahun itu, punahnya kromosom Y akan berdampak pada dua kemungkinan.

“Manusia hilang sama sekali atau ada spesies yang baru seperti manusia tapi bukan manusia,” katanya.

Sangkot menambahkan, evolusi kromosom biasanya akan saling berpasangan, namun karena kromosom Y mengalami pembelahan, kromosom itu akhirnya tidak dapat berpasangan dengan kromosom X.

Sangkot juga berpendapat, dengan kromosom Y yang makin menyusut tidak lantas membuat jumlah pria makin sedikit. Hanya populasi kromosomnya saja yang semakin berkurang.

“Pria itu hanya suatu gender yang tidak stabil saja. Yang makin kecil itu kromosomnya, karena gennya makin lama makin hilang. Hilang diambil kromosom lain. Kalau fungsi kromosom Y pindah ke yang lain, kalau manusia kawin jadinya mandul,” tegas direktur Eijkman Institute tersebut.

Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id
Kategori:Berita

Info Lomba Menulis Blog dan Kontes SEO

9 Desember 2012 5 komentar

Halo Sobat Blogger, lama gak jumpa neeh, maklum banyak kerjaan. hihihi. Kali ini Julak Super Gaptek mau bagi-bagi informasi mengenai kontes menulis lewat blog, baik itu kontes SEO maupun yang biasa, biasa artinya sekedar menulis tanpa perlu artikel kita muncul di halaman pertama Google.

Ada beberapa kontes SEO yang diselenggarakan yang hadiahnya lumayan looh. Hitung-hitung kalo menang hadiahnya buat traktir saya. Lagipula mungkin selama ini mungkin sobat blogger belum punya penghasilan dari ngeblog, nah inilah saatnya sobat coba-coba siapa tahu bisa menang. Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan jika kita ikutan kontes menulis blog seperti ini, selain melatih ketrampilan dan otak dalam menulis, kita juga akan mengerti sedikit teknik-teknik SEO yang mungkin belum kita ketahui.

Nah di bawah ini ada beberapa kontes blog yang bisa sobat blogger ikuti.

Apa itu SEO, saya gak akan menjabarkannya di sini karena sudah pernah saya buat artikel tersendiri, intinya SEO adalah upaya agar artikel blog kita ada di nomor / halaman pertama search engine misalnya Google.

1. Kontes SEO Commlife.co.id

Kontes ini berupa kontes SEO menulis artikel tentang asuransi yang diselenggarkan oleh Commonwealth Life. Kontes sedang berlangsung sejak 15 Oktober 2012 – 15 Januari 2013. Masih cukup waktu buat sobat untuk mengikuti dan mencari-cari bahan tulisan. Hadiahnya lumayan gede., Rp 10 juta, untuk pemenang pertama, 7,5 juta utk pemenang kedua dan 5 juta untuk peringkat ketiga. dan masih ada hadiah lainnya hingga totalnya mencapai 32,5 juta. Untuk informasi selengkapnya silakan buka websitenya

http://www.commlife.co.id/seo_contest/commlife-microsite/default.aspx

2. Kontes SEO TOYOTA

Kontes ini lebih gede lagi hadiahnya yang mencapai 53 juta rupiah. Namun agak berbeda dengan kontes Commlife, banyak aturan dalam kontes Toyota Fortuner ini, karena tidak semata-mata mengandalkan artikel yg nomor 1 di Google namun juga bagaimana cara kita menulis dengan tata bahasa dan urutan yang sistematis. Ada 4 aspek yg dinilai, kekuatan menulis (25-30%), Orisinalitas (30-35%), readership/share FB/Twitter dan sosial media lain, serta SEO atau popularitas. Info selengkapnya silakan buka

http://www.toyota.astra.co.id/seoaward2012/

3. Kontes Menulis Indonesia Berkibar “Guruku Pahlawanku”.

Kontes ini berupa tulisan yang dapat berupa opini, reportase, cerita pengalaman, ataupun feature tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah pendidikan di Indonesia khususnya kualitas guru, kualitas kurikulum serta kualitas infrastruktur pendidikan di Indonesia. Tulisan dibuat antara tanggal
10 September s/d 12 November 2012. Masih sempat buat teman-teman yang mau ikutan.
Silakan buka URL di bawah ini untuk informasi selengkapnya.

http://www.indonesiaberkibar.org/term-and-condition.html

Sebelum mengikuti sebaiknya baca baik-baik peraturannya, biasanya sih kita mesti memfollow twitter dan like halaman facebook penyelenggara kontes, memasang banner dan membuat link di dalam artikel dengan keyword tertentu. Saya sendiri mau ikutan cuma belum sempat aja bikin tulisannya.

Nah itu 3 kontes menulis di blog, Buat sobat yang hobi cuap-cuap yuk mari kita asah ketrampilan menulis kita. Sebenarnya masih ada kontes SEO lainnya, cuma Julak lupa, hehehe. Nanti kalo ada informasi tambahan lain akan saya update tulisan ini.

Sumber : http://www.super-gaptek.com

Menggugat Demokrasi – Boleh Mengambil Sebagian Sistem Jahiliyah?

Oleh: Asy Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdillah Al Imam

Berikut perkataan mereka di bawah judul Sikap Kami Terhadap Sistem-Sistem Lain (dari kitab Syar’iyyatul Intikhabat halaman 19) :

[ Namun apakah diharamkan jika kami mengambil sebagian dari sistem jahiliyah sedangkan yang sebagian ini merupakan sesuatu yang benar?

Mereka berkata, yang demikian ini diperbolehkan kendati tidak sampai tingkatan wajib mengambil sebagian perkara yang benar dan bermanfaat lagi disyariatkan dari sistem jahili tersebut. Dalil kami tentang hal ini ada dua :

Pertama, masalah memberikan perlindungan --yakni seseorang mengumumkan bahwa dia melindungi si fulan dan dengan pengumuman si fulan tersebut berada di bawah perlindungannya--. Sistem jahili ini diambil oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan para shahabatnya, Rasulullah radliyallahu ‘anhu telah ridha dengan perlindungan paman beliau, Abu Thalib dan kisah masuknya beliau ke Makkah dengan perlindungan Muth’im bin Adi. ]

Saya katakan, kisah ini tidak shahih. Ibnu Ishaq meriwayatkannya dalam riwayat yang mu’dhal (sanadnya terputus di dua tempat atau lebih). Semua yang menyebutkannya seperti Ibnu Hisyam dan Ibnu Katsir berpegangan pada riwayat Ibnu Ishaq dan riwayat tersebut tidak shahih. Peneliti sejarah Nabi telah membantahnya meskipun kisah perlindungan Abu Bakar bersama Ibnu Daghnah shahih ada pada Bukhari dan selainnya. Yang lebih pantas bagi mereka –seandainya mereka perhatian dengan sanad yang bersih– untuk berdalil dengan yang shahih bukan dengan yang sanadnya telah jatuh. Ini adalah buah ucapan mereka :
“Zaman ini bukan zaman hadatsana wa akhbarana (telah menceritakan kepada kami dan telah mengkhabarkan kepada kami) dan kami tidak mau sibuk dengan ucapan mereka, ini hadits shahih atau lemah. Sesungguhnya ini membuang-buang waktu belaka.”

Sekarang saatnya kita mendiskusikan istidlal (pendalilan) ini dan pengakuan mereka bahwa ini adalah sistem jahili.

Kami katakan, istidlal di atas tertolak dari beberapa sisi :

Pertama, kisah ini kalaulah shahih sekalipun tidak terkait sama sekali dengan konteks permasalahan yang sedang kita bicarakan.

Pertanyaannya di sini, apa korelasi antara masalah pemilu dengan perlindungan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam di sisi Muth’im bin Adi? Bukankah kita tinggal di negeri- negeri kita sendiri? Kita tidaklah terusir dan tergusur. Segala puji bagi Allah. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dahulu terusir, berbeda dengan kita. Istidlal ini tidak pada tempatnya dan tidak ada kaitannya dengan materi yang sedang kita bahas. Alangkah banyaknya kerusakan dalam agama apabila seperti ini yang mereka lakukan.

Kedua, kalaulah bisa diterima bahwa masalah perlindungan yang disebutkan di atas merupakan dalil bolehnya berpartisipasi dalam pemilu maka di sini ada satu persoalan lagi, pernahkah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengalah dalam perkara al haq? Yakni pada saat Muth’im bin Adi melindunginya.

Atau pernahkah beliau melakukan satu dari sekian banyak kerusakan-kerusakan (pemilu) seperti di atas?
Jawabnya :
Tidak! Bila Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tidak pernah mengalah dari kebenaran –ini pun kalau dianggap kisah tersebut benar– lantas apakah orang- orang yang masuk pemilu mengalah dari kebenaran? Jawabannya, ya! Mereka mengalah dari sekian banyak hukum yang telah Allah syariatkan dalam rangka memenuhi cita-cita dan ambisi mereka. Mereka pun melakukan kerusakan- kerusakan yang banyak sebagaimana yang telah lalu pembahasannya secara rinci.

Ketiga, mereka mengatakan sesungguhnya kita boleh mengambil sistem kafir selagi sistem tersebut mengandung kebenaran.
Saya katakan, perhatikan kata “benar” di sini. Kebenaran macam apa yang kalian ambil dari sistem pemilu? Bukankah telah kami katakan sesungguhnya menerima sistem pemilu itu berarti menjerumuskan diri ke dalam banyak kerusakan di antaranya adalah berbuat syirik kepada Allah pada banyak keadaan.
Apa standar bagi yang “benar” itu? Adakah di dalam sistem aturan kafir sesuatu yang “benar” yang tidak terdapat di dalam Islam? Khususnya yang berkaitan dengan cara-cara menegakkan hukum Allah di muka bumi?

Sebaliknya, justru pada sisi kitalah berbagai perkara menyangkut penjagaan hak- hak, perbaikan kondisi, menghilangkan keburukan, merealisasikan keadilan serta menebarkan agama Allah lebih banyak berkali lipat daripada yang dimiliki orang- orang kafir.

Allah Azza wa Jalla berfirman :
“Siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi kaum yang yakin?” (QS. Al Maidah : 50)

Allah Azza wa Jalla berfirman :
“Allah mengetahui dan kalian tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 216)

Allah Azza wa Jalla berfirman :
Katakanlah : “Hai ahli kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Rabb kamu. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Rabbmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.” (QS. Al Maidah : 68)

Allah Azza wa Jalla berfirman :
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang- orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari (siksaan) Allah. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Jatsiyah : 18-19)

Allah Azza wa Jalla menginformasikan bahwa mereka tidak memiliki apa-apa kecuali hawa nafsu.

Apapun keadaannya, telah jelas bagi kita bahwa semua ini adalah kedustaan terhadap Allah dan Rasul-Nya serta terhadap Islam tanpa ilmu, pemahaman, pendalaman dan sebabnya adalah mereka tidak mengembalikan permasalahan- permasalahan kepada para ulama yang terpercaya yang mampu memberikan solusi dari ketergelinciran. Saya sebutkan kepada mereka firman Allah Azza wa Jalla :
“Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami) dari pemotongan urat nadi itu.” (QS. Al Haqqah : 44-47)

Adapun dalil kedua yang kalian pergunakan yakni bolehnya mengambil sistem jahili secara parsial menurut anggapan mereka.
Nash yang mendukung ucapan mereka adalah sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
“Saya pernah hadir di rumah Abdullah bin Jad’an untuk bersekutu sebelum Allah memuliakanku dengan kenabian, hal ini lebih saya sukai daripada saya memiliki unta merah. Tokoh-tokoh Quraisy berkumpul dan bersekutu untuk menolong orang yang dianiaya di Mekkah. Andai saya diundang untuk hal seperti itu pasti saya akan mendatanginya.”

Sisi pendalilannya bahwa mereka orang-orang yang berafiliasi pada sistem dan fanatisme jahiliyah berkumpul dengan tujuan yang terpuji yakni bahu-membahu untuk menolong orang yang teraniaya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam membolehkannya dan memberkahinya. Demikian dikutip dari kitab Syar’iyyatul Intikhabat.

Saya berkata, adapun hadits tentang hadirnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pada persekutuan orang-orang Quraisy telah diriwayatkan dari Imam Ahmad, Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrad, dan Hakim dishahihkan oleh Adz Dzahabi juga dishahihkan oleh Syaikh Al Albani.
Syaikh Al Albani telah membawakan dua syahid untuk hadits tersebut. Lihat Kitab Silsilah Ahadits Shahihah (4/524). Dan hadits ini mempunyai syahid-syahid yang lain pada riwayat Thabrani dan lainnya. Kesimpulannya, hadits tersebut shahih.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menghadiri persekutuan ini dan mendukungnya namun sistem jahili apakah yang diadopsi oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam?
Jawabannya, tidaklah terjadi bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengambil sesuatu dari persekutuan ini satu sistem pun dan satu permasalahan pun. Bagaimana mungkin boleh bagi mereka mengambil sistem demokrasi sebagian maupun seluruhnya sedangkan Nabi tidak pernah mengambil sedikitpun sistem kafir yang telah diharamkan oleh Islam.

Saya ringkaskan, jawaban terhadap istidlal mereka bahwa Nabi menyetujui sebagian persekutuan yang terjadi pada jaman jahiliyah adalah sebagai berikut :
Para ulama telah berselisih dalam perkara hukum persekutuan ini. Di antara mereka ada yang mengatakan perkara ini telah dihapus oleh Islam dan Allah telah menggantinya dengan persaudaraan atas dasar agama. Dan juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
“Tidak ada persekutuan dalam Islam.” (Riwayat Muslim)

Di antara mereka ada yang berpendapat tidak terhapus dalam kaitan menolong orang yang teraniaya. Berdasarkan pendapat yang mengatakan tentang dihapusnya persekutuan tersebut maka kalian tidak mempunyai dalil dalam penetapan sebagian persekutuan-persekutuan jahiliyah.

Adapun berdasarkan pendapat yang mengatakan bahwa persekutuan itu tetap (tidak dihapus) maka kami tanyakan pada orang tersebut, apakah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melakukan suatu kerusakan dalam persetujuan beliau terhadap persekutuan-persekutuan ini? Apakah beliau juga pernah mengalah dalam dakwahnya dengan sebab-sebab persekutuan ini? Jika kalian mengatakan iya maka jelaskan kepada kami. Dan jika kalian mengatakan tidak maka itu yang betul. Lantas mengapa kalian berdalil dengannya untuk menunjukkan kebenaran sistem pemilu yang telah kami terangkan begitu banyak kerusakannya.

Kemudian kami bertanya kepada kalian apakah tatkala kalian katakan mengambil perkara parsial yang bermanfaat dan benar dan disyariatkan dari sistem jahiliyah adalah tidak mengapa?

Apakah kalian mencukupkan dengan perkara parsial yang bermanfaat menurut anggapan kalian ini? Atau kalian malah mengambil sistem demokrasi (seluruhnya)? Dan kalian ridha mengingkari kemungkaran menurut tata cara demokrasi?

Beritahu aku bagian-bagian demokrasi lainnya yang kalian tidak mau tunduk dan patuh kepadanya hingga kami bisa mengatakan bahwa kalian telah mengikuti Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan telah berlepas diri dengan lisan dan perbuatan! Jika kalian mengatakan, kami mengingkari penentuan rakyat sebagai hakim. Saya katakan ini ucapan teoritis belaka! Bukankah secara praktik kalian menerima pendapat mayoritas anggota di majlis perwakilan?

Adapun Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menghadiri persekutuan yang bermanfaat dan menetapkannya namun tetap berlepas diri (bara’) dari setiap perkara yang menyelisihi Islam, tidak mempraktikkannya, dan bahkan memboikot pelakunya, tempat-tempat dan sarana-sarana yang menghantarkannya. Alangkah jauhnya pemahaman orang generasi belakangan. Semoga Allah merahmati Salaf.

(Dinukil dari buku: Menggugat Demokrasi dan Pemilu. Judul asli: Tanwir Azh-Zhulumat bi Kasyfi Mafasid wa Syubuhat al-Intikhabaat, Penerbit Maktabah al-Furqan, Ajman, Emirate. Sumber: http://www.assunnah.cjb.net)

Di Sudut Antrian

Yang namanya antrian ada kata menunggu, siang tadi mendatangi sebuah bank pas setibanya masuk ambil nomor antrian dengan kode A 146 dan duduk di tempat antrian begitu banyak kesibukan yang terjadi dalam transaksi ada yang mengirim, penyetoran dan transfer. di sela-sela antrian yang menuggu nomor antrian hingga tak sadar sudah hampir 1 jam menunggu karena para nasabah membludak untuk melakukan tranaksi.

Dalam antrian sempat saya melihat yang berdiri di belakang saya karena tempat duduk sudah terisi semua, berbicara dengan satpam tiba-tiba saya perhatikan laki-laki tersebut mencuri tempat dan pergi ke meja teller dan menyetor buku tabungannya, pada hal dia baru datang tanpa mengambil nomor antrian, petugas pun dengan wajah yang kusam melayani bapak tersebut dengan postur tubuk yang tinggi dan sangat berwibah ternyata bapak itu adalah kepala dinas di salah satu instansi daerah, dalam hati sebelah kiri saya mengatakan wah, orang berpangkat, cuman yang menjadi asumsi saya hanyalah mungkin karena dia sibuk ataukah tak bisa menunggu sepahaman saya adalah pejabat adalah orang yang mengerti dan mampu memahami kondisi yang mereka pimpin tapi hal senada terlihat di hadapan saya tidaklah demikian hanya saya dia tak bisa menggu dan tak mau duduk dalam deretan antrian.

Selang bebrapa memperhatikan bapak tersebut hingga kembali berdiri di hadapan satpan setelah petugas mengcek dari buku tabungan bapak hingga memberikannya kembali dan langsung keluar dalam antrian yang panjang itu. mungkin dari hal ini saya belajar bahwa orang bisa segalanya dengan jabatannya baik di kantor dia bekerja maupun diluar kantor. Akar dalam penegakkan dimensi sosial kenegaraan dan tatakrama dalam sosial tidakklah mudah dalam penerapan. Hingga kini masyrakat kecil hanyalah masyarakat kecil dan yang besar semakin meraja lela dalam menngingkan kemauan mereka. Saya ingat kata-kata pakar penulis buku Alto dia mengatakan bahwa yang menindas dan yang tertindas sama-sama menggunting keadilan.

Kategori:Menulis

Leader atau Manager kah Anda?

Menjadi pimpinan perusahaan bukan berarti sebagai seorang leader. Seorang leader atau pemimpin adalah yang menjadi inspirasi untuk bawahan. Perbedaan manager dan leader bisa Anda simak berikut.

Seorang Leader atau Manager kah Anda?

Setiap divisi diperusahaan- perusahaan, ada satu orang yang mengatur dan bertanggung jawab atas divisi tersebut yaitu Manager. Namun tahukah Anda dalam satu tim tertentu dalam suatu proyek ada satu pengatur dan bertanggung jawab dalam proyek tersebut yaitu Leader.

Sekarang pertanyaannya, apakah Anda mengetahui apa perbedaan antara Manager dan Leader? Ternyata ada perbedaan antara keduanya. Selain dari yang saya sudah jelaskan diatas ternyata ada perbedaan lainnya. Saya akan jelaskan dari Manager : Manager adalah seseorang yang diangkat menjadi manager mengunakan surat resmi dari perusahaan melalui atasan. Manager berhubungan dengan sistem dan struktur dan mereka fokus kepada peraturan dan disiplin sehingga menjadikan motivasi untuk bawahannya.

Sedangkan, Leader adalah seseorang yang diangkat menjadi leader karena kesepakatan atas dukungan dari bawahan, karena seorang leader mampu menjadi inspirasi untuk bawahannya. Leader berhubungan dengan orang dan mereka fokus kepada mengatur resiko sehingga resikonya lebih kecil.

Sekarang mau jadi apakah Anda di perusahaan tempat Anda berkerja? Manager atau Leader.

Semoga bermanfaat,

Tung Desem Waringin

Memberi dulu baru meminta

21 Januari 2012 12 komentar

Salam Sahabat para pembaca banyak manusia di sekeliling kita di tengah-tengah masyrakat pada umumnya kebanyakan begitu pelit dalam memberi tapi jika diberi maunya semua pasti mau banyak si kita temukan dalam keseharian kita, contoh kecilnya aja ada pada diri sendiri hingga menjalar pada orang-orang terdekat kita seperti yang termuat dalam salah satu kata motivator Andrie Wongso mengatakan bahwa lebih berbahagia memberi daripada menerima, karena ada keajaiban di balik “memberi”. Suatu rahasia yang hanya diketahui oleh orang-orang yang berjiwa besar!

Memberi itu menyehatkan. Pernah ada suatu penelitian yang melibatkan ribuan sukarelawan. Kesimpulannya sebagai berikut: “Memberi atau menolong orang lain dapat mengurangi rasa sakit, mengurangi rasa stres, meningkatkan hormon endorfin (hormon yang memberi ketenangan dan rasa bahagia, juga mengurangi rasa sakit), serta meningkatkan kesehatan.”

Tapi terkadang memang sungguh berat saya lihat dalam relung kehidupan ini, Seperti halnya saya pernah membeli nasi dan ayam goreng kebetulan pada waktu itu ada tamu yang datang dirumah namun karena waktunya sekitar jam 02.14 dini hari karena dia belum makan dia menempuh perjalanan kurang lebih 159 Km tapi belum makan aku keliling kota mencari penjual nasi yang masih kebuka, pas sudah aku temukan saya pesan 4 porsi seharga 13 ribu tiap porsi aku pesan 4 tak aku sangka uang yang aku bawah tidak cukup kurang 2 ribu tapi akhirnya tetap aku harus kembali untuk membembayarnya. astaga uang 2ooo rupiah, tapi hak priorigatif penjual hingga aku pasrahkan ku harus kembali untuk membayarnya.

Dari hal itu aku berfikir ko bisa ya, andaikan bilang aja tidak usah memang tiap orang berbeda prinsip dan cara pandang dalam menyikapi tiap persoalan yang di perhadapkan.

Bukankah memberi dapat mendatangkan yang lebih banyak dari yang diberi, bukankah salah satu ibadah adalah sedekah, senyum aja adalah ibadah tapi banyak pun diluaran sana di kota-kota besar senyum aja sangat pelit bahkan tetangga sendiri senyumnya cukup malas, apa karena faktor kesibukan , apa karena faktor ekonomi, ya itulah hidup ada jalan masing-masing ada prinsip orang masing-masing dan itu adalah hak mereka. Tapi seuntai kata buat mereka selamat dalam kerorongronganmu dalam menjalani kehidupan.

Kategori:Kehidupan, Pendidikan

HIDUP ITU SEPERTI TASBIH

Berawal dan berakhir dititik yang sama.
Bukan tasbih jika cuma 1 butir,bukan hidup jika hanya 1 dimensi.

Kehidupan akan sempurna jika telah melewati serangkaian suka – duka, bahagia-sedih, sukses- gagal, pasang-surut.

Seperti tasbih yang melingkar,hidup juga demikian. Kemanapun kita pergi dan berlari menghindar tetap dalam lingkaran takdir-NYA.

Semoga kita dapat menjalani setiap hari-hari kita dengan kesabaran, ketabahan, keikhlasan dan dengan senyuman
manis yang kita miliki.

Semoga hari-hari kita juga diberikan keberkahan dan
keridhoan ALLAH SWT.

Aamiin

Kategori:Islam, Kerohanian

MEWASPADAI JERATAN GURITA BANK

Bapak A ingin membangun rumah, namun dia tidak memiliki cukup uang untuk membeli materialnya. Lalu, dia pun meminjam ke bank untuk membangun rumah.

Bapak B ingin memulai usaha yang membutuhkan modal banyak, maka dia pun meminjam uang di bank. Sedangkan Bapak C terkena musibah, anaknya kecelakaan dan dirawat di rumah sakit sehingga membutuhkan biaya yang tinggi, maka dia pun lari ke bank untuk meminjan uang.

Gambaran di atas adalah sekelumit gambaran keadaan seseorang dalam kehidupan di dunia ini. Terkadang, seseorang dihadang kebutuhan mendadak yang harus segera ditunaikan, namun dia belum memiliki uang.

Apakah kondisi-kondisi tersebut bisa melegalkan seseorang untuk pinjam uang di bank? Apakah sebenarnya hukum meminjam uang di bank? Terus, bagaimana jika meminjam uang di bank syariat?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tesebut, maka seyogianya kita mengenal apa itu hakikat utang-piutang dalam Islam.

Hakitat utang-piutang

“Utang piutang”, dalam agama kita, adalah ‘memberikan sesuatu yang menjadi hak milik pemberi pinjaman kepada peminjam, dengan pengembalian di kemudian hari, sesuai perjanjian, dengan jumlah yang sama’. Jika peminjam diberi pinjaman Rp. 1.000.000 maka di masa depan si peminjam akan mengembalikan uang sejumlah satu juta juga.

Pada asalnya, hukum utang-piutang adalah sunah bagi pemberi pinjaman, karena memberi pinjaman kepada orang yang membutuhkan adalah bentuk kelembutan dan kasih sayang kepada orang lain yang tertindih kesulitan, termasuk perbuatan saling tolong-menolong antara umat manusia, yang sangat dianjurkan oleh Allah ta’ala, selama (dalam koridor) tolong-menolong dalam kebajikan.

Bahkan, utang-piutang dapat mengurangi kesulitan orang lain yang sedang dirundung masalah serta dapat memperkuat tali persaudaraan kedua belah pihak. Karena itu, meminjam (berutang) adalah perkara yang diperbolehkan, bukan termasuk meminta yang dimakruhkan, selama tidak berutang untuk perkara-perkara yang haram, seperti: narkoba, berbuat kejahatan, menyewa pelacur, dan lain sebagainya.

Adapun hukum memberi pinjaman terkadang bisa menjadi wajib, tatkala memberikan pinjaman kepada orang yang sangat membutuhkan, seperti: tetangga yang anaknya sedang sakit keras dan membutuhkan uang untuk menebus resep obat yang diberikan oleh dokter.

Disyariatkannya utang-piutang adalah berdasarkan firman Allah (yang artinya), “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Q.S. Al-Maidah:2)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa meringankan kesulitan seseorang di dunia, niscaya Allah akan meringankan kesulitannya kelak pada hari kiamat; barang siapa mempermudah urusan seseorang yang sedang terhimpit kesusahan, niscaya Allah akan mempermudah urusannya kelak pada hari kiamat; dan Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama dia menolong saudaranya.” (H.R. Muslim)

Pemberian pinjaman merupakan transaksi yang bertujuan untuk memberi uluran tangan kepada orang yang sedang terhimpit kesusahan, bukan bertujuan untuk mencari keuntungan. Oleh karena itu, Islam mengharamkan memancing di air keruh, yaitu dengan mencari keuntungan dari piutang karena setiap keuntungan dari piutang adalah riba, dan riba diharamkan oleh syariat Islam.

Para ulama telah menegaskan hukum keuntungan yang didapat dari piutang, melalui sebuah kaidah yang sangat masyhur dalam ilmu fikih, yaitu, “Setiap piutang yang mendatangkan kemanfaatan/keuntungan maka itu adalah riba.”

Kaidah ini menegaskan bahwa keuntungan yang dihasilkan dari utang-piutang, baik berupa materi, jasa, atau yang lainnya adalah haram, karena semuanya termasuk riba yang jelas keharamannya.

Perlu dicamkan, keuntungan dari piutang yang diharamkan adalah keuntungan yang diberikan berdasarkan kesepakatan di dalamnya. Jika pihak peminjam memberikan tambahan kepada pemberi pinjaman tanpa kesepakatan sebelumnya (dan tanpa tuntutan dari pihak pemberi pinjaman), maka hal ini tidak mengapa, karena hal tersebut merupakan bentuk pembayaran utang yang bagus.

Berutang di bank?

Dari penjelasan tadi, bagaimana hukum meminjam uang di bank? Apakah sama antara hukum meminjam uang di bank konvensional dengan bank syariat?

Harus kita tanamkan dalam sanubari kita, bahwa Islam telah memberikan kaidah utama, yaitu: selama akadnya adalah utang-piutang maka setiap keuntungan atau tambahan yang dipersyaratkan atau disepakati oleh kedua belah pihak adalah riba, dan riba itu diharamkan dalam Islam.

Ketika seseorang melakukan transaksi utang-piutang dengan bank, baik bank syariat atau pun bank konvensional, jika utang-piutang itu menghasilkan keuntungan maka keuntungan yang dihasilkan darinya adalah riba. Riba diharamkan dalam Islam, pada keadaan apa pun dan dalam bentuk apa pun; diharamkan atas pemberi piutang dan juga atas orang yang berutang darinya dengan memberikan bunga, baik yang berutang itu adalah orang miskin atau orang kaya. Masing-masing dari keduanya menanggung dosa, bahkan keduanya dilaknat (dikutuk). Setiap orang yang ikut membantu keduanya, mulai dari penulis dan saksinya juga dilaknat.

Jabir radhiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang memberikan/membayar riba (nasabah), penulisnya (sekretarisnya), dan juga dua orang saksinya. Beliau juga bersabda, ‘Mereka itu sama dalam hal dosanya.’” (H.R. Muslim)

Islam dengan tegas mengharamkan riba, Allah berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata (berpendapat) bahwa sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabb-nya, lalu berhenti (dari mengambil riba), maka baginya bagian yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan melipat-gandakan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang senantiasa berbuat kekafiran/ingkar dan selalu berbuat dosa.” (Q.S Al-Baqarah:275–276)

Jika seseorang beralasan bahwa dirinya tidak ikut memakan riba maka ingatlah firman Allah (yang artinya), “Dan janganlah kalian tolong-menolong dalam dosa dan pelanggaran.” (Q.S. Al-Maidah:2)

Ayat ini dengan tegas melarang tolong-menolong dalam dosa dan pelanggaran, dan orang yang meminjam uang ke bank berarti telah menolong pihak pemberi utang untuk memakan riba.

Mungkin, ada yang berpendapat, ketika seseorang meminjam uang di bank syariat maka sebenarnya dia tidak melakukan transaksi utang-piutang, namun dia melakukan transaksi mudharabah atau “bagi hasil”.

Perlu ditanyakan, jenis transaksi apa yang dilakukan tersebut? Jika memang transaksi yang dilakukan adalah transaksi “bagi hasil” maka tidak mengapa. Namun, jika ternyata pada hakikatnya yang dia lakukan adalah transaksi utang-piutang, maka setiap keuntungan yang dihasilkan dari piutang adalah riba.

Nah, untuk membedakan antara transaksi utang-piutang dengan transaksi bagi hasil, bisa dicermati dengan dua hal di bawah ini:

Jika bank yang mendatangkan barang, itu adalah perniagaan biasa. Akan tetapi, bila nasabah yang mendatangkan barang maka itu berarti akad utang-piutang.
Bila bank tidak bersedia bertanggung jawab atas setiap komplain terhadap barang yang diperoleh nasabah melalui akad itu (ketika terdapat kerusakan atau pun cacat pada barang), akad yang terjadi adalah utang-piutang. Akan tetapi, bila bank bertanggung jawab atas kerusakan pada barang yang didapatkan nasabah melalui akad itu, berarti akad itu adalah akad perniagaan biasa dan insya Allah halal.

Dua kaidah ini berlaku pada bank konvensional dan bank syariat. Dengan demikian, boleh atau tidaknya meminjam uang di bank, baik bank konvensional maupun bank syariat, tergantung pada bentuk transaksi yang dilakukan nasabah dengan bank. Namun, mayoritas bank melakukan transaksi utang-piutang, bukan bagi hasil. Wallahu a’lam.

Kategori:Islam, Kerohanian

TEMUKAN SOLUSI DALAM ISTIGHFAR. QS: NUH: 10-12

Hidup ini tak pernah lepas dari problem. Semua orang menghadapi problem. Karena problem itu adalah peluang penguatan jiwa, ujian iman, peluang amal, motivasi kreatifitas, dan sederet manfaat lainnya.
Problem hidup adalah nasehat Allah agar hambaNya kembali ke JalanNya, dan meningkatkatkan pendekatan kepadaNya.
Inilah substansi istighfar.


Ucapan Istighfar ialah: ASTAGHFIRULLAHAL LADZI LA ILAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUM WA ATUBU ILAIH.
“Aku memohon ampunan Allah Yang Tiada Tuhan Selain Dia Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus makhlukNya, dan aku bertaubat kepadaNya”.


Istighfar ini dianjurkan untuk kita jadikan sebagai wirid harian.MTapi istighfar ba’da shalat fardhu, lafazhnya hanya: ASTAGHFIRULLAH. Tanpa tambahan.

MARI BERSAMA KITA RAIH SOLUSI ILAHI PENUH BERKAH DENGAN ISTIGHFAR EFEKTIF

Kategori:Islam, Kerohanian Tag:

Mari berdoa untuk GAZA

Walaupun seorang ibu tak dapat menghentikan perang
itu, tp segenap jiwa raga ia akan menghentikan tangis
dan rasa takut pada anaknya dgn memeluk dan
merangkul.

YA ALLAH..
Berilah perlindungan kepada saudara kami yg ada di
Gaza-Palestina,
akhiri lah perang ini dgn perdamaian

YA ALLAH.
Aaminn.

salurkan bantuan anda dan doa yang tulus untuk GAZA

Kategori:Berita

Info terbaru untuk anda

sinauweb

Kategori:Berita, Berwirausaha

Tidak ada yang tidak mungkin

Kerja keras dan konsisten adalah jalan yang sangat membuat kehidupan menjadi terarah, bagaimana tidak ketika rasa konsisiten yang dihiasi dengan rasa kesabaran akan membuahkan hasil yang makasimal. Seperti yang dilangsir para pemenang digrub abe tembus reward wisata kapal pesiar star cruise dari ABE. Woow luar biasa.
Saya sangat percaya atas segala keberhasialan yang diraihnya, namun semuanya sudah dirasakan oleh para distributor abe yang sudah join dan mendapatkan apa yang dia inginkan namun sekarang adalah pilihan kita dalam memilih usaha dan bisnis yang kita geluti.
Kini kesempatan bagi kita untuk tetap fokus dalam melancarkan target dalam mencapai bisnis masa depan untuk keluarga Selengkapnya

MAU PUNYA BISNIS ONLINE

Pada dasarnya bisnis online adalah bisnis yang sangat mengiurkan ditengah perkembnagan saat ini bagaimana tidak dalam menjalangkan bisnis online cukup sederhana seperti yang akan saya ajarkan kepada anda hanya dari anda saja yang akan menjalangkannya bagaimana anda tinggal mempromosikannya dimendia meurut anda. Sebagai masyrakat awam banyak yang belum memahami bisnis online yang sedemikian rupa dan semua orang bias menggunakanya tergantung bagaimana mempromosikan website mereka sehingga banyak pengunjung yang berada di websitenya. Sebagai bahan untama yang sangat bermanfaat untuk anda yang benar-benar serius untuk menjalangkan bisnis online di internet perlu ada komitmen dan rasa sabra dalam menjalangkannya. Ga usah anda saya sendiri adalah salah satu diantara sekian ribu orang diluaran sana yang serius ingin belajar bagaimana menjalangkan bisnis online.

Sebagai bahan lanjutan khusus untuk anda yang serius ingin belajar, serius ingin sukses bersama kami di mendia online ini silahkan anda lanjutkan membacanya disini

Kategori:Bisnis Tag:, , ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 103 pengikut lainnya.